
WANITAINDONESIA.CO – Pagi yang riuh di Stasiun Rawa Buntu kini menyimpan sebuah cerita pergerakan baru bagi puluhan ribu penglaju harian. Denyut aktivitas stasiun yang saban hari dipadati 40.000-45.000 penumpang tersebut mulai terasa lebih longgar dan tertata. Terobosan ini hadir seiring dilakukannya langkah konkret uji coba pemindahan gerbang pengetukan (tapping gate) pada Sabtu (3/10), sebuah kerja sama strategis antara Perum Perumnas bersama KAI Commuter dan para pemangku kepentingan terkait demi memangkas lekuk antrean serta menyegarkan pengalaman bertransportasi warga.
Langkah ini bukan sekadar menggeser pintu masuk, melainkan strategi besar memperkuat konektivitas hunian berkonsep kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD) di Samesta Mahata Serpong. Integrasi yang kian padu ini dirancang khusus untuk mengalirkan pergerakan manusia secara lancar, menghubungkan pintu rumah dengan peron kereta api harian (KRL) tanpa sekat yang menyulitkan.
Direktur Manajemen Risiko dan Legal Perum Perumnas, Nixon Sitorus, menegaskan bahwa esensi dari hunian modern berbasis transit terletak pada kemudahan pergerakan penghuni dan masyarakat sekitar dalam beraktivitas harian.
“Bagi Perumnas, TOD bukan sekadar membangun hunian di dekat stasiun, tetapi bagaimana hunian tersebut benar-benar terhubung dengan transportasi publik dan mempermudah mobilitas masyarakat. Pemindahan tapping gate Stasiun Rawa Buntu menjadi salah satu langkah konkret untuk menghadirkan akses yang lebih nyaman, aman, dan efisien bagi penghuni Samesta Mahata Serpong maupun masyarakat pengguna KRL,” ujar Nixon dalam keterangan yang diterima, Selasa.
Sinergi kuat ini terbukti mampu melahirkan perubahan nyata di lapangan. Nixon menambahkan bahwa keberhasilan perbaikan layanan ini berakar dari kolaborasi yang erat bersama KAI, KAI Commuter, Kementerian Perhubungan, serta seluruh pemangku kepentingan. Fokus utama pengembangan Stasiun Rawa Buntu dipastikan akan selalu bertumpu pada aspek keselamatan, aksesibilitas, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa kereta komuter.
Senada dengan hal tersebut, Train Services Facilities and Customer Care Vice President PT Kereta Commuter Indonesia, Adli Hakim Nasution, menyampaikan bahwa peresmian akses anyar ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang bersama Perumnas.
“Ini merupakan proyek TOD yang ketiga bersama Perumnas. Sebelumnya pada 2025 di Tanjung Barat, kemudian pada 2026 ada Pondok Cina dan Rawa Buntu yang sudah dibuka untuk area TOD. Semoga dengan pembukaan ini dapat menambah kemudahan bagi masyarakat secara umum, khususnya para penghuni, pengguna transportasi publik, serta tenant yang berada di kawasan,” ungkap Adli.
Masa uji coba ini menjadi fondasi penting untuk memetakan dinamika alur penumpang secara cermat. Adli menjelaskan bahwa seluruh catatan operasional di lapangan akan dievaluasi secara menyeluruh bersama Perumnas. Langkah evaluasi tersebut nantinya menjadi acuan utama dalam menentukan penyesuaian maupun penambahan gerbang pengetukan agar kapasitas pintu masukan senantiasa seimbang dengan lonjakan penumpang.
Lebih dari sekadar memanjakan pengguna saat ini, penataan akses tersebut juga menjadi batu pijakan penting bagi realisasi Stasiun Utama (Stasiun Ultimate) Rawa Buntu di masa depan. Pengembangan akses langsung yang kian dekat dan terhubung akan mengubah cara masyarakat bertransportasi menjadi jauh lebih ringkas, aman, dan efisien.
Perubahan kecil pada pintu gerbang hari ini telah membuka jalan bagi perjalanan yang jauh lebih menyenangkan esok hari. Saatnya menikmati pengalaman berpergian yang serba terhubung dan bebas hambatan, karena kenyamanan mobilitas harian Anda kini berada tepat dalam setiap helai langkah di Stasiun Rawa Buntu. (gdi)




