
WANITAINDONESIA.CO – Industri kreatif tanah air kembali mendapatkan angin segar seiring dengan komitmen pemerintah untuk mendorong konten lokal naik kelas ke panggung dunia. Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) secara resmi menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pengembangan kekayaan intelektual (intellectual property) berbasis animasi pola asuh. Langkah strategis ini dirancang untuk menjembatani para pelaku ekonomi kreatif nasional agar mampu berkolaborasi secara luas, baik di tingkat domestik maupun global.
Apresiasi tinggi diberikan langsung kepada inovasi digital di bidang edukasi hiburan (edutainment) yang dikembangkan oleh platform kepengasuhan (parenting) Tentang Anak. Platform tersebut dinilai sukses membangun ekosistem edukasi berbasis sains yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal.
Salah satu karya nyata yang lahir dari ekosistem ini adalah serial animasi bertajuk Sahabat Anak Nyanyi Gembira (SANG). Sejak diluncurkan pada November 2025 lalu, animasi tersebut telah mencuri perhatian lewat kehadiran empat karakter utama yang menggemaskan, yaitu Swara, Gema, Nada, dan Aluna.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjelaskan bahwa animasi yang dirancang sebagai media pembelajaran menghibur sekaligus edukatif ini memiliki potensi besar. Namun, untuk memperkuat kualitas konten dan memperluas jangkauan pasar, diperlukan sinergi yang lebih masif dengan berbagai pihak, termasuk para animator dan kreator berbakat lainnya.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk membuka jalur-jalur kemitraan strategis demi memperluas ekosistem ini ke berbagai platform lain. Tidak hanya menghubungkan industri dengan pasar yang lebih luas, kementerian juga siap mendukung penguatan penetasan bakat (talent incubator) dari sektor akademis demi keberlanjutan industri kreatif ini.
“Kami siap membantu Tentang Anak untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus atau menyediakan peluang magang, karena kolaborasi sangat dibutuhkan untuk dapat mengangkat nilai suatu animasi dengan memperluas ke ekosistem atau platform lainnya,” ujar Irene Umar saat memberikan keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Melalui dukungan fasilitasi kekayaan intelektual yang kuat, karya anak bangsa tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri, melainkan mampu menjadi pemandu tren di pasar internasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak tayangan edukatif berkualitas tinggi yang membentuk karakter generasi masa depan.
Dukungan nyata terhadap karya-karya edukatif lokal ini menjadi pengingat berharga bagi kita semua. Menghadirkan tontonan yang ramah anak dan kaya akan nilai moral adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai. Mari kita bersama-sama mendukung dan mengapresiasi produk kreatif lokal, demi mewujudkan ruang digital yang sehat, aman, dan menginspirasi bagi masa depan buah hati kita. (Gdi)




