Lebaran Betawi di Lapangan Banteng Mengintip Hangatnya Tradisi Nyorog hingga Nostalgia Layar Tancep

Dodol Betawi selalu hadir dan meramaikan penyelenggaraan Lebaran Betawi. Instragram

WANITAINDONESIA.CO – Akhir pekan ini, Lapangan Banteng menyulap diri menjadi muara kerinduan bagi warga Jakarta. Perayaan Lebaran Betawi 2026 resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, pada Sabtu (11/4).

Bukan sekadar festival tahunan, momen ini menjadi pengingat bagi kita para perempuan dan ibu tentang pentingnya menjaga akar budaya di tengah hiruk-pikuk kota global.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa meski Jakarta bertransformasi menjadi kota modern, identitas Betawi adalah jiwa yang tidak boleh hilang. “Budaya Betawi adalah identitas utama yang harus terus hidup di tengah perubahan zaman,” ungkapnya di sela-sela kemeriahan acara, Sabtu.

Baca Juga :  Memeluk Kedamaian di Bhutan: Perjalanan Jiwa Melintasi Waktu dan Tradisi

Bagi Moms yang ingin mengajarkan nilai kesantunan pada si kecil, Lebaran Betawi adalah “sekolah” kehidupan yang sempurna.

Di sini, nilai-nilai kekeluargaan digambarkan dengan sangat cantik melalui beberapa tradisi khas:

  1. Tradisi Nyorog: Kebiasaan mengantar makanan kepada orang tua atau sesepuh. Ini adalah simbol kasih sayang dan kepedulian sosial yang masih sangat relevan untuk diajarkan kepada generasi alfa.
  2. Tradisi Ngider: Momen keliling mengunjungi sanak saudara untuk mempererat silaturahmi lintas generasi.
  3. Penghormatan pada Sesepuh: Menegaskan kembali adab mencium tangan dan memohon maaf kepada yang lebih tua.

Ikon Baru Wisata Budaya

Pramono Anung juga mengungkapkan rencananya menjadikan Lapangan Banteng sebagai pusat kegiatan budaya masa depan. Dengan nilai historisnya yang kuat, area ini kini menjadi ruang publik yang inklusif—tempat di mana keluarga bisa berkumpul, berolahraga, sekaligus mengenal sejarah bangsa.

Baca Juga :  Siap-Siap Nyak, Babe! Lebaran Betawi 2026 Hadir di Lapangan Banteng

Jika Moms berencana mampir besok, Minggu (12/4), persiapkan diri untuk rangkaian acara yang family-friendly:

  1. Wisata Kuliner & Bazar UMKM: Saatnya memanjakan lidah dengan kerak telor, dodol betawi, hingga bir pletok yang segar. Jangan lupa borong produk lokal di bazar UMKM untuk mendukung ekonomi kreatif!
  2. Karnaval Budaya & Permainan Tradisional: Ajak si kecil lepas dari gadget sejenak dengan pengenalan permainan tradisional dan dongeng rakyat yang interaktif.
  3. Hiburan Rakyat: Mulai dari senam bersama di pagi hari hingga prosesi hantaran yang penuh warna.
Baca Juga :  Rayakan 50 Tahun, The Body Shop Hadirkan Nostalgia Dewberry

“Melalui Lebaran Betawi, kita tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga merawat kebersamaan dan memperkuat persatuan,” tutup Pramono.

Yuk, luangkan waktu esok hari! Mari kita rayakan identitas Jakarta dengan balutan kebaya encim favorit atau sekadar menikmati kehangatan suasana bersama orang-orang tersayang. Karena di balik kota yang maju secara ekonomi, Jakarta yang kuat adalah Jakarta yang menjaga tradisinya. (Gdi)