Hizrah Bacan Luncurkan Bandar Pohon Indonesia, Dari Kepedulian Lingkungan Menjadi Peluang Ekonomi

Hizrah Maulana, pendiri PT Bandar Pohon Indonesia, yang mengembangkan bisnis di bidang kontraktor lanskap dan pembibitan tanaman (nursery) dengan pendekatan ekologis sekaligus ekonomis.

WANITAINDONESIA.CO – Berangkat dari kepedulian yang mendalam terhadap bumi, Hizrah Maulana menghadirkan sebuah langkah nyata lewat Bandar Pohon Indonesia, sebuah inisiatif hijau yang tak hanya mempercantik ruang, tetapi juga menghidupkan harapan akan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Di tengah pesatnya pembangunan yang kerap menggerus ruang hijau, kehadiran Bandar Pohon Indonesia terasa seperti oase. Selama dua tahun terakhir, perusahaan ini tumbuh sebagai penyedia jasa lanskap dan nursery yang menghadirkan harmoni antara estetika dan fungsi ekologis. Mulai dari hunian pribadi hingga proyek komersial dan tata kota, setiap sentuhan dirancang untuk menghadirkan suasana yang lebih asri dan menenangkan.

Baca Juga :  Membangun Ekonomi Hijau Lewat Pengelolaan Hutan Berbasis Pangan

Bagi Hizrah, perjalanan ini bukan sekadar bisnis. Ada kegelisahan yang menjadi titik awal, tentang tanah yang kian kehilangan kesuburan, udara yang semakin tercemar, hingga berkurangnya resapan air akibat betonisasi. Kondisi tersebut, menurutnya, turut berkontribusi pada meningkatnya gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan.

Pandemi COVID-19 pun menjadi momen refleksi yang memperkuat langkahnya. Saat dunia melambat, kesadaran akan pentingnya keseimbangan alam justru semakin terasa nyata. Dari sanalah, misi untuk menghadirkan solusi penghijauan yang berkelanjutan semakin mantap dijalankan.

Menariknya, Bandar Pohon Indonesia tak hanya menawarkan tanaman, tetapi juga mengedukasi masyarakat. Salah satu prinsip yang diusung adalah komposisi ideal hunian, 60 persen ruang hijau dan 40 persen bangunan, sebuah pendekatan yang diyakini mampu mendukung kesehatan fisik sekaligus mental.

Baca Juga :  Indonesia Menuju ‘Green Economy’! Kenali Pasar Karbon yang Bakal Hits di 2026

Langkah inspiratif lainnya terlihat dari upaya penyelamatan pohon dari berbagai daerah, mulai dari Sumbawa, Bima, hingga Papua. Pohon-pohon yang terancam ditebang dipindahkan dan dirawat kembali, memberi mereka kesempatan kedua untuk tumbuh dan memberi manfaat.

Respons pasar pun mengalir positif. Dari perumahan, hotel, hingga proyek pemerintah, kebutuhan akan lanskap hijau terus meningkat. Didukung lahan pembibitan seluas 20 hektare di Bogor, Bandar Pohon Indonesia juga memberdayakan masyarakat dengan membeli hasil budidaya tanaman warga, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.

Baca Juga :  “Jumpa,” Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan pada Situs Warisan Sejarah

Di balik setiap tanaman yang ditanam, terselip harapan besar. Bahwa keindahan bukan hanya tentang visual, tetapi juga tentang kualitas hidup. Karena pada akhirnya, seperti yang diyakini Hizrah, pohon bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan sumber kehidupan.

Ke depan, Bandar Pohon Indonesia siap melangkah lebih jauh, menjangkau sektor pariwisata hingga pengembangan kota hijau. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa dari kepedulian, bisa tumbuh peluang, dan dari satu pohon, bisa lahir perubahan. (Srv)