WANITAINDONESIA.CO — Senyum hangat dan tawa renyah menghiasi wajah 32 penghuni panti lansia di Depok saat alunan lagu nostalgia berkumandang. Di sudut ruangan lain, jemari yang tak lagi muda tampak telaten menggoreskan warna di atas kain bermotif tradisional. Keseruan ini bukan sekadar hiburan pengisi waktu luang, melainkan sebuah terobosan terapi kreatif untuk menjaga ketajaman daya ingat dan emosi para usia lanjut.
Gangguan fungsi otak seperti sifat mudah lupa hingga pikun (demensia) kerap menjadi ancaman nyata yang menurunkan kualitas hidup di usia senja. Menjawab tantangan tersebut, lima mahasiswa Universitas Indonesia menggagas sebuah pendekatan inovatif yang menggabungkan terapi musik dan terapi seni visual secara interaktif.
Pendekatan ini sengaja dirancang untuk merangsang otak lansia melalui cara yang menyenangkan dan penuh kehangatan. Musik dipilih karena melodi masa lalu mampu membangkitkan ingatan emosional, sementara aktivitas seni mengasah fokus dan keterampilan motorik halus.
“Kami melihat gangguan kognitif seperti mudah lupa dan demensia menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian. Musik dan seni kami pilih karena keduanya terbukti secara ilmiah mampu menstimulasi memori, atensi, sekaligus regulasi emosi,” ujar Ketua Tim Universitas Indonesia, Amirah.
Dalam pelaksanaan program bertajuk Nada Warna ini, para lansia diajak aktif bernyanyi, menepuk tangan mengikuti irama, serta memainkan instrumen musik sederhana. Tidak berhenti di situ, imajinasi mereka kembali diasah lewat kegiatan mewarnai tas kain, melukis pot tanaman, hingga menghias kipas bambu.
Sebelum program dijalankan, tim mahasiswa melakukan pengukuran awal terhadap tingkat kesehatan otak para peserta menggunakan tes kesehatan mental standar. Berdasarkan evaluasi awal tersebut, seluruh materi kegiatan disesuaikan secara khusus agar pas dengan kemampuan masing-masing individu.
Inisiatif yang berlangsung sebanyak 12 kali pertemuan ini membawa perubahan suasana yang sangat bermakna bagi penghuni maupun pengelola Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.
“Sangat bersyukur melihat oma dan opa lebih bersemangat dan melakukan banyak kegiatan setiap harinya dengan adanya program ini. Pembelajaran yang diberikan tentunya akan sangat membantu kami ke depannya. Dengan kehadiran mahasiswa secara berkelanjutan, saya melihat oma dan opa juga merasa nyaman,” ungkap Ketua Perawat Panti Werdha Muslim Rumah OMA, Leni Prianti.
Program dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat ini digawangi oleh Amirah bersama Nabak, Kayla, Taulifa, dan Fajar, di bawah bimbingan dosen Faizah Abdullah. Usaha mereka membuktikan bahwa stimulasi otak tidak selalu harus lewat metode medis yang kaku, tetapi bisa hadir melalui harmoni nada dan goresan warna yang memanusiakan.
Menjaga kesehatan memori di usia lanjut adalah investasi kasih sayang yang berharga. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat bagi semua orang bahwa kehangatan, musik, dan seni memiliki daya pikat ajaib untuk merawat asa dan kebahagiaan para orang tua hingga akhir hayat. (Gdi)





