
WANITAINDONESIA.CO – Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat istirahat (rest area) di jalur tol yang tidak hanya menjadi tempat melepas lelah, melainkan juga pusat pergerakan pelestarian bumi? Bagi sebagian besar pengendara, pos persinggahan identik dengan deretan kedai makanan dan hiruk pikuk kendaraan. Namun, sebuah langkah transformatif kini tengah dilakukan di koridor bebas hambatan, mengubah tempat transit harian menjadi pelopor infrastruktur hijau yang ramah lingkungan.
Menghidupkan budaya peduli lingkungan di jalur mobilitas tinggi tentu membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar slogan. Ketika ribuan kendaraan melintas setiap harinya, pengelolaan limbah dan emisi di titik-titik persinggahan menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem di sekitarnya.
Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema global “Saatnya Bergerak untuk Iklim” (Now for Climate), Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) mengambil langkah progresif. Berkolaborasi dengan PT Usaha Jaya Petrorest (UJP) selaku pengelola tempat istirahat KM 68 A Tol Tangerang–Merak, Kecamatan Cipocok Jaya, Banten, mereka menggelar aksi lingkungan komprehensif yang menyasar seluruh ekosistem jalan tol.
Langkah ini diselaraskan dengan peta jalan Aspirasi Keberlanjutan Astra 2030 (Astra Sustainability Aspiration 2030). Fokus utamanya adalah mereduksi emisi gas rumah kaca (GRK), meningkatkan bauran energi bersih, menghemat air baku operasional, serta mengoptimalkan pemanfaatan sampah agar tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam kegiatan ini, ASTRA Tol Tamer juga meluncurkan buku elektronik (e-book) bertajuk “8 Perilaku Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan” sebagai panduan edukasi bagi karyawan, mitra kerja, hingga penyewa lapak (tenant) untuk memulai gaya hidup hijau.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Wawan Wahyudi, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor ini untuk menciptakan fasilitas publik yang bersih dan sehat.
“Dalam konteks pengelolaan jalan tol, kolaborasi antara pemerintah, pengelola jalan tol, tenant, dan masyarakat menjadi sangat penting, termasuk melalui penyediaan serta penguatan sarana dan prasarana pengelolaan sampah di sepanjang ruas tol dan rest area. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Wawan.
Tak sekadar teori, aksi di lapangan diperkuat dengan sosialisasi pemilahan sampah bagi para pemilik usaha di tempat istirahat yang menggandeng Bank Sampah Digital. Puncaknya, PT UJP meresmikan operasional Tempat Pemilahan Sampah (TPS) TIP 68A, sebuah fasilitas modern yang dirancang untuk memilah dan mengolah limbah domestik langsung dari sumbernya.
Operation & Construction Division Head ASTRA Tol Tamer (Kepala Divisi Operasi dan Konstruksi ASTRA Tol Tamer), Sri Mulyo, menyampaikan bahwa kelestarian alam adalah bagian utuh yang tak terpisahkan dari masa depan bisnis perusahaan yang bertanggung jawab.
“Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, kami ingin memperkuat komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan operasional yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan pengguna jalan tol,” tutur Sri Mulyo.
Jalan tol yang berkelanjutan adalah cermin dari peradaban yang peduli pada masa depan. Kehadiran fasilitas ramah lingkungan di jalur hilir mudik kendaraan ini mengingatkan kita bahwa setiap langkah kecil—bahkan saat kita sedang menepi untuk beristirahat—memiliki dampak besar bagi bumi. Mulai perjalanan Anda berikutnya dengan semangat baru, singgahlah dengan bijak, dan mari bersama-sama menjaga kebersihan jalur Nusantara demi warisan hijau anak cucu kita. Sudahkah Anda memilah sampah hari ini? (Gdi)




