Kemenkes Evaluasi Total Program Internship Dokter Usai Sejumlah Dokter Muda Meninggal

Sumber photo: kemenkes

WANITAINDONESIA.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program internship dokter di Indonesia setelah meninggalnya sejumlah dokter muda sepanjang tahun 2026.(09/05/2026)

Peristiwa tersebut memicu sorotan publik terhadap beban kerja tinggi, tekanan mental, serta budaya kerja di lingkungan pendidikan kedokteran dan rumah sakit.

Program internship merupakan tahapan wajib yang harus dijalani dokter muda sebelum memperoleh kewenangan praktik secara penuh. Namun dalam pelaksanaannya, banyak peserta internship disebut menghadapi jam kerja panjang, tekanan fisik dan mental, hingga sistem pembinaan yang dinilai belum ideal.

Baca Juga :  Dokter Richard Lee Diduga Telah Mualaf

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sejumlah dokter internship, yakni dr. Andito Mohammad Wibisono, dr. Karika Ayu Permatasari, dr. Edgar Bezaliel Hartanto, dan dr. Myta Aprilia Azmi.
“Kementerian Kesehatan sangat berduka atas wafatnya para dokter internship kita.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi dalam pelaksanaan program internship di rumah sakit di seluruh Indonesia,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta.

Baca Juga :  Dokter Aini Chandika Budayakan Tradisi Medis Jepang ke Masyarakat Indonesia

Menurutnya, pemerintah tidak ingin lagi ada dokter muda yang mengalami tekanan akibat budaya kerja yang tidak sehat selama menjalani pendidikan profesi maupun praktik di rumah sakit.

“Keselamatan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental dokter muda harus menjadi prioritas. Program pendidikan kedokteran tidak boleh mengorbankan kesejahteraan peserta didik,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Kemenkes akan melakukan evaluasi besar terhadap sistem internship dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), termasuk pola pembinaan, jam kerja, hingga pengawasan di rumah sakit pendidikan.

Baca Juga :  Puasa Tetap Produktif! Simak 5 Rahasia Tubuh Bugar Selama Ramadan Versi Kemenkes RI

Untuk mendalami berbagai persoalan yang terjadi, Kemenkes juga membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan Inspektorat Jenderal Kemenkes, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PAPDI, serta Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Pemerintah berharap langkah evaluasi ini dapat menghadirkan sistem pendidikan dokter yang lebih aman, manusiawi, dan mendukung kesehatan mental para tenaga medis muda di Indonesia. (srv)