Danone Indonesia Bangun Sarana Air Bersih dan Minum Aman di NTT

Peresmian sarana air bersih dan serah terima sarana air minum aman di SD GMIT Oenaek, Kupang, NTT, Selasa (15/7/2025). (Foto: Danone Indonesia). Foto: Istimewa.

WanitaIndonesia.co, Kupang – Air bersih dan sanitasi menjadi salah satu pilar penting bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Selaras dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Danone Indonesia terus berkomitmen melalui berbagai program kolaboratif, salah satunya dalam kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Bersama Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, Nazava, serta Koperasi Mitra Dhuafa (Komida), Danone Indonesia secara resmi meluncurkan fasilitas air bersih dan menyerahkan sarana air minum aman di SD GMIT Oenaek, Kupang, NTT, pada hari Selasa, 15 Juli 2025.

Peluncuran ini turut dihadiri oleh Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Air, Retno Marsudi, dan UN Resident Coordinator untuk Indonesia, Gita Sabharwal. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya pengelolaan air bersih sebagai prioritas dalam mendukung kehidupan masyarakat.

Fasilitas yang diresmikan di Desa Oenaek dan Sumlili, Kabupaten Kupang, merupakan bagian dari inisiatif besar yang diluncurkan sejak tahun 2020 untuk mencegah stunting di wilayah tersebut. Selain itu, Danone Indonesia menyerahkan saringan air Nazava kepada masyarakat di beberapa titik di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan guna memastikan akses air minum yang aman, baik di rumah tangga maupun fasilitas umum.

Retno Marsudi menyoroti bahwa tantangan dalam menyediakan air minum aman masih menjadi persoalan global. Angka statistik dari PBB menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang di dunia tidak memiliki akses terhadap air bersih. Lebih tragis lagi, setiap harinya 1.000 anak di bawah usia 5 tahun meninggal dunia akibat keterbatasan ini, terutama karena penyakit seperti diare yang tingkat mortalitasnya tiga kali lebih tinggi dibandingkan kekerasan.

Baca Juga :  Sambangi Rumah Duka di NTT, Kemendikdasmen Berikan Santunan

Di tingkat nasional, persoalan serupa terlihat nyata. Oleh karena itu, Retno mengapresiasi langkah kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan berbagai mitra lainnya dalam menghadirkan solusi nyata melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas akses air bersih yang lebih merata. Menurutnya, kemitraan ini merupakan fondasi dalam mengatasi isu kebersihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan air.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, drg. Iin Anggraeni, turut memberikan penghargaan atas kontribusi Danone Indonesia selama lebih dari dua dekade dalam memberikan akses air bersih ke desa-desa di wilayah NTT. Ia menambahkan bahwa usaha perusahaan dalam pencegahan stunting melalui edukasi, pelatihan masyarakat, dan pengadaan nutrisi adalah langkah komprehensif yang berdampak signifikan.

Program ini sudah menjangkau sekitar 20 desa di Kupang dan terus diperluas ke daerah lain di NTT, berusaha membawa perubahan kesehatan yang positif kepada masyarakat lokal. Ia berharap program tersebut menjadi katalis bagi kehidupan masyarakat yang lebih sehat secara berkelanjutan.

Vera Galuh Sugijanto, VP General Secretary Danone Indonesia, menyampaikan bahwa akses terhadap air bersih serta air minum yang aman merupakan elemen krusial dari kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam semangat Danone Impact Journey untuk memberikan manfaat melalui hidrasi dan nutrisi serta mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs), Danone percaya bahwa investasi dalam fasilitas ini akan membuka jalan menuju pengurangan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan terpencil seperti NTT.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di NTT mencapai angka tertinggi secara nasional sebesar 35,3 persen. Menanggapi situasi ini, program pencegahan stunting yang dirintis sejak tahun 2020 berhasil memberikan dampak nyata bagi lebih dari 79 ribu penerima manfaat melalui edukasi kesehatan, akses nutrisi yang lebih baik, hingga pelayanan air bersih dan sanitasi yang mendukung pengurangan prevalensi stunting di Kabupaten Kupang — dari angka 22,3 persen pada tahun 2020 menjadi hanya 12 persen pada tahun 2024.

Baca Juga :  PNM Peduli Masa Depan Sehat, Salurkan Bantuan Sanitasi Layak dan Air Bersih

Danone Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi tantangan besar dalam penyediaannya. Baru-baru ini, perusahaan tersebut merampungkan pembangunan fasilitas air bersih di lima desa, yang tersebar di Kabupaten Kupang dan Sumba Barat Daya. Dua dari fasilitas tersebut telah diresmikan secara simbolis hari ini, dengan kehadiran sejumlah tokoh penting seperti Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air, Kepala Perwakilan Tetap PBB di Indonesia, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bupati Kupang.

Namun, masalah air bersih tidak sekadar tentang akses, melainkan juga kemampuan masyarakat untuk mengolahnya menjadi air minum yang aman. Untuk itu, Danone Indonesia menggandeng NAZAVA dalam mendistribusikan 1.500 saringan air minum berkualitas tinggi ke berbagai wilayah di NTT. Sebagai langkah awal, 500 unit saringan telah diserahkan langsung kepada masyarakat di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan (TTS). Tidak berhenti di situ, mereka juga memulai program distribusi bersubsidi dengan 1.000 unit lainnya melalui Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA), yang memungkinkan masyarakat mendapatkan water filter ini melalui skema kredit mikro. Kolaborasi ini dilakukan bersama MPM Muhammadiyah dan Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM).

Baca Juga :  Krisis Air Bersih Hingga Ancaman Kesehatan, Dompet Dhuafa Kolaboraksi IKA Fikom Unpad Lakukan Tinjauan Potensi Program Bagi Warga Jatigede

Co-Founder Nazava Water Filters, Guido van Hofwegen, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, model distribusi bersubsidi ini bukan hanya memastikan masyarakat mendapatkan akses ke air minum yang bersih dan sehat tetapi juga berkelanjutan. Guido menekankan bahwa produk ini dirancang untuk memberikan solusi praktis yang dapat langsung dimanfaatkan di rumah-rumah.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT, Mukhsin Masri, yang menilai program ini sebagai wujud nyata dari kolaborasi positif antara berbagai pihak. Baginya, inisiatif ini sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa program seperti ini dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan dengan saling membantu memenuhi kebutuhan mendasar, khususnya dalam menyediakan air bersih dan air minum yang layak.

Semangat kolaborasi lintas sektor ini juga diamini oleh Vera Galuh Sugijanto, salah satu perwakilan dari Danone Indonesia. Ia menyatakan bahwa kerjasama yang terjalin dengan berbagai mitra adalah kunci utama dalam menjawab tantangan besar yang dihadapi Indonesia terkait air bersih. Lebih dari itu, inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan—khususnya poin keenam terkait akses universal terhadap air bersih dan sanitasi. Vera menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri.

Langkah-langkah strategis seperti ini menunjukkan betapa kuatnya dampak positif yang bisa diciptakan melalui sinergi lintas sektor. Dengan melibatkan perusahaan, komunitas lokal, dan mitra strategis lainnya, perjalanan menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera menjadi semakin nyata untuk diwujudkan. (srv)