Daya Pikat Magma Anak Krakatau Menyeruak, Kemenpar Wanti-Wanti Bahaya Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau. (Tangkapan Layar Live Pos Pengamatan)

WANITAINDONESIA.CO — Sensasi berdiri menatap megahnya Gunung Anak Krakatau selalu berhasil memikat para pencinta petualangan alam. Namun, ketika sang anak gunung api kembali bergolak dan menyebarkan hujan abu, batas antara sensasi liburan seru dan bahaya nyata menjadi sangat tipis. Guna memastikan keselamatan para pelancong yang berada di area paparan abu vulkanik, pemerintah mulai mengambil langkah tegas demi mencegah terjadinya potensi musibah yang tidak diinginkan.

Erupsi Gunung Anak Krakatau baru-baru ini melontarkan material abu vulkanik yang dampaknya meluas hingga ke kawasan pesisir Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Menyikapi situasi genting ini, Kementerian Pariwisata melayangkan imbauan serius agar masyarakat maupun wisatawan menahan diri dan selalu memprioritaskan keselamatan di atas segalanya.

Baca Juga :  Jangan Dibiarkan Menumpuk, Bahaya Abu Vulkanik Bisa Merusak Bodi dan Komponen Kendaraan Secara Permanen

“Wisatawan di wilayah terdampak paparan abu di pesisir Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Lampung diimbau mengurangi aktivitas di ruang terbuka, menggunakan masker serta penutup mata (kacamata pelindung), dan selalu mematuhi jarak radius aman yang ditetapkan pihak berwenang,” ujar Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono, di Jakarta pada Rabu.

Imam Priyono juga menegaskan bahwa setiap orang yang berencana bepergian wajib memeriksa pembaruan informasi perjalanan dari sumber tepercaya. Penilaian tingkat bahaya maupun larangan berkegiatan di sekitar gunung api merupakan wewenang mutlak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta pemerintah daerah. Oleh karena itu, pengelola objek wisata gunung api diinstruksikan untuk segera menutup gerbang masuk (entry gate) dan jalur pendakian jika kondisi dinilai berbahaya, lengkap dengan barikade dan papan peringatan yang jelas.

Baca Juga :  Kemenpar Fasilitasi Business Matching Industri Pariwisata RI-Korsel di IBM 2025

Selain penutupan akses, pengelola destinasi diwajibkan menyiapkan langkah mitigasi teknis seperti mengaktifkan jalur penyelamatan (evakuasi) dan rutin membersihkan sarana publik dari timbunan abu. Pelibatan Kelompok Sadar Wisata juga didorong untuk membagikan penutup mulut dan hidung (masker) gratis serta mendampingi wisatawan. Demi keamanan ekstra, Kementerian Pariwisata meminta wisatawan hanya menggunakan jasa pemandu bersertifikat yang memahami standar prosedur operasional medan ekstrem.

Baca Juga :  Dentuman Mencekam Gunung Anak Krakatau Membawa Trauma Tsunami, BNPB Minta Pesisir Banten-Lampung Jangan Panik

Langkah kewaspadaan ini menjadi kunci utama agar pesona keindahan alam Indonesia tetap bisa dinikmati tanpa harus mempertaruhkan keselamatan jiwa. Sebelum melangkah pergi menikmati indahnya alam Nusantara, pastikan Anda sudah membekali diri dengan informasi paling terpercaya dan mematuhi seluruh panduan keselamatan dari petugas di lapangan. (Gdi)