dr. Ruri Diah Pamela: Memaknai Ulang Kecantikan Melalui Sains dan Empati

dr. Ruri mengajak publik untuk memaknai ulang istilah glowing melalui pendekatan skin longevity. Foto : IG @ruri_pamela

WANITAINDONESIA.CO – ​Di tengah gempuran tren kecantikan instan dan riuhnya lalu lintas informasi skincare di media sosial, hadir sosok dokter spesialis dermatologi yang memilih jalan berbeda. Bagi dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E., FINSDV., FAADV., merawat kulit bukanlah tentang mengejar kilau temporer di permukaan semata, melainkan merawat kehidupan dan rasa percaya diri seorang manusia hingga ke tingkat sel paling dasar.

Perjumpaan manis Redaksi Wanitaindonesia.co dengan dr. Ruri Diah Pamela bermula di tengah perhelatan prestisius ARUNA International Summit 2026 bertajuk “Healthy Skin: Rewritten at The Cellular Level” yang berlangsung di Raffles Hotel Jakarta pada Jumat (4/9/2026). Anggun, teduh, dan memancarkan kehangatan, dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika alumnus Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Padjadjaran ini berbagi kisah dedikasinya yang telah melintasi waktu lebih dari satu dekade di dunia kedokteran kulit.

Baca Juga :  Anggun Ungkap Rahasia Kulit Sehat Tanpa Botox dan Filler

Mengawali langkahnya sepuluh tahun silam, dr. Ruri menyaksikan bagaimana industri estetika bertumbuh pesat namun minim diimbangi oleh penelitian ilmiah nasional. Keadaan tersebut mendorongnya untuk aktif melahirkan karya ilmiah di tingkat global, agar suara dan riset dokter Indonesia terdengar berbunyi di panggung internasional sekaligus menjadi pijakan edukasi yang kokoh bagi masyarakat di dalam negeri.

​”Sebagai dermatologist, kami tidak hanya mengevaluasi apa yang dilakukan perangkat medis pada permukaan kulit, tetapi juga memahami betul apa yang terjadi di dalam sel—bagaimana energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores, memengaruhi mitochondrial signaling, metabolisme sel, hingga perbaikan jaringan,” tutur dokter yang juga aktif berpraktik di Filmore Medical Center ini.

Baca Juga :  Buka Cabang Baru, Nurtura Aesthetic and Wellness Center Kenalkan Teknologi Revolusioner Exion dari BTL yang Canggih
Foto : Dok Filmore Medical

​Komitmennya pada sains terbukti nyata lewat penelitian 2–3 tahun terakhir terkait karakteristik kulit masyarakat Indonesia. Beliau menemukan fakta bahwa kemudahan akses terhadap produk skincare tanpa literasi yang memadai membuat banyak remaja gemar berganti-ganti produk setiap bulan, yang pada akhirnya merusak skin barrier dan menyebabkan lonjakan kasus kulit kering serta sensitif.

Melihat fenomena tersebut, dr. Ruri mengajak publik untuk memaknai ulang istilah glowing melalui pendekatan skin longevity. Menurutnya, kilau sejati bukanlah kilau temporer di permukaan kulit, melainkan cerminan dari sel-sel kulit yang sehat, aktif, dan berenergi dari dalam unit terkecilnya. Tren longevity yang tengah menjadi perhatian global ia maknai sebagai cara berpikir baru untuk menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi baik selama mungkin, bukan sekadar menutupi tanda penuaan.

Baca Juga :  SKIN+ & SLIM+ Ekspansi ke Palembang Rawat Kecantikan dan Kesehatan Paripurna Wong Kito Galo

​Kehangatan rasa empati dr. Ruri kian terasa saat beliau merawat pasien di ruang praktik. Dengan filosofi memanusiakan pasien, dr. Ruri selalu memosisikan dirinya sebagai seorang teman yang mendengar, menciptakan rasa nyaman, serta menghindari istilah medis yang rumit agar pasien memahami betul alasan mendasar di balik setiap terapi yang dijalani. Kepedulian tersebut juga mengalir dalam pengembangan layanan komprehensif women’s health di Filmore Medical Center, yang hadir merawat kesehatan wanita secara utuh mulai dari masa kanak-kanak, pubertas, dewasa, hingga menopause.

​Sebagai penutup perbincangan yang inspiratif ini, dr. Ruri mengingatkan pentingnya bertindak bijak dengan selalu memastikan tindakan estetika medis dilakukan oleh dokter kompeten yang terus belajar seumur hidup demi keamanan, keselamatan, dan keindahan kulit yang berkelanjutan. (Des)