Anak-Anak di Kota Tangerang Bakal Diantar Ayahnya ke Sekolah

Arsip suasana hari pertama masuk sekolah. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Hari pertama masuk sekolah sering kali diidentikkan dengan hiruk-pikuk para ibu yang sibuk menyiapkan segala keperluan buah hati. Namun, pemandangan berbeda dipastikan bakal terlihat di Kota Tangerang pada tahun ajaran baru ini. Lewat sebuah kebijakan resmi, para ayah kini memegang kendali penuh untuk berada di garda terdepan, menggandeng tangan anak mereka melintasi gerbang sekolah demi sebuah memori masa kecil yang tak terlupakan.

Kebijakan unik ini diatur lewat Surat Edaran (SE) Nomor 15310 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak Di Hari Pertama Sekolah. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sengaja melahirkan kebijakan tersebut sebagai bentuk nyata untuk memperkuat peran kepala keluarga dalam pola pengasuhan yang kolaboratif (collaborative parenting). Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas pentingnya kehadiran figur ayah saat anak memulai langkah baru di dunia pendidikan.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menegaskan bahwa aturan ini bukan sekadar imbauan di atas kertas. Surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, merupakan langkah estafet dari instruksi pusat, yakni Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nomor 17 Tahun 2026. Aturan pusat tersebut mengatur tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).

Baca Juga :  Kesempatan Emas! Pendaftaran TKA Dibuka, Kepala BSKAP: Kenali Potensi dan Kembangkan Akademikmu

”Gerakan ini bertujuan meningkatkan kualitas keluarga melalui keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak,” ujar Ruta Ireng Wicaksono saat memberikan keterangan resmi di Tangerang.

Kehadiran sosok ayah atau wali laki-laki pada hari pertama sekolah diyakini mampu memberikan suntikan dukungan emosional (emotional support) yang masif bagi anak. Selain menumbuhkan semangat belajar yang tinggi, momen langka ini juga dirancang untuk membuka jalur komunikasi yang lebih erat antara orang tua dan pihak sekolah. Sinergi ini penting agar proses pemantauan karakter anak berjalan selaras antara rumah dan kelas.

Baca Juga :  DMC Dompet Dhuafa Gulirkan Perahu Tunjang Transportasi Sekolah

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, secara khusus mengajak seluruh warganya untuk tidak menyia-nyiakan momentum emas ini. Baginya, ikatan batin antara orang tua dan anak sering kali justru terbangun dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Kehadiran ayah di hari primeira sekolah bukan hanya sekadar mengantar anak, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral dan perhatian yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter serta motivasi belajar anak,” tutur Sachrudin penuh penekanan.

Keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan gerakan ini bahkan menyasar internal birokrasi. Pemkot Tangerang menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk menjadi teladan utama. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diminta memberikan kelonggaran waktu kedinasan. Fleksibilitas ini diberikan agar para abdi negara dapat menjalankan peran sentralnya sebagai ayah di rumah tanpa perlu khawatir mengorbankan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Lebih jauh, para ayah juga didorong memanfaatkan waktu pagi tersebut untuk bertatap muka dan berdialog langsung dengan wali kelas atau guru. Diskusi santai mengenai potensi akademis maupun bakat unik anak diharapkan bisa langsung dipetakan sejak hari pertama melangkah ke sekolah.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa dan Chubb Life Indonesia Ajak Anak-Anak dan UMKM Meriahkan Bulan Ramadan

”Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Pemkot Tangerang berharap budaya keterlibatan ayah dalam pengasuhan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus tumbuh menjadi kebiasaan positif di lingkungan keluarga,” kata Ruta Ireng Wicaksono menutup penjelasannya.

Pada akhirnya, pendidikan terbaik bagi anak tidak pernah bertumpu pada satu peran saja. Di balik seragam sekolah yang rapi dan tas baru yang digendong sang anak, ada genggaman erat seorang ayah yang siap mengantarkan mereka menuju masa depan. Kebijakan ini menjadi pengingat berharga bagi kita semua: bahwa dalam riuhnya dunia kerja dan kesibukan mencari nafkah, hadir secara utuh di momen-momen penting anak adalah investasi terbaik yang tidak bisa dibeli dengan apa pun. (Gdi)