Ketika Polisi Hadir Jadi ‘Sahabat Sekaligus Orang Tua’ Baru di Sekolah

Ilustrasi Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Abdul Waras memberikan bantuan pendidikan kepada 33 pelajar berprestasi dari lingkungan masyarakat sekitar SPN Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (17/8/2026). Humas Polda Metro Jaya.

WANITAINDONESIA.CO — Bayangkan sebuah sekolah di mana para pelajar tidak lagi merasa takut atau ragu saat melihat sosok polisi berseragam. Alih-alih menghindar, mereka justru menyapa hangat, bersalaman, hingga leluasa membagikan cerita serta persoalan pribadinya. Suasana aman dan penuh keakraban inilah yang kini tengah diwujudkan di lingkungan sekolah wilayah Jakarta dan sekitarnya. Langkah nyata tersebut digagas langsung oleh Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) melalui peluncuran Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar.

Gagasan segar untuk merangkul generasi muda ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komjen Pol. Asep Edi Suheri dalam acara yang berlangsung di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis. Kehadiran program ini menjadi jawaban atas maraknya dinamika serta tantangan sosial yang kerap membayangi kehidupan para remaja di area pendidikan.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Gawai di Sekolah

“Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Asep dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Langkah humanis ini sejatinya merupakan bentuk tindak lanjut dari Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah diluncurkan pada 11 Maret 2026. Forum tersebut sebelumnya dikembangkan di 11 sekolah di Jakarta sebagai wadah komunikasi terpadu yang menghubungkan pihak kepolisian, sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas. Lewat keberlanjutan forum ini, jajaran kepolisian ingin memastikan pencegahan kenakalan remaja berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Melalui program pendampingan yang baru ini, para personel kepolisian diarahkan untuk hadir secara berkelanjutan di sekolah-sekolah. Pendekatan yang dilakukan pun dibuat jauh dari kesan kaku. Petugas tidak hanya datang untuk memberikan penyuluhan formal di depan kelas, melainkan melakukan pembinaan intensif secara perlahan. Pola interaksi hangat ini dirancang khusus guna membangun rasa percaya dalam diri siswa, sehingga mereka merasa memiliki ruang yang benar-benar aman untuk bercerita dan berkonsultasi mengenai persoalan yang sedang dihadapi.

Baca Juga :  Klaster Sekolah Meningkat, Apa Saja Gejala COVID-19 yang Paling Sering Muncul pada Anak

Komjen Pol. Asep Edi Suheri pun menegaskan bahwa upaya perlindungan terhadap anak-anak tidak akan pernah bisa dijalankan oleh pihak kepolisian semata. Oleh karena itu, seluruh anggota polisi yang bertugas di lapangan diminta untuk aktif memahami dinamika sekolah, mengenali karakter lingkungan setempat, serta menjalin komunikasi yang intensif dengan pihak guru maupun orang tua murid.

Langkah pencegahan (preventif) ini memang sengaja difokuskan untuk menangani berbagai ancaman nyata yang kerap mengintai dunia pendidikan saat ini. Ancaman tersebut meliputi aksi perundungan (bullying), kekerasan fisik, tawuran antarpelajar, hingga bahaya dampak negatif dari penggunaan media sosial yang makin tidak terkendali.

Baca Juga :  Tak Kooperatif, Dr Richard Lee Dinilai Abaikan Panggilan Polisi dengan Live TikTok

Sinergi erat antara polisi, sekolah, dan orang tua diharapkan mampu mengikis stigma lama serta membangun persepsi baru terhadap Korps Bhayangkara di mata generasi muda. Kapolda Metro Jaya berharap penuh agar kepolisian hadir bukan lagi sebagai sosok yang menakutkan atau kaku, melainkan bertransformasi menjadi mitra utama serta sahabat terpercaya yang selalu siap merangkul dan melindungi para pelajar dari potensi pelanggaran hukum.

Masa depan bangsa berada di tangan anak-anak kita hari ini. Ketika sekolah menjadi ruang aman dan polisi hadir sebagai sahabat yang siap mendengarkan, setiap pelajar memiliki kesempatan untuk tumbuh tanpa bayang-bayang rasa takut. Mari kita dukung bersama setiap langkah kecil yang menjaga senyum dan meraih mimpi generasi penerus Indonesia. (Gdi)