Bukan Sekadar Angka! JICT Cetak Rekor ‘Zero Fatality’ 2025

Manajemen PT Jakarta International Container Terminal (JICT) berfoto bersama setelah meraih penghargaan bergengsi Zero Fatality 2025 dari Pelindo di Jakarta, Rabu (11/2/2026). (HO-JICT)

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah tekanan efisiensi global dan lonjakan aktivitas logistik yang masif sepanjang tahun lalu, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) berhasil menorehkan capaian krusial. JICT resmi mengantongi penghargaan Zero Fatality 2025, sebuah pengakuan atas keberhasilan perusahaan menjaga nihil kecelakaan kerja fatal di lingkungan operasional yang berisiko tinggi.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam ajang Safety Forum 2026 yang diselenggarakan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada 10-11 Februari 2026. Capaian ini memposisikan JICT bukan sekadar sebagai operator terminal, melainkan sebagai standar baru dalam manajemen risiko pelabuhan nasional.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Direktur Utama JICT, Ade Hartono, menegaskan bahwa keselamatan kerja (K3) kini telah bergeser dari isu kepatuhan (compliance) menjadi variabel ekonomi yang menentukan daya saing.

Baca Juga :  RCTI dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Hadirkan Indonesian Music Awards (IMA) 2025

“Di bisnis terminal peti kemas, downtime atau waktu henti akibat insiden keselamatan berdampak langsung pada throughput (kapasitas bongkar muat), service level, dan akhirnya kepercayaan pelanggan global. Zero fatality bukan sekadar capaian K3, melainkan strategi menjaga keberlanjutan bisnis,” ujar Ade.

Bagi JICT, setiap menit yang terhenti akibat kecelakaan kerja adalah kerugian finansial yang nyata bagi ekosistem logistik. Oleh karena itu, zero fatality dipandang sebagai indikator utama kualitas tata kelola operasional perusahaan.

Sebagai gerbang utama arus barang internasional, JICT beroperasi dengan intensitas tinggi yang melibatkan alat berat, kapal raksasa, dan ribuan kontainer setiap harinya. Profil risiko yang kompleks ini menuntut sistem manajemen keselamatan yang disiplin dan terintegrasi dalam manajemen risiko korporasi.

Baca Juga :  TRANS7 Raih Tiga Penghargaan di Anugerah Syiar Ramadan 2025

Ade menambahkan bahwa JICT memandang keselamatan sebagai bentuk investasi, bukan biaya tambahan.

Investigasi Berbasis Pembelajaran: Setiap insiden kecil diinvestigasi secara mendalam untuk memperkuat reliabilitas operasi.

Paradigma Preventif: Melalui sistem Contractor Safety Management System (CSMS), JICT memastikan seluruh mitra kerja mengikuti standar keselamatan yang sama.

Keberhasilan JICT juga dipertegas dengan diraihnya penghargaan Best Investigator 2025 yang diberikan kepada individu di JICT. Apresiasi ini diberikan atas kontribusi signifikan dalam melakukan investigasi insiden dan tindak lanjut perbaikan yang preventif. Hal ini membuktikan bahwa budaya keselamatan di JICT telah meresap hingga ke level individu, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.

Baca Juga :  Terima Kasih Donatur, Awali 2026 Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Customer Experience Award

Safety Forum 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi Seluruh Insan Pelindo Group untuk Pencapaian Zero Fatality” menjadi momentum bagi JICT untuk memperkuat sinergi dengan entitas Pelindo lainnya. Melalui optimalisasi hasil investigasi dan pembangunan ekosistem K3 yang matur, JICT optimis daya saing logistik Indonesia akan semakin diperhitungkan di kancah internasional.

“Keunggulan operasional tidak hanya diukur dari kecepatan bongkar muat, tetapi juga dari seberapa aman dan terkendalinya proses tersebut. Zero fatality adalah bukti bahwa sistem kami bekerja,” tutup Ade. (Gdi)