Inovasi Fermentasi Nanas Kopi Lembang Tembus Arab Saudi, Kemnaker Turun Tangan Gembleng Petani

Ilustrasi kopi dari petani lokal. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Langkah inovatif pelaku usaha kopi asal Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, berhasil menghebohkan pasar internasional lewat racikan biji kopi arabika beraroma fermentasi nanas. Keberhasilan menembus pasar Arab Saudi tersebut memikat perhatian Kementerian Ketenagakerjaan untuk menerjunkan program pelatihan gratis demi menggenjot kapasitas produksi lokal.

Keajaiban cita rasa kopi fermentasi ini berawal dari keberhasilan pengiriman perdana sebanyak 4 ton green bean (biji kopi mentah) ke Arab Saudi dengan nilai transaksi mencapai Rp800.000.000. Meski pesanan awal pasar Timur Tengah tersebut sejatinya menembus angka 25 ton, keterbatasan bahan baku dan kapasitas produksi membuat para petani lokal baru sanggup memenuhi sebagian kecil dari total permintaan pasar.

Baca Juga :  Dari Citra Pariwara ke Cannes Lions, Wardah Bawa Inovasi Berbasis Empati Lewat Hear in Hijab ke Panggung Global

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk menggembleng 50 hingga 100 pelaku usaha kopi daerah melalui program peningkatan keterampilan terpadu secara cuma-cuma. Program tersebut dirancang mencakup seluruh ekosistem produksi, mulai dari seleksi pembibitan, tata kelola lahan, teknik pemanenan presisi, hingga proses pengolahan pascapanen berstandar global.

“Kita bisa memberikan pelatihan gratis untuk 50 sampai 100 orang, mulai dari bibit, bagaimana mengelola lahannya, panen, sampai kemudian pengolahannya. Saya dengar Bandung Barat ini sudah ekspor kopi, bahkan kalau tidak salah sudah sampai 4 ton. Ini luar biasa, tinggal bagaimana kita tingkatkan lagi kapasitasnya,” ujar Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Bandung Barat.

Baca Juga :  Cara Membersihkan Noda Kopi dan Teh Di Gelas

Langkah responsif dari pemerintah ini disambut hangat oleh para pelaku usaha di lapangan yang selama ini berjuang memenuhi lonjakan permintaan ekspor. Manajer Tonas Kopi sekaligus petani milenial Dikdik Ramdaniansyah mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi kelompoknya dalam menjaga konsistensi pasokan biji kopi berkualitas tinggi di tingkat desa.

“Awalnya, mereka melakukan pemesanan sebanyak 25 ton. Namun, karena situasi dan kondisi yang kurang memungkinkan, kami baru mampu menyanggupi pengiriman sebanyak 4 ton,” ungkap Manajer Tonas Kopi Dikdik Ramdaniansyah.

Saat ini unit usaha tersebut telah menyerap sekitar 50 ton kopi dari para petani di Desa Cibodas. Target produksi mendatang dipatok melonjak hingga 3 kali lipat dengan kebutuhan bahan baku melebihi 100 ton kopi segar. Sentuhan pelatihan intensif dari Kementerian Ketenagakerjaan diyakini menjadi kunci emas untuk mengubah keterbatasan produksi menjadi peluang bisnis raksasa yang siap menguasai pasar dunia.

Baca Juga :  Menjaga Gambut Tetap Basah, Inovasi Deteksi Dini Karhutla BRIN Mampu Cegah Bencana Ekologis

Sensasi keharuman kopi fermentasi nanas khas Lembang ini membeberkan bukti nyata bahwa kreativitas lokal sanggup mengguncang selera dunia. Mari terus dukung karya anak bangsa dan bagikan kisah inspiratif ini agar semakin banyak produk nusantara yang berani mendominasi panggung global. (Gdi)