
WANITAINDONESIA.CO — Riuh rendah alunan musik dan pendar cahaya lampu warna-warni menyatu dalam kemeriahan festival Pestapora 2026 yang berlangsung pada 25–27 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Di balik kesuksesan panggung yang menghipnotis puluhan ribu pasang mata setiap harinya, terdapat alur daya listrik yang tak boleh terputus walau sekedip pun. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengambil peran sentral dalam memastikan seluruh denyut energi di ajang megah tersebut tetap menyala sempurna.
Gelaran tahun ini menghadirkan skala pertunjukan yang sangat spektakuler dengan melibatkan 330 musisi di 19 area pertunjukan serta menarik sekitar 30.000 pengunjung per hari. Tidak hanya panggung musik, kebutuhan energi juga menyebar ke berbagai titik penting lainnya seperti area kuliner, stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta beragam wahana hiburan. Tantangan memasok daya secara merata dan stabil ini dijawab PLN dengan kesiapan sistem pasokan serta pengamanan ekstra ketat di sepanjang festival.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin menyampaikan bahwa dukungan kelistrikan menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan acara berskala besar yang melibatkan banyak panggung dan aktivitas bersamaan. Jakarta merupakan tempat berlangsungnya berbagai acara besar yang membutuhkan dukungan kelistrikan secara optimal. PLN hadir tidak hanya untuk memastikan panggung dapat menyala, tetapi juga mendukung kelancaran seluruh aktivitas selama acara berlangsung. Dengan pasokan listrik yang andal, penyelenggara dapat fokus menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengunjung, sementara kebutuhan kelistrikan dipersiapkan dan dikawal secara penuh oleh tim di lapangan.
Kesiapan pasokan tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem pengamanan berlapis yang tangguh. PLN menyiagakan 10 Unit Gardu Bergerak (UGB) serta 5 unit suplai daya bebas gangguan (Uninterruptible Power Supply/UPS). Seluruh peralatan pendukung ini ditempatkan secara khusus untuk menjaga keberlanjutan pasokan listrik, terutama pada titik-titik krusial yang menyedot daya tinggi seperti sistem tata suara dan pencahayaan panggung utama.
Di samping pengerahan teknologi dan peralatan modern, kesuksesan pengawalan energi ini digerakkan oleh para personel ahli yang bersiaga penuh melayani lokasi acara. Moch. Andy Adchaminoerdin menegaskan bahwa keandalan listrik bukan hanya tentang memastikan lampu menyala, melainkan bagaimana seluruh aktivitas di area festival dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, peralatan pendukung dan personel disiagakan di lapangan untuk memantau kondisi kelistrikan secara waktu nyata (real time) sekaligus mengantisipasi segala kebutuhan selama acara berlangsung.
Sinergi antara ketangguhan peralatan, perencanaan matang, serta dedikasi para petugas di lapangan membuktikan komitmen PLN UID Jakarta Raya dalam mengawal kemeriahan acara hingga usai. Ketika jutaan nada tercipta dan ribuan penonton bersuka ria, energi listrik yang andal terus mengalir diam-diam, menegaskan bahwa hiburan berkelas dunia senantiasa lahir dari kesiapan infrastruktur yang tanpa cela. (Gdi)




