UMN Gandeng 11 Universitas Kazakhstan Akselerasi Menuju Kampus Kelas Dunia

Arnur Tanbay selaku Deputy Head of Mission Embassy of the Republic of Kazakhstan to Indonesia saat memberikan sambutan pada acara Kazakhstan - Indonesia Forum of Higher Educations Institutions. HO-UMN

WANITAINDONESIA.CO – Langkah strategis demi memacu kualitas pendidikan tinggi tanah air ke panggung internasional kembali ditunjukkan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Dalam upaya mempercepat langkah menuju universitas kelas dunia (world-class university), UMN secara resmi bertindak sebagai tuan rumah gelaran akbar “Kazakhstan – Indonesia Forum of Higher Education Institutions”. Perhelatan internasional ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kolaborasi strategis bersama 11 perguruan tinggi terkemuka asal Kazakhstan guna membuka cakrawala baru di bidang akademik, riset, dan inovasi global.

Forum berskala lintas negara ini dirancang menjadi ruang dialog strategis untuk mengeksplorasi seluruh potensi kerja sama pendidikan antara kedua belah negara. Inisiasi ini tidak hanya memperkuat posisi UMN sebagai institusi yang progresif, melainkan juga mempertegas keterbukaan dunia pendidikan Indonesia dalam mengadopsi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan lintas batas yang dinamis.

Fokus utama dari kemitraan strategis ini bertumpu pada sejumlah sektor krusial yang tengah menjadi kebutuhan global saat ini. Kolaborasi ke depan akan diarahkan pada riset bersama serta implementasi kurikulum yang berbasis pada kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan keberlanjutan (sustainability). Selain kedua bidang utama tersebut, payung kemitraan ini juga memproyeksikan kolaborasi mendalam pada sektor ekonomi, layanan kesehatan (healthcare), penerbangan, hingga keamanan siber (cybersecurity).

Baca Juga :  Membanggakan! Fakultas Seni dan Desain UMN Tembus Jajaran 200 Besar Dunia

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan, H.E. Dr. M. Fadjroel Rachman, yang membuka langsung forum tersebut mengungkapkan kegembiraan serta visi besarnya terhadap kerja sama bilateral ini. Ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang produktif dan tidak sekadar berhenti di atas dokumen legal semata.

“Saya merasa senang dengan adanya forum antara perguruan tinggi Indonesia dan Kazakhstan hari ini. Kegiatan ini tidak semata-mata menjadi tempat berkumpul saja, tapi bagaimana membangun mitra yang strategis, utamanya dalam bidang pendidikan. Saya harap kolaborasi antara perguruan tinggi di Indonesia dan Kazakhstan dapat terealisasikan dan tidak hanya tertulis pada lembaran kertas saja. Saya percaya, pendidikan adalah masa depan suatu negara, dan lewat pendidikan diharapkan bisa menjadi jembatan untuk masa depan negara yang cerah,” tegas M. Fadjroel Rachman.

Gayung bersambut, komitmen penuh juga ditunjukkan oleh perwakilan dari Pemerintah Kazakhstan. Kehadiran para delegasi tingkat tinggi memperlihatkan urgensi kerja sama ini bagi peningkatan mutu sumber daya manusia di kedua negara melalui program pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, serta kompetisi ilmiah berskala internasional.

Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko memberikan sambutan pada ajang Kazakhstan – Indonesia Forum of Higher Educations Institutions. HO-UMN

Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Republik Kazakhstan untuk Indonesia, Arnur Tanbay, membagikan perspektifnya bahwa di tengah dunia yang berkembang sangat pesat, perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi pusat lahirnya inovasi baru yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi. Senada dengan hal tersebut, Director for International Cooperation Ministry of Science and Higher Education of Kazakhstan, Serik Kalkamanov, menegaskan kesiapan kementeriannya untuk mengawal implementasi kesepakatan ini secara optimal.

Baca Juga :  Eksplorasi Kekuatan dan Ekosistem Film Masa Depan Dituangkan Lewat UCIFEST 17

“Inisiasi kolaborasi ini menjadi penting bagi kami. Kami ingin mendorong mahasiswa untuk belajar, baik di Indonesia maupun di Kazakhstan. Pertukaran akademik antara kedua negara menjadi hal penting yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara,” urai Serik Kalkamanov mengenai target mobilitas peneliti dan mahasiswa tersebut.

Merespons antusiasme luar biasa dari delegasi Kazakhstan, Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk menjadi motor penggerak utama. Penyelenggaraan forum ini dinilai sangat selaras dengan target perluasan jejaring mitra internasional yang tengah digalakkan oleh UMN. Andrey menilai adanya keselarasan arah gerak yang kuat, terutama pada pengembangan ilmu teknologi masa depan dan isu-isu lingkungan.

“Ini menjadi momen yang istimewa untuk UMN dapat mewadahi dan turut mengkolaborasikan berbagai hal penting dalam pendidikan tinggi bersama delegasi Kazakhstan. Saat ini, kami memang berfokus untuk terus mengekspansi kolaborasi-kolaborasi dengan mitra perguruan tinggi internasional. Saya harap kolaborasi ini tidak sekadar diresmikan saja, tapi juga bisa melakukan aksi nyata nantinya,” sambut Andrey Andoko.

Baca Juga :  UMN Luncurkan Program RPL, Kuliah Kini Bisa Lebih Cepat Lewat Jalur Pengalaman Kerja

Secara teknis, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menjabarkan bahwa peluang implementasi terdekat akan mencakup program pertukaran pelajar selama satu semester, kunjungan profesor (visiting professor), hingga riset bersama (joint research). Kesebelas kampus Kazakhstan yang terlibat di antaranya adalah ALT University, Astana IT University, Civil Aviation Academy, hingga L.N. Gumilyov Eurasian National University. Menariknya, UMN juga turut menjembatani kolaborasi ini dengan melibatkan belasan perguruan tinggi besar lain di Indonesia guna memperluas dampak positifnya secara nasional.

Langkah ekspansif ini menjadi bukti nyata bahwa sekat geografis bukan lagi penghalang dalam dunia pendidikan modern. Sinergi lintas negara ini diharapkan mampu melahirkan generasi inovator baru yang siap menjawab tantangan global, sekaligus membawa nama harum institusi pendidikan Indonesia di kancah internasional. Keseriusan dalam mengeksekusi program aksi nyata pascaforum ini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih cerah dan berdampak luas. (Gdi)