
WANITAINDONESIA.CO — Kegiatan bertajuk “A Taste of Harmony: From Global Partnership to Local Impact” yang diselenggarakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bertujuan menggandeng investor global untuk memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia.
Ajang tersebut menghadirkan jajaran pimpinan perbankan nasional, para diplomat senior, hingga perwakilan kamar dagang internasional untuk saling bertukar pengalaman dalam mewujudkan ekosistem bisnis berkelanjutan.
Hadir dari BRI Direktur Corporate Banking Riko Tasmaya, Direktur Treasury and International Banking Farida Thamrin, serta Direktur Commercial Banking Alexander Dippo Paris Y.
Langkah diplomasi ekonomi ini kian berbobot dengan kehadiran perwakilan dari 14 negara sahabat, seperti Belanda, Australia, Irlandia, Thailand, Qatar, Jerman, Vietnam, dan Italia.
Sinergi tersebut makin lengkap dengan kehadiran jajaran diplomatik Indonesia, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Uni Emirat Arab, dan Vietnam, serta perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di India, Jepang, dan China.
Kehadiran perwakilan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menjadikan forum dialog strategis ini sebagai wadah konkrit dalam membuka peluang investasi dan menjajaki kerja sama bisnis yang mampu memberikan manfaat luas bagi para pelaku usaha di Tanah Air.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menegaskan kesiapan penuh Perseroan untuk memosisikan diri sebagai mitra strategis tepercaya bagi para investor global. Kesiapan tersebut didukung oleh pemahaman mendalam terhadap karakter pasar domestik, jangkauan jaringan bisnis yang luas, hingga kapabilitas layanan perbankan internasional yang mumpuni.
“Melalui semangat Satu Bank untuk Semua, BRI berupaya menghubungkan peluang investasi global dengan potensi ekonomi nasional melalui solusi pembiayaan, layanan transaksi, dan jaringan bisnis yang terintegrasi. Kami ingin memastikan bahwa dukungan perbankan tidak hanya menjawab kebutuhan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tetapi juga membantu memperkuat keterhubungan antara investor, perusahaan nasional, dan UMKM dalam rantai pasok industri,” ujar Riko.
Lebih lanjut, Riko menjelaskan bahwa masuknya modal internasional diharapkan mampu menciptakan efek berganda ( multiplier effect ) melalui peningkatan investasi dan produktivitas, pengembangan kapasitas industri, serta penciptaan lapangan kerja.
Pada saat yang sama, perluasan kemitraan global membuka peluang bagi perusahaan nasional dan UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, berpartisipasi dalam rantai pasok, serta membawa lebih banyak produk Indonesia ke pasar internasional.
Guna memberikan kenyamanan dan kepastian bagi investor asing yang ingin menancapkan bisnisnya di Indonesia, BRI mengoptimalkan kapabilitas layanan perbankan melalui pendekatan Layanan Investasi Langsung Penanam Modal Astring (Foreign Direct Investment Services / FDI Services).
Pendekatan ini dirancang khusus untuk mendampingi seluruh kebutuhan perbankan investor sejak tahap awal penjajakan, pelaksanaan, hingga pengembangan bisnis secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan ketentuan serta kelayakan masing-masing nasabah. Sebagai pelengkap, BRI bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga meluncurkan buku panduan investasi (investment guidebook) sebagai acuan komprehensif bagi investor dunia.
Melalui pendekatan FDI Services, BRI mendampingi investor dalam mengidentifikasi kebutuhan serta menghubungkan mereka dengan solusi yang relevan. Dukungan ini mencakup kemudahan pembukaan rekening operasional perusahaan, hingga layanan pengelolaan kas (cash management) yang membantu tata kelola penerimaan, pembayaran, serta arus kas (cash flow) secara efisien dan terstruktur.
Tidak hanya itu, BRI turut memfasilitasi transaksi lintas negara (cross-border transactions) untuk aktivitas bisnis internasional, termasuk transfer dana internasional sesuai koridor dan ketentuan yang berlaku. Dari sisi pengelolaan keuangan, layanan perbendaharaan (treasury) siap mendukung kebutuhan transaksi valuta asing dan pengelolaan risiko keuangan. Sementara dari sisi pembiayaan, solusi modal kerja maupun investasi dapat dijajaki berdasarkan analisis kelayakan kredit dan profil risiko yang terukur.
Seluruh kemudahan tersebut disempurnakan melalui Solusi Satu BRI (One BRI Solution), yaitu pendekatan layanan keuangan terintegrasi yang mencakup pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga dukungan perbankan bagi ekosistem bisnis secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Operasional nasabah korporasi pun makin terakselerasi berkat platform digital QLola by BRI yang memungkinkan pengelolaan transaksi bisnis dilakukan secara praktis dan terpadu dalam satu pintu.
“Ke depan, BRI akan terus mengoptimalkan kapabilitas dan jaringan yang dimiliki untuk memastikan peluang kerja sama internasional dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Kami percaya, sinergi antara diplomasi ekonomi, investasi, dan layanan perbankan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Riko.
Kolaborasi megah ini menjadi bukti nyata bahwa batas-batas geografis bukan lagi penghalang untuk tumbuh bersama. Ketika diplomasi ekonomi dan kekuatan perbankan menyatu dalam satu harmoni, peluang bisnis tidak hanya terbuka lebar bagi korporasi besar, tetapi juga memberi ruang tumbuh yang inklusif bagi seluruh roda perekonomian bangsa. (Gdi)




