
WANITAINDONESIA.CO – Swiss selama ini identik dengan lanskap pemandangan yang memukau, industri jam tangan mewah, hingga pusat keuangan dunia. Namun, di balik reputasi finansialnya yang megah, negara di kawasan Eropa Tengah ini menyimpan kekuatan besar dalam inovasi teknologi dan pembentukan citra merek (branding) yang mendominasi pasar global. Potensi raksasa inilah yang kini dilirik Indonesia untuk mengakselerasi lompatan ekonomi nasional ke tingkat yang lebih tinggi.
Langkah strategis tersebut dimatangkan dalam audiensi hangat di Jakarta pada Senin (27/7), yang mempertemukan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, I Ngurah Swajaya.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk melangkah lebih jauh dari sekadar kerja sama formal, memanfaatkan landasan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) yang telah terjalin selama empat tahun terakhir.
Anindya Bakrie menyampaikan bahwa rekam jejak Swiss di bidang teknologi dan efisiensi perdagangan harus dijadikan acuan nyata bagi pelaku usaha di tanah air. Apalagi, hubungan dagang kedua negara menunjukkan tren yang sangat positif dengan capaian surplus perdagangan Indonesia yang konsisten menyentuh angka sekitar 2,5 miliar dolar Amerika Serikat setiap tahunnya.
Guna mengonversi potensi tersebut menjadi aksi nyata, Anindya Bakrie mengungkapkan dua fokus utama yang sedang digarap. Pertama adalah pendirian Akademi Perdagangan (Trading Academy) sebagai wadah modernisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang perdagangan global. Fokus kedua menyasar penguatan sektor logistik, yang diimbangi dengan dorongan investasi pada industri perkapalan serta pengelolaan pelabuhan nasional.
“Swiss itu bukan saja suatu negara besar di bidang finansial, tapi dari sisi teknologi dan branding itu sangat diakui. Dan ini justru mesti menjadi suatu acuan buat Indonesia bekerja sama dengan Swiss,” tutur Anindya Bakrie menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut.
Langkah responsif ini mendapat apresiasi penuh dari diplomat Indonesia di Bern. Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, I Ngurah Swajaya, menjelaskan bahwa selain volume perdagangan yang terus melonjak, Indonesia makin memikat sebagai destinasi investasi bagi perusahaan-perusahaan asal Swiss.
Ke depan, Ngurah Swajaya menekankan pentingnya mengarahkan radar investasi pada sektor-sektor masa depan. Peluang emas dinilai terbuka lebar bagi sinergi dengan perusahaan skala kecil dan menengah Swiss yang berfokus pada pengembangan teknologi maju, inovasi berkelanjutan, serta penerapan industri rendah karbon (low carbon).
Kerja sama lintas batas ini bukan sekadar hitung-hitungan angka ekspor dan impor, melainkan sebuah transformasi fundamental bagi lanskap bisnis Indonesia. Ketika transfer teknologi dan modernisasi sistem perdagangan berhasil dipadukan dengan ketangguhan industri dalam negeri, panggung ekonomi dunia bukan lagi hal yang mustahil untuk dikuasai. (Gdi)




