Wamen Irene Umar Puji Nuanu Sebagai Masa Depan Ekonomi Kreatif

Patung raksasa di Nuanu, Tabanan, Bali ini merupakan visualisasi dari Earth Sentinels (Penjaga Bumi), yang didesain bukan hanya sebagai objek estetik, melainkan sebagai simbol kolaborasi hidup antara manusia, teknologi berkelanjutan, dan alam yang harus dijaga.

WANITAINDONESIA.CO – Sebuah harmoni indah antara kecanggihan teknologi dan ketenangan alam kini nyata terpancar dari pesisir Tabanan, Bali. Nuanu Creative City (Kota Kreatif Nuanu) hadir bukan sekadar sebagai destinasi fisik, melainkan sebuah manifestasi konkret dari masa depan ekonomi kreatif Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Di atas lahan seluas 44 hektare, kawasan ini berhasil membuktikan bahwa modernitas dunia digital dapat berdampingan secara mesra dengan pelestarian alam serta nilai-nilai tradisional yang luhur.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyatakan kekagumannya saat meninjau langsung kawasan inovatif tersebut. Menurut beliau, Nuanu adalah bukti nyata keberhasilan anak bangsa dalam menciptakan ekosistem yang menggabungkan produk kreatif berbasis seni, alam, teknologi, dan budaya.

Baca Juga :  Indonesia Menuju ‘Green Economy’! Kenali Pasar Karbon yang Bakal Hits di 2026

Kehadiran kawasan ini dipandang mampu memberikan pengalaman mendalam yang menyeluruh (immersive) tanpa mengesampingkan komitmen terhadap gaya hidup berkelanjutan (sustainable living).

Landasan filosofi Tri Hita Karana yang menjaga harmoni antara manusia, Tuhan, dan alam menjadi nyawa utama dalam setiap jengkal pembangunan di Nuanu. Prinsip ini diwujudkan melalui kebijakan lingkungan yang sangat ketat, di mana pengembang hanya menggunakan 30 persen lahan untuk bangunan, sementara 70 persen sisanya tetap terjaga sebagai zona hijau. Demi menjaga udara tetap murni, kawasan ini juga menerapkan prinsip emisi nol (zero emission) dengan mewajibkan penggunaan kendaraan bertenaga listrik.

“Saya bangga melihat karya anak bangsa yang mampu bersaing di level dunia tanpa meninggalkan identitas lokal, dari multimedia hingga konservasi di Magic Garden (Taman Ajaib), semuanya dibuat untuk menyejahterakan masyarakat sekaligus menjaga bumi,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dengan nada penuh apresiasi.

Baca Juga :  Giring Ganesha Inisiasi Dialog untuk Selesaikan Isu Royalti Lagu

Kunjungan tersebut membawa Wamen Irene Umar menyaksikan langsung bagaimana teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) bersinergi dengan alam di Aurora Media Park (Taman Media Aurora), serta instalasi patung Earth Sentinels (Penjaga Bumi) yang memukau. Tak hanya soal teknologi, sisi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat juga terpahat jelas melalui Art Village (Desa Seni) yang menjadi wadah edukasi kerajinan tradisional bagi warga sekitar.

Salah satu pilar yang paling menyentuh adalah kehadiran Nuanu Kids Academy (Akademi Anak Nuanu). Fasilitas ini memberikan akses pendidikan seni secara cuma-cuma bagi anak-anak di lingkungan sekitar, sebuah langkah nyata dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mencetak generasi kreatif yang memiliki daya saing internasional. Melalui inisiatif ini, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap Nuanu dapat menjadi pemacu (katalisator) bagi pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Menteri Pariwisata Luncurkan Program KaTa Kreatif Indonesia 2022 Membangkitkan Ekonomi

Integrasi antara konservasi flora dan fauna serta sentuhan seni multimedia ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri kreatif global. Komitmen kuat untuk terus mendukung zona kreatif yang inovatif dan berbasis pelestarian lingkungan ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri kreatif untuk terus berkarya tanpa melupakan tanggung jawab terhadap kelestarian bumi. (Gdi)