Jangan Asal Minum Antivirus, Kemenkes Tegaskan Flu Biasa Cukup Ditangani dengan Istirahat di Rumah

Pengobatan spesifik maupun obat antivirus seperti Oseltamivir tidak diperuntukkan bagi kasus flu ringan, melainkan diprioritaskan untuk pasien dengan gejala berat atau kelompok rentan yang berisiko tinggi mengalami komplikasi, seperti pasien yang mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen. (Foto : Dok Kemenkes RI)

WANITAINDONESIA.CO — Batuk dan pilek akibat influenza sering kali membuat para orang tua panik dan terburu-buru memberikan obat keras seperti antivirus. Dikutip dari rilis resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), penyakit flu ringan umumnya merupakan self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perlu penanganan medis yang kompleks.

​Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina Sitompul, menjelaskan bahwa gejala influenza sebenarnya sangat bervariasi dan sebagian besar bisa pulih secara alami. Pengobatan spesifik maupun obat antivirus seperti Oseltamivir tidak diperuntukkan bagi kasus flu ringan, melainkan diprioritaskan untuk pasien dengan gejala berat atau kelompok rentan yang berisiko tinggi mengalami komplikasi, seperti pasien yang mengalami sesak napas dan membutuhkan bantuan oksigen.
Pemberian Oseltamivir pada kasus ringan terbukti memiliki efektivitas yang kecil.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Melanda Indonesia, Dompet Dhuafa dan Kemenkes Tekan Pola Hidup Bersih dan Sehat Cegah Penyakit

​Pernyataan ini diperkuat oleh Ahli Farmakologi, dr. Dewi Selvina Rosdiana, yang mengingatkan bahwa penggunaan Oseltamivir tanpa indikasi medis yang tepat justru berbahaya. Penggunaan antivirus yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko efek samping pada anak, salah satunya memicu risiko muntah hingga 1,6 kali lebih tinggi.

Baca Juga :  Kemenkes Gandeng The Lancet, Rancang "Reimagining Healthcare" untuk 2045

​Selain mengenai pengobatan, pencegahan penularan di lingkungan sekolah dan rumah tangga juga menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan orang tua. Dokter Spesialis Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Mulya Rahma Karyanti, mengimbau agar anak yang sedang mengalami gejala batuk pilek istirahat di rumah dan tidak masuk sekolah terlebih dahulu guna mencegah penularan ke anak-anak lain.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan Aturan Wabah, Kemenkes Apresiasi Langkah Hukum Demi Lindungi Kesehatan Kita

​Orang tua juga disarankan untuk memisahkan peralatan makan anak yang sakit serta mengajarkan etika batuk dan bersin yang benar, yaitu dengan menutup mulut dan hidung menggunakan siku lengan bagian dalam guna memutus transmisi virus melalui droplet. Sebagai langkah pencegahan jangka panjang,

Kementerian Kesehatan merekomendasikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemberian vaksinasi influenza tahunan yang dapat diakses mulai dari anak usia 6 bulan hingga dewasa. (Des)