
WANITAINDONESIA.CO – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Pipe), secara resmi memulai pengiriman perdana pipa baja untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Transmisi Dumai–Sei Mangkei (Dusem). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya mempercepat penguatan infrastruktur energi nasional dengan material lokal berkualitas dunia.
Seremoni pelepasan distribusi perdana ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Migas dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, bersama Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Agung Kuswardono, serta jajaran manajemen Krakatau Steel Group di Cilegon, Kamis (19/2).
Dalam proyek ini, konsorsium Krakatau Steel dipercaya memasok total 83.000 ton pipa baja jenis Electric Resistance Welding (ERW) dan Helical Submerged Arc Welding (HSAW). Produk ini diproduksi dengan spesifikasi internasional API 5L X52 PSL 2, yang dirancang khusus untuk menahan tekanan ekstrem guna menjamin keamanan operasional jangka panjang.
Dirjen Migas Laode Sulaeman memberikan apresiasi tinggi atas peran Krakatau Steel Group yang bersinergi bersama anggota KSO. Menurutnya, langkah cepat dan terukur ini membuat proyek tetap berada dalam linimasa yang meyakinkan.
“Kita harapkan nanti rencananya ada first welding di pertengahan Maret,” ujar Laode. Ia menjelaskan bahwa jalur pipa sepanjang 541 km ini merupakan infrastruktur vital yang akan menyatukan jaringan transmisi gas dari Sumatra hingga Jawa.
“Kalau ini sudah terbangun, Krakatau Steel Group sudah membantu kami membangun hampir 900 kilometer pipa sebagai bagian dari membangun ketahanan energi nasional,” tambahnya.
Selain memenuhi spesifikasi teknis yang ketat, penggunaan pipa produksi Krakatau Steel Group merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan estimasi nilai TKDN mencapai 60%, proyek Pipanisasi Dusem menjadi preseden penting bagi kemandirian industri nasional dan penghematan devisa negara.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo, memastikan bahwa proses pengiriman (delivery) akan berjalan sesuai target yang ditetapkan.
“Krakatau Steel Group berkomitmen untuk terus mendukung agenda-agenda dari Dirjen Migas untuk menyediakan layanan terbaik dalam membangun ketahanan energi,” tegas Hernowo.
Proyek Pipanisasi Dusem merupakan bagian dari jaringan pipa gas bumi dari Duri hingga Belawan. Ditargetkan rampung pada 2027, proyek ini akan mengalirkan gas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman ke Jawa. Langkah ini diharapkan menciptakan efisiensi energi nasional yang signifikan serta mendukung transisi menuju energi hijau di Indonesia.
Upaya ini juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat kedaulatan energi dan mendorong hilirisasi industri dalam negeri. Melalui program transformasi “KS Reborn”, Krakatau Steel terus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar baja yang transparan, kompetitif, dan berkelanjutan.
PT Krakatau Pipe Industries merupakan pabrikan pipa baja andal dengan kapasitas produksi mencapai 220.000 ton/tahun. Perusahaan memiliki fasilitas pelapisan anti-korosi modern berkapasitas 800.000 sqm/tahun, yang mampu melayani kebutuhan jaringan pipa darat (onshore) maupun laut dalam (offshore) di sektor migas dan infrastruktur. (Gdi)




