
WANITAINDONESIA.CO — Image, prestise sebuah Mal salah satunya ditentukan oleh kekuatan produk kuliner.
Kuliner dijadikan rujukan pengunjung akan keberadaan sebuah Mal. Jika di sana berhimpun beragam genre sajian yang mengakomodir selera masyarakat, dipastikan suasana mal akan terlihat lebih semarak.
Untuk itu beragam cara kreatif dilakukan para pengelola mal, tak hanya terpaku kepada tenant kuliner, mereka juga aktif berkolaborasi dengan para pelaku usaha UMKM Kuliner yang memiliki cita rasa lezat, otentik serta lekat dengan selera masyarakat banyak.
Sepanjang Agustus lalu hingga bulan September ini, masyarakat Jakarta serta wisatawan berpesta dengan beragam kuliner otentik tradisi, kuliner viral hingga kuliner internasional yang dipresentasikan kembali secara apik oleh manajemen Mal.
Mal Kelapa Gading Jakarta, ikonik dengan gawe Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) yang lekat dengan pemandangan sebuah kampung kuliner. Tahun ini KTD memasuki penyelenggaraan ke -22. Lokarasa Nusantara merupakan perayaan akan kekayaan kuliner otentik Indonesia.
Memiliki makna setiap sajian bukan sekedar pemanja lidah, namun juga membawa cerita, mengembalikan memori serta budaya yang menjadi DNA sebuah hidangan.
JF3 Food Festival Lokarasa Nusantara berlangsung sejak 14 Agustus hingga 27 September, di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta.

Di sini berhimpun beragam kelezatan berserak. “Wow seperti sebuah surga bukan?
KTD diibaratkan seperti oase kuliner bagi food enthusiast, karena cukup pergi ke sini, pengunjung akan dapat menikmati beragam kuliner terkurasi, yang menjadi rekomendasi terbaik masyarakat Indonesia.
Event yang telah memasuki penyelenggaraan ke-22 Tahun telah terselenggara sejak tanggal 14 Agustus hingga 27 September. Kian semarak dengan beragam pembaharuan, atraksi hiburan serta permainan guna mengakomodir kebutuhan pelanggan.
Director Summarecon, Soegianto Nagaria mengatakan, “Kuliner menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya serta kehidupan masyarakat Indonesia. Ragam kuliner selain menawarkan cita rasa, juga membawa cerita tradisi, dan nilai yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.”
“Inilah yang ingin terus kami jaga agar kekayaan tersebut tetap ada, dan dinikmati dari generasi ke generasi.”
“Di sisi lain, kami juga ingin para pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia, memiliki kesempatan untuk dapat semakin mengembangkan usahanya.”
“Kami berharap apa yang telah berjalan selama 22 tahun ini dapat terus memberikan manfaat, baik bagi masyarakat, maupun bagi para pelaku usaha kuliner Indonesia, “imbuh Soegi.

Rujak Bang Shultan, Lezat Ekstraksi Buah Langka!
Bagi yang baru berkesempatan menyambangi Kampoeng Tempo Doeloe momen ke 22 Tahun penyelenggaraan menghimpun kuliner Nusantara dari Jawa, Sumatera, dan Bali.
Ada banyak tenant kuliner di KTD yang bisa memberikan pengayaan pengalaman kuliner Anda. Terdapat puluhan tenant yang baru pertama kali berpatisipasi diantaranya Nasi Goreng Babat Semar, Semarang, Rarampa Manado, Sego Tempong Rakyat khas Banyuwangi.
Tak kalah menarik rekomendasi panitia penyelenggara dari kuliner Lemang Srikaya Tebing Tinggi, Gudeg Ujung Keprabon Tempo Doeloe, Solo, Ronde Jahe Alkateri.
Jangan lewatkan Signatured dish Kampoeng Tempo Doeloe yakni kuliner legendaris dari Sate Padang Takana Juo, Nasi Uduk Kebon Kacang, Es Durian Sakinah. Juga varian snack street food Martabak Kubang Hayuda, Pisang Goreng Madu Bu Nanik.
Tentu saja kehadiran kuliner baru di KTD tak terlepas dari peran panitia, mereka melakukan kurasi dengan memilah serta memilih kuliner favorit masyarakat yang memiliki kriteria otentik, punya cerita unik seputar proses kreatifnya, dan memiliki tempat di hati masyarakat juga para wisatawan lokal, dan luar negeri.
Panitia berkunjung langsung ke pusat kuliner terpilih, kemudian menikmati sajian khas tersebut layaknya pembeli. Dari pengalaman ini serta interaksi bersama penjual mereka kemudian akan memutuskan apakah usaha kuliner ini layak dibawa ke KTD atau sebaliknya.

Salah satu stand rekomendasi Wanitaindonesia.co adalah Rujak Bang Sulthan. Sepanjang Agustus hingga September Rujak Bang Sulthan yang berlokasi di depan Thamrin City Jakarta, telah mengikuti 8 kali event festival kuliner di sejumlah Mal ternama.
Antusias pengunjung selama mengikuti festival tak perlu diragukan. Stand kecil lekat dengan beragam display buah langka segar, bewarna-warni yang ditata rapi, menjadi magnet buat pembeli. Umumnya dibuat penasaran dengan banyaknya testimoni positif yang menceritakan ihwal kelezatan hakiki sebuah sajian khas masyarakat pesisir.
Sebagian pembeli mengaku keberadaan Rujak Bang Sulthan di event KTD merupakan anugerah, karena lebih mudah diakses, dibandingkan jika harus pergi ke gerai aslinya.
Rujak Buah khas Pelabuhan Ratu, Sukabumi tersaji unik serta khas. Menjadi satu-satunya varian rujak di Jakarta, yang diracik beda oleh pelaku usahanya.
Bahan utama layaknya rujak lainnya yakni buah-buahan segar seperti nenas, jambu air, bengkuang, timun, mangga muda, pepaya muda, dan belimbing.
Yang istimewa citarasa, otentik hadir lewat ekstraksi sejumlah buah langka seperti buni, jamblang, jambu mete, kecombrang, ceremai, lobi-lobi, gowok, dan markisa kampung.
Khusus untuk penggunaan buah gowok, dan markisa kampung hanya bisa dilakukan ketika sedang musim buah saja. Sebagian buah langka ini harus didatangkan dari Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
Proses peracikan dilakukan secara bertahap, buah yang terbilang langka di Jakarta akan diulek (dihaluskan dengan cobek) hingga setengah halus.
Tahap berikut dicampur dengan bumbu kacang sembari diulek kembali hingga tercampur rata. Kemudian bumbu akan dicampur dengan aneka buah-buahan segar sambil diaduk menggunakan ulekan.
Campuran rujak Bang Sulthan terlihat sangat menggoda, basah berlumar bumbu rujak dengan kuah cair cokelat kemerahan. “Hmmm sangat menggoda! Aromanya menguar harum, menggugah selera.

Pembaca Wanitaindonesia.co ingin tahu rasanya seporsi Rujak Bang Sulthan? Pilihan terbaik di cuaca panas menawarkan sensasi rasa asam, manis serta sedikit gurih. Tak perlu khawatir akan rasa asam, dipastikan tak akan membuat Anda berteriak.
Rasa asam yang tersaji masih terasa wajar, justru akan membuat penikmatnya merasa ketagihan, dikarenakan kepiawaian peracik yang mampu menghadirkan harmoni dari ragam rasa tersebut.
Selain KTD, juga diselenggarakan Wonderful Culinary Expo yang telah terselenggara dengan sukses (14-30 Agustus). Di sini tersaji kuliner global dengan sentuhan premium diantaranya para artisan cokelat, beragam produk susu beserta olahannya serta produk daging premium.
Di area KTD yang menyediakan tempat makan nan luas, nikmatilah momen santap Anda dengan santai. Suasana menyenangkan sengaja dibangun lewat seni pertunjukan tradisi, live performance dengan sejumlah penyanyi terbaik seperti Titi DJ (19 September), Pertunjukan tradisi bersama Musik Keroncong Sahadja (20 & 27).
Live music digelar setiap hari Senin hingga Jum’at pukul: 19.00 WIB. Tawaran menarik menanti Anda, jika berbelanja minimal Rp.100.000, khusus di areal KTD, Anda berkesempatan untuk mendapatkan voucher Rp. 50.000 atau beragam hadiah menarik lainnya.
Jam buka-tutup KTD
Senin -Jum’at, buka: 16.00 WIB
tutup: 22.00 WIB, khusus Jum’at tutup pukul: 23.00 WIB.
Sabtu, buka pukul: 11.00 WIB
Tutup: 23.00 WIB
Minggu & Hari Libur Nasional, buka pukul: 11.00 WIB,
Tutup: 22.00 WIB.
Info lengkap: www.jf3foodfestival.co.id (*)




