WANITAINDONESIA.CO — Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai perhelatan Wisuda XXXI Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang diselenggarakan dalam dua sesi. Sebanyak 1608 mahasiswa resmi dilantik, menandai awal langkah mereka meninggalkan lorong kampus untuk memasukinya gelanggang profesional yang kian dinamis. Momentum kelulusan ini bukan sekadar prosesi seremoni penyerahan ijazah, melainkan sebuah pijakan krusial untuk membuktikan kesiapan para alumni dalam menjawab tantangan zaman yang diakselerasi oleh kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dunia kerja saat ini sedang mengalami pergeseran paradigma yang sangat masif. Penguasaan keahlian teknis spesifik tidak lagi cukup untuk menjamin keberlanjutan karier tanpa diimbangi oleh daya adaptasi yang tinggi dan pengembangan kapabilitas secara berkelanjutan. Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, M.Sc., menegaskan bahwa kelulusan merupakan titik awal bagi para alumni untuk melangkah ke ranah profesional maupun melangkah ke dunia usaha, baik sebagai wirausahawan (entrepreneur) maupun wirausahawan mandiri (self-preneur).
Dr. Andrey Andoko, M.Sc. mengungkapkan bahwa penguasaan ilmu dan kompetensi yang telah diraih menjadi bekal utama untuk mulai merintis karier dan menghadirkan karya nyata bagi masa depan. Pencapaian ini amat berarti bagi para lulusan yang telah terserap di dunia kerja di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global. Bagi yang memilih jalur wirausaha, peran mereka sangat berharga dalam membangkitkan ekonomi Indonesia melalui pembukaan lapangan kerja baru.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan kini bertransformasi menjadi kualifikasi dasar yang semakin krusial dalam dunia kerja. Arah perkembangan teknologi ini diproyeksikan bakal melampaui peran dasarnya sebagai sarana pendorong efisiensi manusia. Lanskap industri kerja tengah bertransisi menuju fase hidup berdampingan (co-existence), yakni sebuah situasi ketika tenaga kerja manusia berkolaborasi secara langsung dengan sistem kecerdasan buatan serta robotik canggih.
“Bila sebelumnya AI dimanfaatkan sebatas sarana pendukung efisiensi dan kreasi bersama (co-creation), mendatang kita bertransisi ke era co-existence—masa di mana manusia berdampingan dan berkolaborasi langsung dengan robot pintar,” terang Dr. Andrey Andoko, M.Sc dalam siaran pers, Sabtu.
Di luar keahlian teknis pada bidang keilmuan masing-masing, para alumni dituntut mengasah keterampilan mendasar manusia (human skills). Penguasaan kecerdasan buatan tidak lagi mencukupi tanpa dibarengi pemikiran kritis (critical thinking), kemampuan berkomunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration)—kompetensi krusial yang melampaui batasan kemampuan teknologi (beyond AI). Pembentukan karakter berlandaskan nilai-nilai 5C UMN, yaitu Caring, Credible, Competence, Competitive, dan Customer Delight, turut menjadi pijakan utama penunjang kesiapan lulusan.
Menyitir laporan dari Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), masa pakai suatu keterampilan kini umumnya berada di bawah lima tahun, terutama di bidang teknologi tinggi yang perubahannya berlangsung sangat pesat. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan kesediaan untuk mempraktikkan proses belajar, menanggalkan pengetahuan lama, dan mempelajari kembali (learn, unlearn, relearn) menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lulusan yang siap menyongsong masa depan (future-ready graduate).
“Penting bagi kita untuk menyadari bahwa keahlian yang dimiliki saat ini bisa jadi tidak lagi relevan dalam beberapa tahun mendatang. Oleh sebab itu, bersikap adaptif dan lincah (agile) adalah sebuah keharusan. Kita dituntut untuk terus memperbarui diri dan belajar kembali, sehingga memiliki pola pikir pembelajar sepanjang hayat (life-long learning) menjadi hal yang sangat mutlak,” tegas Dr. Andrey Andoko, M.Sc.
Kesiapan para lulusan ini didukung penuh oleh penguatan tingkat daya serap tenaga kerja (employability) melalui kemitraan strategis UMN bersama sektor industri nasional dan internasional. Komitmen menuju Universitas Kelas Dunia (World Class University) juga direalisasikan lewat pertukaran dosen (lecture exchange), pertukaran mahasiswa (student exchange), program profesor tamu (visiting professor), serta kemitraan riset dan publikasi ilmiah bersama universitas mancanegara.
Berbagai torehan prestasi internasional semakin mengukuhkan posisi UMN sepanjang tahun 2025, di antaranya meraih posisi 126 secara global pada UI GreenMetric World University Ranking, predikat 5 Stars (Excellent) dalam QS Rating System untuk ranah teaching, employability, online learning, dan inclusiveness, serta menembus Top 500 Asia dan Top 100 Asia Tenggara pada pemeringkatan QS World University Rankings. UMN juga sukses menembus jajaran 151–200 besar dunia kategori Art & Design pada QS World University Rankings by Subject, serta peringkat 801 global dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings.
Perjalanan panjang di bangku kuliah kini telah usai, namun sejatinya pertualangan belajar yang sesungguhnya baru saja dimulai. Selamat melangkah para lulusan UMN, bentangkan layar keberanian Anda untuk mengarungi samudera perubahan dan jadilah bagian dari pembawa perubahan yang menginspirasi dunia! (Gdi)





