WANITAINDONESIA.CO — Musim seram telah resmi dimulai, menghadirkan kegembiraan bagi pencinta perayaan malam 31 Oktober untuk mulai merencanakan ragam busana terbaik mereka. Mengingat perayaan Halloween pada 2026 jatuh tepat pada hari Sabtu malam, momentum ini dinilai sebagai waktu paling ideal untuk menikmati tradisi berkeliling meminta permen atau yang dikenal sebagai trick or treat. Sebelum kehabisan atau justru berisiko menjadi kembaran orang lain di sebuah pesta, ulasan dari berbagai platform digital dan pusat penyedia kostum memberikan gambaran jelas mengenai tren busana yang akan mendominasi tahun ini. Berdasarkan laporan dari media gaya hidup Real Simple, perayaan tahun ini diprediksi akan diramaikan oleh perpaduan gaya klasik yang gelap hingga karakter layar lebar terbaru.
Gelombang busana bernuansa gelap dipastikan memimpin daftar tren populer. Berdasarkan data dari platform inspirasi visual Pinterest, konsep vampir romantis menjadi salah satu pilihan teratas dengan lonjakan pencarian riasan wajah bertema gelap yang meningkat lebih dari dua kali lipat. Perusahaan penyedia kostum Halloween Express menyatakan bahwa kostum vampir klasik dengan sentuhan gaya gotik akan menjadi primadona tahun ini. Fenomena serupa juga dicatat oleh platform video singkat TikTok, di mana pencarian terkait kostum tersebut melonjak hingga 11 kali lipat. Ketertarikan terhadap gaya serba gelap ini semakin diperkuat oleh popularitas karakter keluarga Addams menyusul kesuksesan serial televisi Wednesday di layanan siniar video Netflix.
Selain gaya gotik individu maupun kelompok dari keluarga Addams, kisah bertema manis namun bernuansa kelam seperti Nightmare Before Christmas turut menjadi favorit banyak kalangan karena menyediakan banyak pilihan karakter bagi sekelompok orang. Di sisi lain, kostum penyihir abadi kembali mencuri perhatian berkat kehadiran dua film layar lebar terbaru. Karakter Elphaba dan Galinda atau Glinda dari film Wicked menjadi pilihan sempurna bagi pasangan sahabat, sementara sebagian lainnya memilih menyalurkan sisi magis anggun yang terinspirasi dari film Practical Magic 2. Tidak ketinggalan, pengaruh perfilman modern turut memicu tren baru seperti pencarian kostum Calypso, sosok penyihir yang diperankan oleh Charlize Theron dalam film terlaris tahun ini, The Odyssey. Karakter mitologi lain dari film tersebut seperti tampilan lembut Athena ala Zendaya hingga jubah glamor Penelope yang diperankan oleh Anne Hathaway juga diprediksi menghiasi berbagai sudut pesta.
Beralih ke ranah animasi dan pahlawan super, karakter dari film waralaba populer dan dunia komik terus memikat perhatian berbagai kalangan usia. Penampilan memukau dari kelompok pahlawan dalam K-Pop Demon Hunters, kelanjutan seri kelima Toy Story, hingga petualangan Moana dipastikan kembali marak di jalanan. Tokoh pahlawan laba-laba juga diprediksi mendominasi perayaan tahun ini sebagai daya tarik utama di bioskop, bersanding dengan karakter raksasa hijau Hulk yang turut muncul dalam film Spider-Man: Brand New Day, sebagaimana dijelaskan oleh pihak Halloween Express dalam laporan tren musiman mereka.
Semarak perayaan modern yang meriah ini ternyata berakar dari sejarah panjang di daratan Eropa, jauh sebelum dikenal luas di Amerika Serikat seperti saat ini. Berdasarkan catatan sejarah perayaan, tradisi ini berawal dari festival keagamaan pagan bangsa Celtic kuno bernama Samhain yang diselenggarakan untuk merayakan tahun baru setiap tanggal 31 Oktober hingga 1 November. Masyarakat masa itu mempercayai bahwa malam pergantian tahun merupakan saat ketika batas antara dunia manusia dan dunia roh menjadi kabur, sehingga festival tersebut diadakan untuk mengusir roh-roh orang mati. Tradisi kuno ini kemudian bergeser ketika Paus Gregorius III pada abad ke-18 menetapkan tanggal 1 November sebagai hari penghormatan bagi seluruh orang kudus atau All Saints Day. Penggabungan tradisi kuno tersebut dengan malam penyambutan tanggal 31 Oktober melahirkan istilah All Hallows Eve yang seiring berjalannya waktu disingkat menjadi Halloween.
Meskipun lahir di Eropa terutama di wilayah Irlandia dan Inggris, tradisi ini mengalami puncak kepopuleran di Benua Amerika. Pada pertengahan abad ke-19, gelombang imigran baru terutama dari Irlandia membawa serta kebiasaan tersebut ke Amerika. Kendati sempat menghadapi keterbatasan akibat sistem kepercayaan yang berlaku pada masa itu, perburuan permen dan pesta kostum akhirnya melebur dengan budaya lokal hingga berkembang menjadi liburan unggulan bagi kaum muda pada dekade 1920-an hingga 1950-an. Dari sebuah ritual kuno untuk mengusir hantu yang penuh misteri, perayaan ini bertransformasi menjadi agenda hiburan global yang menyenangkan.
Dengan berbagai pilihan karakter ikonik yang siap tampil memukau di malam akhir pekan nanti, persiapan busana tentu menjadi kunci utama untuk meramaikan suasana. Apakah Anda sudah menentukan pilihan busana paling ikonik untuk merayakan malam penuh misteri tahun ini? (Gdi)





