WANITAINDONESIA.CO – Wajah pariwisata Indonesia perlahan bersalin rupa, tak lagi sekadar tentang bersantai di tepi pantai sembari menunggu senja. Kini, para pelancong mancanegara datang membawa daftar keinginan yang lebih spesifik, mulai dari kerinduan akan ketenangan batin hingga gairah memacu adrenalin di alam terbuka yang masih perawan. Fenomena ini menangkap pergeseran minat wisatawan yang kini lebih mendamba pengalaman personal yang menyentuh sisi emosional dan kesehatan mereka.
Sarah Wan, selaku Manajer Umum (General Manager) Klook Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand, mengungkapkan bahwa data internal mereka menunjukkan tren yang sangat menarik.
Wisatawan kini mulai melirik aktivitas seperti mengunjungi akuarium raksasa, menikmati kemewahan pelesir menggunakan kapal pesiar (luxury cruise), hingga mengikuti tur menggunakan perahu layar ganda (catamaran).
Tak hanya itu, keinginan untuk merasakan perawatan kecantikan yang autentik serta wisata kebugaran (wellness tourism) kini menjadi primadona baru yang dicari oleh para pelancong.
“Seiring dengan perubahan perilaku pelancong (traveler) yang kini menginginkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan secara menyeluruh (end-to-end), kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan memperluas kolaborasi guna menciptakan pengalaman wisata yang lebih praktis dan personal,” ujar Sarah Wan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pergeseran ini selaras dengan laporan dari Portal Informasi Indonesia yang memprediksi tren pariwisata 2025 akan didominasi oleh pendalaman budaya (cultural immersion) dengan persentase mencapai 58,97 persen.
Wisatawan tak lagi hanya ingin menjadi penonton, melainkan ingin melebur dalam keseharian masyarakat lokal.
Selain itu, minat terhadap wisata ramah lingkungan (eco-tourism) juga tetap kuat, didorong oleh kesadaran global untuk menjaga bumi tetap lestari meski tengah dalam masa liburan.
Ketertarikan wisatawan pun mulai meluas ke destinasi-destinasi baru yang menawarkan keunikan tersendiri.
Sarah Wan mencatat adanya peningkatan permintaan yang signifikan untuk menjelajahi Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Pulau Gili di Nusa Tenggara Barat, hingga keagungan Gunung Bromo di Jawa Timur.
Lokasi-lokasi ini dianggap mampu memberikan perpaduan sempurna antara keindahan alam liar dengan aktivitas fisik yang menantang seperti bersepeda atau mengendarai skuter di alam terbuka, hingga olahraga kedirgantaraan seperti paralayang (paragliding).
Untuk mendukung kebutuhan perjalanan yang semakin kompleks namun praktis, kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama. Klook sendiri kini telah bersinergi dengan maskapai nasional Garuda Indonesia dan InJourney untuk memastikan setiap langkah perjalanan wisatawan, mulai dari tiket pesawat hingga akomodasi di destinasi terpencil, dapat terintegrasi dengan mulus.
Langkah ini diambil demi menjaga wajah Indonesia sebagai destinasi kelas dunia yang ramah dan modern.
Pada akhirnya, pariwisata bukan sekadar tentang angka kunjungan atau devisa yang masuk ke kantong negara. Ia adalah tentang jabat tangan hangat antara pemandu wisata lokal dengan turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah Nusantara, atau tentang binar mata seorang pelancong yang menemukan ketenangan jiwa di tengah rimbunnya hutan Indonesia.
Di balik setiap rencana perjalanan, ada kerinduan manusia untuk kembali terhubung dengan alam dan menemukan kepingan kebahagiaan yang barangkali sempat hilang di tengah hiruk-pikuk dunia. (Gdi)





