Mom Uung Berstandar OHT, Hadirkan Dukungan ASI yang Lebih Teruji untuk Ibu Indonesia

Acara Mom uung “Scientifically Proven ASI Booster Innovation with OHT Formulation” yang berlangsung di Ballroom Pullman Central Park, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5).

WANITAINDONESIA.CO – Di balik perjalanan menyusui, ada banyak cerita yang jarang terlihat. Mulai dari cemas saat ASI belum lancar, bingung memilih produk yang tepat, hingga harus memilah berbagai informasi yang belum tentu jelas sumbernya.

Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit ibu akhirnya mencoba berbagai obat atau minuman racikan tradisional yang dipercaya bisa melancarkan ASI, meski belum semuanya teruji ilmiah. Karena itu, akses terhadap edukasi dan produk yang jelas keamanan serta manfaatnya menjadi hal yang penting bagi ibu menyusui.

Melihat realita tersebut, Mom Uung menghadirkan ruang diskusi yang mengangkat pentingnya pendekatan berbasis ilmiah dalam mendukung ibu menyusui melalui acara “Scientifically Proven ASI Booster Innovation with OHT Formulation” yang berlangsung di Ballroom Pullman Central Park, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5).

Acara Mom uung “Scientifically Proven ASI Booster Innovation with OHT Formulation” yang berlangsung di Ballroom Pullman Central Park, Jakarta Barat, pada Sabtu (9/5).

Bukan sekadar membahas produk, acara ini mengangkat satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu pentingnya standar ilmiah dalam memilih produk pendukung menyusui.
Selama ini, banyak produk herbal dikenal luas, tetapi belum semuanya memiliki standar yang jelas.

Di sinilah konsep Obat Herbal Terstandar (OHT) mulai diperkenalkan ke publik. Berbeda dengan jamu yang umumnya berdasarkan pengalaman turun-temurun, OHT sudah melalui uji pra-klinis dan proses standarisasi bahan aktif, sehingga kualitas dan keamanannya lebih terkontrol.

dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A., yang hadir sebagai pembicara, membagikan pandangannya berdasarkan pengalaman langsung di lapangan.

“Kalau melihat di lapangan, respons ibu saat menghadapi ASI seret memang berbeda-beda. Ada yang memilih mencari dukungan tambahan lewat berbagai minuman herbal atau racikan tradisional supaya tetap bisa menyusui.

Baca Juga :  Payudara Bersih dan Sehat Saat Menyusui

Namun, yang sering jadi tantangan adalah banyak ibu belum benar-benar tahu bagaimana kualitas bahan yang digunakan, proses pembuatannya, sampai bagaimana respons tubuh terhadap produk tersebut karena informasinya masih terbatas dan biasanya hanya berdasarkan rekomendasi sekitar atau review di media sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dalam kondisi seperti ini, penting bagi ibu untuk mulai mempertimbangkan aspek keamanan dan bukti ilmiah.

“Untuk ibu menyusui, sebaiknya pilih yang jelas standar dan keamanannya. OHT ini bisa dibilang sudah naik level, karena ada proses uji dan kontrol yang lebih ketat, jadi lebih bisa dipertanggungjawabkan,” lanjut dr. Ian.

Sementara bagi Founder Mom Uung, Uung Victoria Finky, pembahasan ini terasa sangat personal. Ia mengingat kembali pengalamannya saat menjadi ibu baru.

“Waktu anak pertama, aku sempat ada di fase yang bikin overthinking. Berat badan anakku susah naik, dan aku langsung mikir, ‘jangan-jangan ASI aku yang nggak cukup dan kurang nutrisi.’ Padahal saat itu aku juga lagi cari-cari jawaban dari mana-mana, tapi informasinya beda-beda,” cerita Uung.

Dari pengalaman tersebut, Uung mulai menyadari bahwa ibu menyusui bukan hanya butuh dukungan, tetapi juga produk dan informasi yang jelas agar bisa merasa lebih tenang dalam menjalani proses menyusui. Karena itulah, ia mulai membangun Mom Uung sebagai bentuk dukungan untuk para ibu menyusui.

Baca Juga :  Selain Makanan, 5 Hal Ini Juga Berpengaruh pada Produksi ASI Mama

“Awalnya Mom Uung memang dimulai dari home industry dengan proses yang sederhana. Tapi seiring perjalanan, kami belajar kalau ibu butuh sesuatu yang kualitas dan pembuktiannya jelas.

Itu yang akhirnya mendorong kami terus berkembang dan menjalani berbagai proses uji hingga mencapai standar OHT dari BPOM,” lanjutnya.

Baginya, langkah ini bukan sekadar soal pengembangan, tapi tentang bagaimana memberikan rasa aman bagi para ibu.

“Karena kalau ibu sudah didampingi sehingga merasa yakin dan tenang, itu sangat berpengaruh ke proses menyusuinya juga,” tambah Uung.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan BPOM RI, ketua Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), serta tenaga medis dari berbagai bidang, termasuk dokter spesialis anak dan kebidanan. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa diskusi yang berlangsung memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Komitmen Mom Uung dalam mendukung perjalanan menyusui ibu tidak hanya diwujudkan melalui inovasi produk, tetapi juga lewat edukasi yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, rangkaian acara turut dilanjutkan dengan sesi Newborn Care Class with Expert bersama dr. Shane Tuty, CBS, IBCLC, sebagai bentuk dukungan agar calon orang tua bisa lebih siap menjalani fase awal setelah kelahiran si Kecil.

Dalam sesi ini, para peserta diajak memahami berbagai dasar perawatan bayi baru lahir secara langsung, mulai dari cara menggendong bayi dengan aman, teknik menyusui yang tepat, hingga mengenali tanda-tanda penting pada kondisi bayi.

Baca Juga :  Selain Makanan, 5 Hal Ini Juga Berpengaruh pada Produksi ASI Mama

Suasana kelas terasa hangat dan interaktif karena para calon orang tua juga dapat berdiskusi langsung mengenai tantangan yang sering muncul di awal perjalanan menjadi ayah dan ibu.

“Jadi orang tua itu memang nggak ada manual book-nya. Wajar kalau ada rasa takut, bingung, atau overthinking di awal. Tapi kalau dibekali informasi yang tepat dan support system yang baik, orang tua jadi bisa merasa lebih siap menjalani peran sekaligus prosesnya,” ungkap dr. Shane dalam sesi tersebut.

Melalui pendekatan ini, Mom Uung ingin menyampaikan bahwa perjalanan menyusui dan 1000 Hari Pertama Kehidupan anak bukan hanya tanggung jawab ibu seorang diri, tetapi merupakan peran bersama yang membutuhkan dukungan dari pasangan, keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan sekitar.

Karena pada akhirnya, proses membesarkan anak bukan hanya soal mencari solusi instan, tetapi tentang membangun rasa percaya diri orang tua lewat informasi yang jelas, dukungan yang tepat, dan keputusan yang lebih terarah.

Dengan semakin dikenalnya standar seperti OHT, harapannya para ibu tidak lagi hanya mengikuti “katanya”, tetapi bisa lebih tenang memilih dukungan yang kualitas, keamanan, dan pembuktiannya sudah jelas. Karena di balik setiap keputusan kecil seorang ibu, selalu ada harapan besar untuk memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang. (wib)