Mengapa Rusun di Jantung Jakarta Kota adalah Jawaban bagi Masyarakat

Rusun menjadi solusi rumah terjangkau di tengah kepadatan dan mahalnya harga tanah di Jabodetabek.

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah kian sempit dan mahalnya lahan di ibu kota, impian memiliki rumah tapak di tengah kota kini menjadi hal yang mustahil bagi banyak orang.

Menyadari realitas tersebut, PT Astra International Tbk bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menginisiasi langkah besar dengan berencana membangun 1.000 unit rumah susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tanggung (MBT).

Hunian vertikal terpadu ini akan berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi di kawasan strategis Stasiun Jakarta Kota, tepatnya di Jalan Lada Dalam, Kecamatan Tamansari.

Pilihan untuk membangun rumah susun, alih-alih rumah tapak, didasari oleh logika efisiensi dan keadilan bagi masyarakat kecil. Di wilayah sepadat Jakarta Barat, rumah tapak hanya akan meminggirkan warga ke pinggiran kota yang jauh dari pusat nafkah, sehingga beban biaya transportasi dan waktu perjalanan justru akan mencekik ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem: Sekolah Kembali PJJ hingga 28 Januari!

Dengan konsep hunian vertikal, ribuan keluarga dapat tetap tinggal di jantung kota, dekat dengan pusat ekonomi, dan mendapatkan akses langsung ke transportasi publik massal.

Hal inilah yang ditegaskan oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, bahwa lokasi ini sangat strategis karena jauh dari bantaran rel namun sangat dekat dengan stasiun, menjadikannya model hunian masa depan yang terintegrasi.

Baca Juga :  PT MRT Jakarta Gandeng Rukita Wujudkan Hunian<br>Berkualitas di Tengah Kota

Proyek ambisius ini akan diwujudkan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, sebuah kolaborasi apik di mana swasta membiayai pembangunan di atas tanah milik negara. Setiap unitnya dirancang secara manusiawi dengan luas sekitar 35 meter persegi yang mencakup dua kamar tidur dan satu kamar mandi, memberikan standar hidup yang jauh lebih layak dibandingkan hunian padat di perkampungan kumuh.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan solusi cerdas dalam menangani kekurangan perumahan nasional, di mana pihak swasta membangun dan kemudian menyerahkannya kembali kepada negara untuk dikelola bagi kepentingan rakyat.

Baca Juga :  LAKSMI Asa Kedigdayaan Srikandi UMKM Jakarta & Ternate

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya nyata pemerintah dalam mengejar target pembangunan tiga juta rumah.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana, menyatakan bahwa pembangunan akan segera dimulai begitu status legalitas lahan terkonfirmasi sebagai aset negara, bahkan Kepala BP BUMN Donny Oskaria optimistis pengerjaan bisa dimulai dalam waktu dekat.

Melalui rusun ini, masyarakat berpenghasilan rendah tidak lagi hanya menjadi penonton di tengah kemajuan Jakarta, melainkan menjadi bagian dari pertumbuhan kota dengan hunian yang layak, aman, dan sangat terjangkau. (Gdi)