Apakah Kebiasaan Minum Kopi Perlahan Mengikis Kekuatan Tulang?

Seorang barista tengah menyiapkan secangkir kopi bagi pelanggan. Gdi

WANITAINDONESIA.CO — Aroma kopi yang menyeruak di pagi hari sering kali menjadi pemicu semangat untuk memulai aktivitas harian. Kehangatan dan sensasi kafeinnya seolah menjadi pelukan hangat yang tak tertandingi. Namun, di balik kenikmatan tegukan demi tegukan tersebut, tersimpan sebuah fakta medis yang patut dicermati mengenai dampaknya terhadap kesehatan rangka tubuh. Penyelidikan ilmiah terbaru mengungkapkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan setiap hari memiliki keterkaitan erat dengan penurunan kepadatan mineral tulang (bone mineral density).

Riset jangka panjang yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nutrients mengamati kebiasaan minum kopi dan teh pada 9.704 partisipan berusia 65 tahun ke atas selama rentang waktu sepuluh tahun. Tim peneliti secara berkala mengukur kepadatan mineral tulang pada bagian leher tulang paha (femoral neck) dan panggul, yang merupakan titik paling rentan mengalami keretakan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keterikatan pada cangkir kopi dalam jumlah tinggi dapat memicu dampak negatif yang cukup signifikan pada kepadatan tulang.

Baca Juga :  Cerita Ganindra Bimo Jadi Penggila Kopi, Hobi Berburu Kopi Hidden Gems

Dampak buruk ini tidak timbul pada konsumsi kopi skala wajar, melainkan pada ambang batas intake tertentu. Partisipan yang meminum kopi dalam porsi moderat, yaitu sebanyak dua hingga tiga cangkir sehari, tidak menunjukkan adanya gangguan kesehatan tulang. Bahaya baru mengintai ketika konsumsi melonjak hingga melebihi lima cangkir sehari, di mana penurunan kepadatan mineral tulang terlihat semakin nyata. Penurunan kepadatan tulang ini juga tercatat lebih pekat pada individu yang memiliki riwayat konsumsi minuman beralkohol.

Proses biologis di balik penurunan kualitas tulang tersebut berkaitan langsung dengan zat aktif di dalam biji kopi. Co-author riset Flinders University, Ryan Liu, menjelaskan mekanisme terjadinya interaksi zat tersebut di dalam tubuh. “Kandungan kafein pada kopi, dalam studi laboratorium, terbukti dapat mengganggu penyerapan kalsium dan metabolisme tulang (bone metabolism), meskipun efek ini tergolong kecil dan dapat dinetralkan dengan menambahkan susu,” ujar Ryan Liu.

Baca Juga :  Rayakan Hari Kopi Sedunia, Merlynn Park Hotel Jakarta Gelar Acara "Ngop_duls"

Menariknya, penelitian yang disadur dari pemberitaan New York Post ini juga menemukan fakta berlawanan pada konsumsi teh. Kebiasaan minum teh justru berkorelasi positif dengan kepadatan tulang panggul yang lebih baik. Ryan Liu menambahkan bahwa senyawa katekin (catechins) yang melimpah di dalam teh dapat mendorong pembentukan tulang sekaligus memperlambat proses pengeroposan tulang.

Meskipun temuan ini memberikan pandangan baru, para pakar mengimbau agar masyarakat menyikapinya secara bijak. Ahli gizi terdaftar sekaligus Profesor Adjunct Nutrisi di New York University, Lisa Young, memberikan catatan penting terkait temuan tersebut. “Temuan ini harus disikapi dengan cermat karena studi bersifat observasional yang menunjukkan hubungan korelatif, bukan bukti kausalitas langsung bahwa kopi melemahkan tulang atau teh menguatkannya,” tutur Lisa Young. Beliau menegaskan bahwa penentu utama kekuatan tulang tetap berada pada kecukupan asupan kalsium, vitamin D, olahraga beban secara teratur, serta menghindari rokok dan alkohol berlebih.

Baca Juga :  Inovasi Fermentasi Nanas Kopi Lembang Tembus Arab Saudi, Kemnaker Turun Tangan Gembleng Petani

Adjunct Associate Professor dari College of Medicine and Public Health Flinders University, Enwu Liu, menyimpulkan penemuannya dengan pesan yang menenangkan. “Hasil studi kami tidak berarti Anda harus berhenti minum kopi sama sekali atau mulai minum teh bergalon-galon,” ungkap Enwu Liu. “Namun, menikmati secangkir teh setiap hari bisa menjadi langkah sederhana pendukung kesehatan tulang, sementara membatasi kopi agar tidak berlebihan adalah pilihan yang jauh lebih bijak,” pangkasnya.

Menjaga gaya hidup seimbang adalah kunci utama untuk menikmati setiap momen kehidupan tanpa harus mengorbankan kesehatan masa depan. Cobalah untuk mulai mendengarkan kebutuhan tubuh dan menyelingi rutinitas minum kopi harian dengan segelas teh hangat yang menenangkan. Selamat merawat kesehatan diri dan menikmati hari dengan cangkir favorit Anda! (Gdi)