WANITAINDONESIA.CO – Kue klasik Lebaran Bumi Khatulistiwa terbilang beragam.
Lekat dengan keunikan, aroma sedap, tekstur lembut, dan tentunya cita rasa lezat menggoda.
Saat berlebaran di Pontianak, Wanitaindonesia.co disuguhkan Rotikap, salah satu varian kue klasik Lebaran dari etnis Melayu Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Sebagai varian kue Lebaran klasik masyarakat Melayu Kalimantan Barat, keberadaan roti yang membutuhkan perhatian ekstra pada proses pembuatan, terbilang langka di beberapa daerah di Kalimantan Barat seperti Pontianak.
Generasi muda tak lagi familiar ihwal keberadaan Rotikap. Namun beruntung masih ada segelintir generasi senior yang kerap rindu dengan kelezatan roti, yang memiliki bentuk khas menyerupai daun. Mereka rela mengeluarkan budget lebih dengan memesan khusus ke pelaku usaha, yang berdomisili di daerah Ngabang, Kabupaten Landak.
Rotikap tak sama dengan roti yang dikenal oleh generasi sekarang, yang mengacu ke tekstur lembut, ukuran lebih besar dari konsep American Bread maupun England Bread.
Rotikap masyarakat Melayu Ngabang berbentuk kecil, lebih tepat disebut sebagai biskuit. Khas dari aroma harum, bentuk, warna, serta tekstur lembut di bagian dalam, dan rasa lezat yang sulit ditemukan pada suguhan sejenis.
Masyarakat Melayu Kalbar mengenal varian Rotikap yang dibedakan dari bahan, serta proses mencetaknya. Keduanya memiliki sejarah panjang yang berasal dari kearifan lokal masyarakat setempat.
Varian pertama menggunakan air kelapa yang dimasak sampai mendidih, serta airnya menyusut. Setelah dingin lalu dicampur dengan campuran adonan yang terdiri dari tepung terigu, telur, susu bubuk, dan gula pasir.
Varian kedua memakai santan yang dimasak lama sampai menjadi minyak. Minyak kelapa kemudian disisihkan 12 jam, kemudian dituangkan ke dalam campuran bahan lainnya seperti tepung, susu bubuk, gula pasir, dan telur ayam.
Varian ketiga menggunakan kental manis sebagai alternatif pengganti air kelapa, dan minyak kelapa. Bahan lainnya sama seperti varian Rotikap yang menggunakan air kelapa, dan santan.
Proses pencetakan adonan menggunakan cetakan Rotikap besi berbentuk daun. Rotikap yang sudah matang, permukaannya terlihat unik berupa alur nan khas menyerupai bentuk daun.
Rotikap berbahan kental manis dicetak berbentuk bundar. Agar terlihat menarik, permukaan adonan dihias menyerupai bentuk tulang daun, menggunakan jepitan aluminium.
Varian roti berbahan kental manis memiliki warna kuning. Sedangkan yang berbahan santan, ada yang bewarna kuning juga putih.
Sebagai variasi penyajian sebagian pembuat Rotikap akan menambahkan isi selai nanas. (*)





