
WANITAINDONESIA.CO – Manakala manusia meninggalkan meninggalkan akar rumput budaya, serta melupakan tanggung jawabnya sebagai khalifah. Mereka pun hidup “dijajah” plastik, sakit gegara plastik, matipun tertimbun sampah plastik (Katyusha, pemerhati lifestyle).
Masyarakat geger ketika harga plastik meroket hingga 70 persen dari harga normal. Plastik merupakan cara “salah” karena telah dijadikan salah satu aspek penopang kehidupan. Hidupun telah terkontaminasi plastik.
Ajaran Islam untuk menjaga lingkungan agar lestari dengan mengelola, serta memakmurkannya merupakan tanggung jawab manusia sebagai khalifah yang diciptakan Allah SWT.
Sebagai wakil Allah di bumi, manusia wajib menjaga, dan merawat bumi. “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi (QS.Al-Baqarah ayat: 30).
Sayangnya dikarenakan sifat serakah manusia, ingin hidup senang dengan mengambil keuntungan lewat jalan pintas, utamanya tak peduli dengan merusak bumi, kini terlihat nyata, serta kian kompleks.
“Telah tampak kerusakan di darat, dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia (QS.Ar-Rum ayat: 41)
Plastik sekali pakai yang berakhir menjadi sampah, merupakan salah satu bukti nyata tanda kerusakan di muka bumi. Di Indonesia sampah plastik merupakan salah satu penyumbang cemaran terbesar yang mengotori daratan, lautan hingga pegunungan.
Sejatinya pengguna plastik merupakan masyarakat pelaku usaha, juga konsumen.
Lewat momen harga plastik yang mahal, serta dampak masif kerusakan lingkungan, dan ancaman nyata bagi kesehatan manusia, kiranya momen ini menjadi awal bagi kita untuk hijrah, dengan mengurangi, dan meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai.

Masyarakat harus lebih bijak dengan mengeskplorasi alternatif kemasan non plastik, yang ramah lingkungan, maupun menggunakan plastik yang dapat digunakan secara berulang tanpa berdampak kepada kesehatan, untuk digunakan sebagai wadah bahan pangan maupun makanan. Juga membiasakan membawa kantung belanja sendiri.
Para produsen khususnya UMKM kuliner dapat mengeksplorasi beragam pembungkus makanan alami seperti aneka dedaunan yang menjadi kearifan lokal masyarakat Indonesia.
“Perang” terhadap plastik sekali pakai yang mencemari daratan, sungai, laut serta pegunungan di Indonesia sudah dilakukan lama, namun karena bersifat anjuran, serta himbauan, hal tersebut bak sebuah gaung di Padang pasir luas yang terlupakan.
Masyarakat abai, walau sebagian kecil dikarenakan memiliki mindset yang baik untuk merawat kehidupan, dengan menjaga bumi dari sampah plastik, telah beralih dengan diet plastik. Mereka tak lagi menjadi konsumen plastik sekali pakai.
Tentunya daya pikat plastik sekali pakai dimata pelaku UMKM sangat menarik. Murah, mudah didapat, serta praktis. Dari sisi konsumen kemasan plastik dianggap praktis, dikarenakan mereka belum terbiasa untuk membawa wadah untuk bahan makanan mentah, maupun yang sudah matang, serta tas belanja sendiri dari rumah.
Sejatinya makanan panas tak boleh dikemas menggunakan plastik, atau menggunakan pembungkus plastik kemudian dimasak hingga matang seperti pada olahan lontong maupun ketupat.
Juga larangan penggunaan kemasan plastik yang tak boleh digunakan berulang seperti box plastik, botol plastik air mineral karena semua itu, dapat memicu kontaminasi senyawa kimia yang terkandung di dalam plastik masuk ke dalam bahan makanan.

“Everything You Do It, Do It With Style”!
Tak bisa dipungkiri, orang Indonesia paling banyak terkontaminasi microplastic karena kebiasaan buruk tersebut.
Anjuran pemerintah untuk beralih ke pembungkus alami juga tak lantas menyelesaikan masalah. Pembungkus makanan alami seperti aneka jenis daun diantaranya daun pisang, daun jati, daun simpur, daun keladi…., daun pandan besar, daun nangka, daun jambu, daun bambu. Walau tersedia di Indonesia, namun kekinian pohon-pohon tersebut tak lagi melimpah.
Padahal ketersediaannya harus mencukupi kebutuhan sehari-hari yang terbilang cukup besar. Sementara produksi daun tersebut butuh waktu panjang.
Karenanya Wanitaindonesia.co merasa perlu menekankan pentingnya membawa wadah, dan kantung belanja sendiri dari rumah agar turut berpartisipasi dalam konsep gaya hidup hijau. Dan tentu saja tak perlu galau dengan mahalnya harga plastik.
Wanitaindonesia.co senantiasa menginspirasi pembacanya dengan sesuatu yang berbeda walau tujuannya sama. Tagline lifestyle kami “Everything You Do It, Do It With Style dapat dipraktikkan dengan membawa kantung belanja yang stylish.
Karenanya up-grade kantung belanja Anda dengan desain yang unik. Dan penting untuk selalu menyediakan kantung belanja di kendaraan Anda, maupun tas kerja dengan berbagai ukuran. Dari yang kecil, sedang, dan besar. Juga wadah makanan maupun bahan pangan.
Pentingnya menyediakan kantung belanja maupun wadah makanan, dikarenakan sering terjadi ketika harus berbelanja tanpa direncanakan. Nah bila ini terjadi, tentunya Anda sudah siap bukan.
Selain belanja, pastikan kantung belanja, dan wadah bahan pangan Anda bawa pula saat makan di luar, karena sisa makanan yang sudah dibayar bisa untuk dibawa pulang. Atau pada acara keluarga seperti potluck. Tentunya acara membungkus makanan menjadi sesi favorit bukan? (rp)




