WANITAINDONESIA.CO — Sektor pertanian Indonesia kini bergerak makin melaju di tengah tuntutan modernisasi dan perakitan teknologi masa depan. Namun, secanggih apa pun teknologi pertanian yang diciptakan, keberhasilannya akan kembali pada satu hal mendasar, yaitu bagaimana inovasi tersebut disampaikan dan diterima dengan baik oleh para petani di lapangan.
Langkah nyata untuk menjawab tantangan tersebut diwujudkan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Melalui kerja sama dengan penyedia jasa pelatihan profesional PT Jadisa Manajemen Indonesia (Jadisa Management), BRMP Kementan menggelar Pelatihan Komunikasi Publik dan Bahasa Inggris bagi 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BRMP. Kegiatan berdurasi tiga hari ini berlangsung pada 22–24 September 2026 di Aula Sadikin Sumintawikarta, Cimanggu, Jalan Tentara Pelajar, Ciwaringin, Kota Bogor, Jawa Barat.
Membuka gelaran secara resmi di hari pertama, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Handi Arief, S.T., M.AP., menegaskan pentingnya penguasaan komunikasi publik bagi para ASN sebagai garda terdepan pelayanan. Menurutnya, kepiawaian di bidang teknis harus berjalan seiring dengan kemampuan menyampaikan informasi secara jelas dan profesional.
“Sebagai unsur pendukung strategis di Kementerian Pertanian, ASN BRMP dituntut tidak hanya mahir dalam tugas teknis perakitan dan modernisasi pertanian, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi publik secara jelas, terstruktur, dan profesional. Melalui kemitraan dengan Jadisa Management, kami ingin membangun kepercayaan diri dan kompetensi komunikasi pegawai saat berinteraksi dengan masyarakat maupun pemangku kepentingan,” tegas Handi Arief, S.T., M.AP., saat membuka acara secara resmi.
Pentingnya peningkatan kapasitas ini turut dirasakan langsung di lapangan. Banyak aparatur sipil yang memegang pendidikan formal memadai hingga jenjang strata satu (S1), strata dua (S2), bahkan strata tiga (S3). Meski begitu, menyampaikan gagasan rumit di depan publik serta berinteraksi dalam bahasa asing memerlukan keterampilan khusus tersendiri.
Kepala Bagian Umum Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Bekti Subagja, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan komunikasi publik dan pembicaraan di depan umum (public speaking) menjadi aspirasi mendesak dari unit kerja (UK) serta unit pelaksana teknis (UPT) di seluruh wilayah Indonesia.
“SDM kita sudah kompeten tetapi harus tetap ditingkatkan kemapmampuannya di bidang komunikasi publik. Peserta yang hadir dalam pelatihan sehari-harinya bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena kita mempunyai UK dan UPT di seluruh Indonesia dan mereka berkecimpung dengan teknis organisasi pertanian dan ada tugas dan fungsi diseminasi kepada masyarakat. Tentu saja mereka langsung bersentuhan dengan para petani, dengan para stakeholder, kemudian penyuluh pertanian, dengan Pemda, dan lain sebagainya,” jelas Bekti Subagja.
Selain berinteraksi dengan pemangku kepentingan lokal, ASN BRMP juga dihadapkan pada jejaring internasional melalui kerja sama teknologi dengan lembaga global dari Asia, Australia, Jepang, hingga badan kesehatan dunia (World Health Organization / WHO) yang berkantor di lingkungan BRMP. Kehadiran pembicara penutur asli (native speaker) dalam sesi pelatihan pun menjadi sarana efektif untuk memperlancar komunikasi lintas negara tersebut.
Untuk memastikan pelatihan tidak berhenti sebagai acara seremoni semata, PT Jadisa Manajemen Indonesia mengemas kegiatan dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman yang menyenangkan (fun & experiential learning). Sesi materi dipadu dengan permainan mikro (microgames), pencair suasana (ice breaking), hingga simulasi praktis penguasaan vokal, bahasa tubuh, serta penyusunan narasi (storytelling). Peserta juga dibekali teknik merespons pertanyaan kritis menggunakan metode Point, Reason, Example, Point (PREP).
Direktur PT Jasida Manajemen Indonesia, Fajrina Sholihati, menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang berdampak nyata dan aplikatif bagi instansi pemerintah.
“Kami selalu berusaha memahami tujuan dari kegiatan sejak awal. Kami tidak hanya bertanya ‘acaranya seperti apa?’, tetapi juga ‘tujuan akhirnya apa?’ dan ‘peserta diharapkan mendapatkan apa?’. Kami ingin berada di posisi sebagai mitra yang memahami kebutuhan klien, membantu memberikan solusi, kemudian memastikan seluruh proses dari perencanaan sampai eksekusi berjalan secara profesional. Pendekatan kami adalah professional execution with creative solution,” papar Fajrina Sholihati.
Keberhasilan program diawasi secara terukur melalui tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) yang menguji pemahaman teori serta penilaian mandiri (self-assessment) atas tingkat kepercayaan diri peserta. Lebih dari sekadar nilai di atas kertas, BRMP Mendorong adanya penerapan konsep duplikasi (duplication concept), di mana para peserta diajak untuk membagikan kembali ilmu yang diperoleh kepada rekan-rekan kerja di unit masing-masing.
Rangkaian pelatihan resmi ditutup pada Kamis, 24 September 2026, ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis dan penyerahan Laporan Evaluasi Pelatihan. Ketika narasi teknologi dan pesan modernisasi mampu disampaikan secara gamblang dan penuh percaya diri, di situlah langkah nyata perubahan sektor pertanian Indonesia dimulai. Saatnya setiap tutur kata para abdi negara menjadi jembatan yang menginspirasi kemajuan bagi seluruh masyarakat tani di pelosok negeri. (Gdi)





