
WANITAINDONESIA.CO – Setelah menempuh perjalanan panjang selama 16 tahun di dunia mode, desainer kenamaan Hartono Gan akhirnya menjawab tantangan pasar dengan meluncurkan lini busana siap pakai (ready to wear) pada tahun 2026. Koleksi ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap tren global yang mulai beralih ke gaya yang lebih cair, tanpa batasan gender, serta mengedepankan fungsionalitas yang bisa dinikmati oleh siapa saja.
Menariknya, koleksi ini tetap mempertahankan identitas kemewahan melalui detail pengerjaan tangan yang halus, namun ditawarkan dengan skema harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Strategi ini diambil Hartono untuk memastikan keberlanjutan bisnisnya di masa depan, beralih dari model made to order yang eksklusif menuju aksesibilitas yang lebih luas. Melalui lini ini, ia ingin menciptakan karya yang tidak hanya sekali pakai, melainkan menjadi investasi gaya hidup yang bisa dikenakan berulang kali dalam berbagai suasana.
Hartono menekankan bahwa ukuran pakaian tidak lagi menjadi batasan bagi citra tubuh seseorang, karena setiap potong pakaian dirancang untuk memberikan kebebasan berekspresi.
“Aku pengen gimana menjangkau target market yang lebih luas lagi, sehingga semakin banyak orang yang bisa menikmati fesyen itu sendiri. Satu potongan baju yang sama ini bisa dipakai di badan cowok dan cewek sekaligus. Aku pengen orang beli produk saya, pikir pertamanya adalah harga, tapi ini adalah harga bare minimum karena saya mau mempertahankan pengerjaannya yang semua masih handmade.”
Koleksi terbaru ini mencakup berbagai pilihan mulai dari blazer dengan sentuhan jahitan tangan yang presisi, celana, hingga kemeja yang semuanya dirancang dengan konsep berkelanjutan.
Dengan semangat inklusivitas, Hartono Gan berharap karyanya dapat merambah berbagai lapisan masyarakat tanpa menghilangkan esensi kualitas yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Peluncuran ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sang desainer dalam memperkuat posisi dan arus kas perusahaannya di tengah industri mode yang terus berkembang dinamis. (Gdi)




