
WANITAINDONESIA.CO – Gemuruh dukungan suporter di tribun penonton belum cukup mampu membendung ketangguhan tim tamu dalam laga pembuka kompetisi sepak bola internasional. Langkah awal tim nasional sepak bola putri Indonesia harus dinodai oleh hasil minor setelah dipaksa menyerah dua gol tanpa balas dari Singapura. Pertandingan perdana turnamen Garuda Championship Series Juni 2026 yang berlangsung di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, menjadi saksi bisu betapa rapatnya pertahanan lawan yang gagal dibongkar oleh skuad tuan rumah.
Sejak peluit pertama ditiupkan, skuad asuhan Indonesia sebenarnya langsung menggebrak dengan mengandalkan serangan agresif yang dimotori oleh Sheva Imut dan kawan-kawan. Namun, keasyikan menyerah justru menjadi bumerang bagi lini pertahanan sendiri. Pada menit ke-10, sebuah skema serangan balik cepat membuat penyerang Singapura, Danelle Tan, berhasil menjebol gawang tuan rumah setelah tendangannya gagal diantisipasi oleh penjaga gawang (goalkeeper) Indonesia, Alleana Ayu Arumy, yang mengubah papan skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol membuat tensi permainan skuad Garuda Pertiwi kian meningkat demi mengejar ketertinggalan. Peluang demi peluang emas terus tercipta, salah satunya melalui sundulan tajam Emily Julia Frederica Nahon yang sayangnya masih mampu diamankan dengan kokoh oleh kiper lawan. Begitu pula pada menit ke-15, saat Marsela Yuliana Awi berhasil lolos dan berhadapan satu lawan satu (one on one) dengan kiper, tetapi dewi fortuna belum memihak karena eksekusi akhirnya berhasil digagalkan dengan gemilang.
Singapura yang tampil taktis justru kembali memperlebar keunggulan pada menit ke-20 melalui aksi Nicole Lim Yanxiu. Memanfaatkan rapuhnya koordinasi lini belakang Indonesia saat mengantisipasi serangan kilat, Nicole melepaskan tendangan voli (volley kick) akurat yang bersarang telak di pojok gawang, mengubah kedudukan menjadi 2-0. Upaya memperkecil ketertinggalan lewat sepakan jarak jauh Rosdilah Siti Nurrohma pada menit ke-23 juga kembali menemui jalan buntu setelah ditepis keluar oleh kiper Singapura, hingga babak pertama usai.
Memasuki paruh kedua pertandingan, dominasi permainan sepenuhnya dipegang oleh tim Indonesia yang mengurung total lini pertahanan lawan. Namun, disiplinnya barisan belakang Singapura membuat seluruh gempuran Garuda Pertiwi selalu patah di sepertiga akhir lapangan. Asa terakhir sempat muncul pada menit ke-84 melalui situasi sepak pojok (corner kick), saat Emily Julia menyambut bola dengan sundulan kepala, tetapi arah bola masih menyamping tipis di sisi kanan gawang hingga peluit panjang tanda laga berakhir dibunyikan.
Kekalahan di laga pembuka ini tentu menjadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi besar bagi tim pelatih untuk membenahi penyelesaian akhir di sisa turnamen. Bagaimanapun, perjuangan di lapangan hijau belum sepenuhnya berakhir karena masih ada laga berikutnya yang wajib dimenangkan demi menjaga gengsi di tanah air. Dukungan penuh masyarakat kini sangat dinantikan untuk membakar kembali semangat juang skuad Garuda agar mampu bangkit dan membalikkan keadaan di pertandingan selanjutnya. (Gdi)




