
WANITAINDONESIA.CO – Langkah kaki Suwandi Wiratno malam itu terasa begitu mantap saat melintasi karpet merah di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Di tengah gemerlap lampu aula, Direktur Utama PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSULfinance) tersebut melangkah maju untuk menerima sebuah penghargaan yang bukan sekadar lambang prestise, melainkan sebuah pembuktian atas konsistensi tanpa batas. Malam itu, Jumat, 26 Juni 2026, menjadi saksi bisu bagaimana sebuah komitmen jangka panjang mampu membawa perusahaan pembiayaan ini ke puncak tertinggi industri nasional.
Dalam ajang prestisius 22nd Infobank Multifinance Appreciation 2026, CSULfinance berhasil memboyong penghargaan Golden Champion: The Most Consistent Excellent Performance Multifinance Company in 5 Consecutive Years (Juara Emas: Perusahaan Multi-pembiayaan dengan Kinerja Sangat Bagus Paling Konsisten Selama Lima Tahun Berturut-turut). Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, bersama Wakil Pemimpin Redaksi Majalah Infobank, Karnoto Mohamad, menjadi pengakuan sahih atas ketangguhan perusahaan di bawah naungan Grup Tiara Marga Trakindo (TMT) tersebut.
Mempertahankan predikat sangat bagus selama setengah dekade, dari tahun 2022 hingga 2026, tentu bukan perkara mudah. Industri pembiayaan nasional terus dihantam gelombang dinamika ekonomi yang tidak menentu. Namun, CSULfinance terbukti mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, menerapkan tata kelola perusahaan yang kuat, dan mempertahankan kinerja keuangan yang berkelanjutan.
Raihan gemilang ini disambut hangat oleh manajemen. Suwandi Wiratno mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari dedikasi tanpa henti seluruh elemen perusahaan, serta wujud nyata dari besarnya kepercayaan yang diberikan oleh para pemangku kepentingan, mulai dari pelanggan, mitra bisnis, pemegang saham, hingga regulator.
“Kami merasa bangga mewakili seluruh insan CSULfinance menerima penghargaan ini. Penghargaan ini sekaligus sebagai penegasan atas reputasi CSULfinance sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia yang menawarkan pembiayaan yang solutif, aman, dan relevan yang akan memberikan nilai tambah bagi setiap pelanggan,” ujar Suwandi Wiratno dengan nada penuh optimisme.
Lebih lanjut, pria yang juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) ini menjelaskan bahwa kunci utama ketahanan mereka terletak pada keseimbangan strategi. Perusahaan tidak hanya berfokus pada mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga secara ketat mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang matang, yang diimbangi dengan pelayanan prima kepada masyarakat.
Apresiasi dari Infobank Media Group ini tidak dinilai secara sembarangan. Tim juri independen melakukan penyaringan ketat berbasis data riil melalui enam indikator utama. Penilaian tersebut meliputi pertumbuhan aset, penyaluran pembiayaan, modal sendiri, laba bersih, rasio pembiayaan terhadap total aset, serta rasio pembiayaan terhadap kewajiban. Selain itu, tingkat solvabilitas (kemampuan membayar utang jangka panjang), efisiensi operasional melalui rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BO/PO), hingga rentabilitas (tingkat kemampuan menghasilkan laba) juga menjadi penentu kelayakan CSULfinance menyandang gelar juara.
Keberhasilan ini pun diproyeksikan menjadi batu loncatan yang kuat untuk masa depan. Manajemen berharap penghargaan ini mampu mempererat hubungan dengan mitra usaha yang sudah ada, sekaligus membuka pintu lebar-lebar bagi perluasan basis pelanggan baru di berbagai sektor industri strategis.
Suwandi Wiratno menegaskan bahwa CSULfinance tidak akan cepat berpuas diri dengan pencapaian hari ini. Baginya, mempertahankan reputasi justru menuntut inovasi yang lebih agresif demi menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks ke depan.
“Ke depan, CSULfinance berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi layanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung perkembangan industri pembiayaan nasional,” tegas Suwandi Wiratno menyudahi penjelasannya.
Pada hari yang sama, kapabilitas Suwandi dalam membaca arah ekonomi juga diuji saat dirinya didapuk menjadi pembicara dalam forum Mid-Year Economic Outlook 2026 (Prospek Ekonomi Paruh Tahun 2026). Di hadapan para pelaku industri, ia mengupas tuntas strategi bertahan hidup di tengah ketidakpastian global, sebuah pemikiran matang yang tampaknya sudah sukses ia terapkan dan buktikan sendiri di CSULfinance.
Ketika badai ketidakpastian ekonomi global terus mengintai, kisah sukses CSULfinance ini memberikan sebuah pelajaran berharga bagi dunia usaha. Konsistensi, inovasi tanpa henti, dan keberanian untuk tetap berpijak pada prinsip kehati-hatian adalah jangkar terbaik untuk tidak sekadar bertahan, melainkan tetap tumbuh tangguh dan mendominasi di tengah ketatnya persaingan. (Gdi)




