Anak Makin Akrab dengan AI, Ini Panduan OpenAI untuk Orang Tua Dampingi Remaja

(kiri-kanan) Damar Wahyu Damayanti (Parenting Educator dan Co-Founder,Good Enough Parents), Sandy Kunvatanagarn (Head of Policy, Southeast Asia, OpenAi), Pritta Tyas Mangestuti,Psikolog Klinis dan Keluarga sekaligus Co-Founder,Good Enough Parents.

WANITAINDONESIA.CO — OpenAI memperkenalkan PandAI untuk Keluarga (Panduan Praktis AI untuk Keluarga), panduan praktis yang membantu orang tua dan remaja menggunakan AI bersama secara lebih aman dan bertanggung jawab. Melalui PandAI, keluarga diajak untuk memulai percakapan, mengeksplorasi penggunaan AI bersama, serta membangun kebiasaan yang sesuai dengan kebutuhan dan usia remaja. PandAI untuk Keluarga dapat diakses melalui tautan berikut.

PandAI hadir di tengah semakin dekatnya AI dengan keseharian remaja. Data global OpenAI menunjukkan bahwa 9 dari 10 pengguna remaja memanfaatkan ChatGPT setiap minggu, mulai dari belajar hingga mendukung produktivitas. Peran orang tua dalam mendampingi mereka tentunya semakin penting. Namun, survei global UNICRI tahun 2025 menunjukkan bahwa 44% orang tua merasa belum memiliki pengetahuan yang cukup untuk membimbing anak menggunakan AI.

PandAI hadir untuk membantu keluarga memahami AI bersama, membangun kebiasaan berpikir kritis, menjaga privasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Panduan ini dibuat relevan dengan keseharian sehingga orang tua dapat mendampingi remaja dengan cara yang lebih terbuka dan sesuai kebutuhan keluarga.

Baca Juga :  Ambisi Global Konferensi AI China Tanpa Raksasa Teknologi

“AI dapat membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk belajar dan mengeksplorasi hal baru. Di saat yang sama, orang tua tentu ingin tetap merasa yakin bahwa AI digunakan dengan perlindungan dan pendampingan yang tepat. Keluarga tidak perlu memilih antara akses terhadap teknologi dan keamanan karena keduanya dapat berjalan beriringan. Karena itu, keterlibatan orang tua tetap penting untuk menciptakan ruang yang terbuka bagi remaja untuk berdiskusi dan menentukan batasan bersama. Melalui PandAI, kami berharap semakin banyak keluarga yang merasa lebih siap untuk menjalani proses ini bersama,” ujar Head of Policy, Southeast Asia, OpenAI, Sandy Kunvatanagarn.

Membangun Percakapan Seputar AI dalam Keseharian Keluarga

PandAI diharapkan dapat membantu keluarga membicarakan AI lewat situasi sehari-hari dan dikembangkan bersama Good Enough Parents, platform edukasi parenting Indonesia, agar relevan dengan kebutuhan keluarga di Indonesia. Panduan ini dilengkapi Kartu mAIn, kartu percakapan yang mengajak orang tua dan remaja berdiskusi tentang berpikir kritis, privasi, serta kapan perlu mencari dukungan dari orang lain, untuk memastikan panduan yang diberikan tetap relevan dengan pengalaman dan kebutuhan keluarga.

Baca Juga :  Hacks Canggih Galaxy S25 Series: AI Jadi Kunci Produktivitas Maksimal

“Mendampingi remaja di tengah perkembangan AI bukan berarti orang tua harus selalu memiliki semua jawabannya. Hal yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar bersama, mendengarkan bagaimana remaja menggunakan AI, dan membuka ruang bagi mereka untuk bercerita tentang pengalaman tersebut. PandAI dapat menjadi titik awal bagi keluarga untuk membangun kebiasaan tersebut dan menentukan cara menggunakan AI yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ujar Damar Wahyu Wijayanti, Parenting Educator dan Co-Founder, Good Enough Parents.

Dukung Pengalaman AI yang Lebih Aman dan Sesuai Usia bagi Remaja

Selain PandAI, OpenAI sebelumnya telah juga memperkenalkan ChatGPT untuk Remaja, pengalaman yang diterapkan otomatis bagi pengguna yang teridentifikasi berusia di bawah 18 tahun. Pengalaman ini menghadirkan perlindungan yang sesuai usia, fitur keamanan dan pembelajaran tambahan, serta dukungan dari orang dewasa tepercaya.

ChatGPT untuk Remaja juga dilengkapi dengan sejumlah fitur yang mendukung penggunaan AI secara lebih sehat dan terarah, termasuk Pengingat Istirahat, Jam Tenang, hingga Mode Belajar. Melalui fitur Pengawasan Orang Tua, orang tua dapat menghubungkan akun mereka dengan akun remaja untuk mengelola sejumlah pengaturan, menetapkan Jam Tenang, serta menerima notifikasi keamanan dalam situasi tertentu yang berisiko tinggi. Pada saat yang sama, privasi percakapan remaja tetap terjaga karena orang tua tidak memiliki akses untuk melihatnya.

Baca Juga :  Inovasi Terbaru Samsung: Galaxy Z Fold6 yang Tipis, Ringan, dan Penuh Keunggulan

“Remaja masih berada dalam proses belajar mengenali batasan dan mengambil keputusan secara mandiri. Kehadiran perlindungan yang disesuaikan bagi remaja, seperti yang diterapkan OpenAI dalam ChatGPT untuk Remaja, menjadi langkah positif untuk melengkapi peran orang tua dalam mendampingi penggunaan AI. Teknologi dapat membantu menciptakan ruang yang lebih aman, tetapi keterlibatan orang tua tetap penting agar remaja memiliki tempat untuk bertanya dan mencari dukungan ketika membutuhkannya,” ujar Pritta Tyas Mangestuti, Psikolog Klinis dan Keluarga sekaligus Co-Founder, Good Enough Parents. (Srv)

Akses untuk berbagai sumber daya OpenAI untuk membantu remaja dan keluarga menggunakan AI dengan lebih aman tersedia di laman ini.

https://drive.google.com/file/d/1UfKN7TTV-ZZ5g67hkX01BVzc4eaKqHVE/view?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1GCVUhD6fV464miT4lUBz6nMW2kxPUKgK/view?usp=drivesdk

https://drive.google.com/file/d/1Sb1S-6bR0Z8wHiw06TfBw2sZxqOE5Ric/view?usp=drivesdk