Konflik AS-Israel vs Iran Memanas, Din Syamsuddin: Hentikan Debat Sunni-Syiah, Saatnya Umat Islam Bersatu!

Tangkapan layar pertemuan Tokoh Cendikiawan Islam Din Syamsuddin dengan Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. (Youtube)

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, seruan persatuan muncul dari tanah air. Tokoh cendekiawan Islam terkemuka, Din Syamsuddin, memberikan peringatan keras agar umat Islam tidak terjebak dalam lubang perpecahan yang sengaja diciptakan pihak luar.
Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, Din Syamsuddin bersama sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menemui Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi Indonesia dalam mendorong perdamaian global.

Din Syamsuddin menegaskan bahwa kunci utama untuk meredam konflik global saat ini adalah soliditas internal umat Islam sendiri. Ia menyerukan agar seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, berdiri dalam satu barisan yang kokoh.

Baca Juga :  Memaknai Musibah: Jalan Menuju Kesabaran dan Pahala

“Sekali lagi, kami atas nama ormas-ormas Islam menyerukan persatuan umat Islam, baik pemerintah maupun masyarakat. Ini adalah kunci mewujudkan perdamaian di tengah meningkatnya konflik global,” ujar Din di hadapan awak media.

Menurutnya, situasi dunia saat ini sangat rentan terhadap upaya provokasi. Oleh karena itu, ia meminta umat Islam untuk waspada terhadap skenario adu domba yang sering kali memanfaatkan perbedaan identitas.

Pesan paling menohok dari mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini adalah permintaannya agar umat Islam berhenti mempertentangkan perbedaan mazhab yang selama ini sering menjadi celah perpecahan.

“Ini bukan saatnya untuk mempertentangkan perbedaan di antara kita, baik antara Sunni dan Syiah, maupun antara Arab dan Persia. Kita adalah sesama Muslim yang diajarkan oleh agama untuk menumbuhkan al-ukhuwwah al-imaniyyah atau al-ukhuwwah al-islamiyyah,” tegasnya.

Baca Juga :  Film Samawa Angkat Konflik Rumah Tangga yang Sering Dialami Pasangan Muda

Din mengingatkan bahwa umat Islam di seluruh dunia sejatinya memiliki fondasi yang tidak tergoyahkan dan tidak perlu diperdebatkan lagi: satu kitab suci Al-Qur’an dan satu arah kiblat yang sama, yaitu Ka’bah.

Selain menyerukan persatuan, Din juga menyampaikan empati mendalam atas situasi sulit yang tengah dihadapi oleh rakyat Iran. Baginya, penderitaan yang dialami oleh bangsa Muslim di belahan dunia mana pun adalah duka bersama.

“Kami berharap musibah yang menimpa rakyat Iran segera berlalu. Sebagai sesama Muslim, apa yang mereka rasakan adalah musibah bagi kita juga. Kami berharap umat Islam di Iran segera bangkit,” tambahnya.

Baca Juga :  Malam Nuzulul Quran: Momentum Menguatkan Cinta Umat kepada Al-Qur’an

Lebih jauh, Din mendorong adanya langkah konkret berupa penguatan kerja sama antara Indonesia dan Iran. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti di level diplomasi politik, tetapi merambah ke institusi pendidikan dan organisasi masyarakat.

Kerja sama yang kuat di bidang pendidikan dan kebudayaan dinilai akan menjadi motor penggerak bagi kemajuan peradaban manusia yang lebih baik, adil, dan beradab.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi, Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam Marfuah Musthofa, serta perwakilan dari Al Washliyah dan Badan Koordinasi Muballigh se-Indonesia (Bakomubin). (Gdi)