Wajah Takjil Ibukota di Nutrijell Takjell Festival

"War" Takjil di Nutrijell Takjell Festival hadirkan beragam rasa, dari kuliner viral kekinian lintas generasi. Bisa dinikmati saat berbuka hingga 1 Maret, di Mall Gandaria City. (Foto: Istimewa)

WANITAINDONESIA.CO – Pusat kuliner takjil menjadi hip di Indonesia selama Ramadan.

Viral beberapa tahun belakangan “War” Takjil yang diinisiasi dari saudara-saudara nonis (non Islam) yang melakukan aksi borong takjil sebelum yang berpuasa membelinya. “War” tak identik dengan hal negatif, melainkan medium kebersamaan yang dihadirkan secara guyub, guna menyemarakkan, serta mendukung para pelaku UMKM kuliner lokal.

Takjil Ramadan lekat dengan kuliner dari beragam jajanan tradisional berbasis street food. Namun ada pula menu ikonik yang hanya muncul di bulan Ramadan yang merupakan kuliner tradisi dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Sebagian jenisnya bisa dijumpai di daerah lain, hanya dibedakan dari penamaan, serta variasi penyajian. Selain ada beragam menu takjil populer gorengan gurih, dan manis, juga arem-arem yang belakangan dikaprahkan sebagai lontong isi.

Padahal lontong itu kelompok ketupat berbentuk bundar, panjang, dan lonjong tanpa isian yang dijadikan makanan alternatif ketupat.

Arem-arem bahan, dan proses masaknya sama dengan lontong. Hanya bentuknya lebih pendek dari lontong, di dalamnya diisi daging, dan sayuran atau oncom.

Para pedagang takjil biasanya merupakan UMKM kuliner. Tapi banyak pula pelaku yang belum pernah berjualan, namun berhasrat untuk mencoba peruntungan dengan membuat, dan menjual takjil. Sayangnya terpenjara dengan menu yang itu-itu saja. Aneka gorengan, beragam rasa es, atau kolak. Kurang inovatif, serta rasanya standar. Soal presentasi seringkali di luar ekspektasi pembeli.

Pelaku lainnya adalah brand food & beverage yang memiliki produk yang lekat dengan selera masyarakat. Dikarenakan inovatif, menawarkan kelezatan istimewa, serta unggul karena produk mudah dipadupadankan dengan bahan lain. Tak pelak muncul kreasi menu baru atau bahkan viral buah dari kreativitas, serta inovasi.

Salah satu menu kolaborasi brand Nama Donut dan Nutrijell “unik, hadirkan sensasi kelezatan takjil kekinian. (Foto: Wanitaindonesia.co)

Pedagang takjil biasanya memilih lokasi berjualan di pinggir jalan. Lainnya di Melting Pot umat Islam. Sebutlah alun-alun, halaman Masjid, taman, dan pasar tradisional.

Untuk memberi warna baru bagi perkembangan takjil di Ibukota brand Nutrijell merasa perlu menghighlight takjil menjadi lebih berkelas, inovatif, khas, lezat tanpa meninggalkan DNA-nya sebagai ikon kuliner Ramadan, serta aktivitas seru yang membersamainya “War” Takjil.

Momen seru “War” Takjil yang memberikan pengalaman lebih diselenggarakan selama tiga hari sejak Jum’at hingga Minggu (27 February -1 Maret) bertempat di Atrium Mall Gandaria City.

Sebagian dari 21 tenan kuliner makanan, dan minuman terkurasi menghadirkan kolaborasi eksklusif selama festival berlangsung. Signature dish khas masing-masing brand kemudian dieksplorasi dengan menggunakan Nutrijell.

“Wah momen langka ini menjadi “War” Takjil bagi pengunjung lintas generasi, dan wajib untuk dicoba. Selain memberi inspirasi untuk mempraktikkannya sendiri di rumah dengan menghadirkan kreasi serupa, maupun membuat menu baru yang memadukan Nutrijell dengan varian favorit menu Anda!

Baca Juga :  Selektif pilih takjil, BBPOM DKI Jakarta Mulai Lakukan Pengawasan

Para tenan kuliner yang menghadirkan menu kolaborasi tersebut adalah Nama Donut, Coffee Room, Puding Bu Aida, Acaii, Christy Pudding, dan Fukami.

Suasana pembukaan di Hari pertama Jum’at (27/2) Nutrijell Takjell Festival terlihat dipenuhi pengunjung lintas generasi, didominasi kehadiran kelompok Gen-Y, Gen-Z, dan Milenial.

Mereka datang berkelompok, bersama keluarga bahkan sendiri untuk menikmati kreasi olahan 21 tenan kuliner populer di Jakarta.

Tak hanya sekedar jajan, hiburan siap menemani takjil lovers ketika berbuka dengan aneka rupa makanan, serta minuman favorit

Antusiasme “War” Takjil lintas generasi di Nutrijell Takjell Festival, bingung pilah-pilih sajian berbuka dikarenakan 21 tenan kuliner terbaik hadir di sini. (Foto: Istimewa)

Cerita Gen-Z di Nutrijell Takjell Festival

Cyntia, dan Rini terlihat asyik melihat display Nama Donut yang catchy dari warna merah jelly dengan stroberi iris. Di samping terlihat donut bertoping anggur muscat dengan lapisan jelly bening.

Setelahnya mereka kompak melihat daftar menu yang dipasang di depan stand. “Wow kreatif, aku baru tahu bila donat favoritku ini bisa divariasikan dengan nutrijell, “ucap Cyntia ketika dimintakan pendapat ihwal kreativitas tenan.

Walau penasaran dengan tekstur, serta cita rasa Donut Nutrijell tersebut, mahasiswi di sebuah lembaga pendidikan publik relation terkenal di Jakarta harus bisa menahan diri, dikarenakan jam buka masih panjang. Masih satu jam lagi.

Cyntia mengaku dia bersama temannya Rini sudah merencanakan War Takjil jauh-jauh hari di Nutrijell Takjell Festival sejak melihat woro-woronya di medsos Nutrijell.

Kedua bestie yang merupakan Food Enthusiast berencana untuk memilah, serta memilih kuliner favorit mereka, serta kuliner baru nan inovatif yang ditemukan di event festival, terutama yang hip lewat padu-padan dengan Nutrijell.

“Tentunya aku tak mampu mencicipi semua kuliner yang ada di Nutrijell Takjell Festival dikarenakan kemampuan perut ketika berbuka itu terbatas. Agar tak menjadi penghasil food waste ia hanya menikmati beragam sajian dalam batasan secukupnya. Bahkan rencana mau sharing agar lebih banyak varian makanan, dan minuman yang bisa mereka cicipi.

Mereka mengaku merupakan smart shopper yang lebih mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan.

“Tapi okelah, momen Ramadan menjadi cara untuk berbagi ke orang-orang yang membutuhkan. Rencananya kami juga akan membeli untuk dibawa pulang, buat dibagikan ke mereka yang membutuhkan, dan tentunya juga untuk orang yang di rumah.

“Oh ya pikat Nutrijell Takjell Festival dikarenakan hadir performance penyanyi idola kami Yura Yunita, dan Adrian Khalif. Ini yang jadi pembeda seandainya kami melakukan War Takjil di tempat lain, “tambah Rini.

Baca Juga :  Es Susu Kurma
Instalansi seni visual Giant Jelly Tumpeng, gemas bikin penasaran soal cita rasanya. (Foto: Wanitaindonesia.co)

Nutrijell “Wow”, Jelly Garden”Wow”

Di sisi kanan panggung hadir Jelly Garden yang mempresentasikan seni instalasi visual berupa Giant Jelly Tumpeng, dan Giant Under The Sea Jelly

Maha karya jelly art sekilas terlihat menyerupai tumpeng yang dibuat bertingkat. Warnanya kuning, lalu di bagian bawah di letakkan beraturan aneka olahan penyerta. Terlihat kering tempe, udang goreng tepung, telur dadar yang diiris, urap sayur, ayam goreng, dan sambal yang diletakkan dalam mangkuk kaca berukuran kecil. Kesemuanya dihadirkan menyerupai warna aslinya. “Sungguh!

Ketika mendekat, Wanitaindonsia.co meragu, “Ini tumpeng beras atau bukan ya? dikarenakan sekilas bentuknya mirip. Terlebih sang kreator memberi aksentuasi daun pisang sebagai penanda lapisan tumpeng.

Maklumlah saat itu berada di jam “gawat” mendekat ke waktu berbuka, konsentrasi berkurang, kondisi fisik juga sedang melemah.

Setelah diyakinkan oleh salah seorang panitia, dan mengingat ruang instalasi dinamakan Jelly Garden. Pun halnya ketika diamati lebih dekat, “Ya ampun, ternyata kesemua presentasi tumpeng bertingkat tersebut terbuat dari beragam rasa Nutrijell menyelaraskan harmonisasi dari seluruh varian hidangan.

Tapi di momen Ramadan lewat Nutrijell Takjell Festival, Nutrijell menghighligt varian yang lekat dengan cita rasa favorit Ramadan masyarakat Indonesia seperti Nutrijell Rasa Mangga, Kelapa Muda, Alpukat, dan Rasa Cincau.

Seniman Makanan manis Jelly Puding, Yuliana Jiu Dias sedang mendemokan keahlian melukisnya yang hadir sangat detail, dan hidup (Foto: Wanitaindonesia.co)

Instalasi Seni Jelly Garden “Hmmm Unik Menggemaskan

Kreasi Tumpeng yang “out of the box” berbahan dasar Nutrijell memesona sekaligus mengundang decak kagum pengunjung. “Rasanya? sebagian didominasi rasa manis, namun bisa dikombinasikan dengan rasa gurih, yang menjadi salah satu DNA Nutrijell yakni fleksibel diolah menjadi beragam sajian penutup hingga sajian kekinian.

Selang beberapa langkah dari instalasi visual tumpeng, sejumlah pengunjung asyik mengagumi pemandangan laut yang dibuat dengan menggunakan Nutrijell.

Mereka sedang mengagumi instalasi visual Giant Under The Sea yang lekat dengan kekayaan laut Indonesia. Penggunaan warna terinspirasi dari keindahan laut Indonesia yang mendekati sempurna.

Pun halnya keberagaman flora, fauna laut Indonesia seperti pasir putih, bebatuan, rumput laut, terumbu karang, yang kesemuanya terlihat semakin menggemaskan dengan kreasi aneka hewan seperti kura-kura, ubur-ubur, udang, ikan, serta masih banyak lagi.

Semuanya merupakan bagian dari ekosistem laut yang dihadirkan detail, serta ditata dengan selera artistik sang kreator.

Sungguh, berada di Nutrijell Takjell Festival menjadi pengalaman terbaik Ramadan tahun ini!

Di sebuah meja bundar di dekat kedua obyek instalasi jelly tersebut terlihat seorang wanita sedang menyapukan kuas yang telah dicelupkan ke dalam pewarna makanan.

Baca Juga :  Ramadhan di Masjid Agung Al-Azhar, Dari Berburu Kuliner Bazar Hingga Kehangatan Takjil Gratis Saban Hari
Tampilan panorama laut catchy dari kura-kura “yummy” Giant Under The Sea Jelly (Foto: Wanitaindonesia.co)

Seniman Jelly ternama Yuliana Jiu Dias ternyata sedang membuat obyek wajah yang kemungkinan terbesar adalah foto dirinya.

Tangannya bergerak lembut, dan cekatan saat menggores kuas yang diberi pewarna khusus untuk makanan, ketika dia membuat sketsa dasar, detail fitur wajah.

Bagi awam maupun pemula yang menekuni Jelly Art, melukis di media jelly seringkali malah bikin stres, karena kerap dibayangi oleh kegagalan. Mengingat skill yang dikuasai terbilang cukup menantang, juga butuh feeling, kehati-hatian agar hasilnya terlihat indah.

Walau serius saat bekerja, namun wajah sang kreator Jelly lukis terlihat santai saat membuat arsiran dasar, penambahan pencahayaan, dan bayangan untuk volume bahkan hingga finishing.

Ia menjadi salah satu aset bangsa dari kreator pada seni makanan manis puding. Wanita yang dikarunia dengan limpahan energi kreatif ini, memiliki misi mulia untuk menaikkan sajian puding, menjadi bagian dari maha karya seni pada dunia kuliner.

Seperti yang telah populer sebelumnya pada ice carving, fruit, butter, hingga chocolate carving. Tentunya lewat tangan kreatifnya sebuah puding tak lekat sebatas makanan penutup maupun selingan, namun bisa bernilai sebagai produk seni yang dihargai. “Kiranya kiprah Yuliana tersebut wajib diapresiasi oleh masyarakat!.

Salah satu tenan kuliner terpilih siap tumbuh, dan berkembang lewat kolaborasi bersama Nutrijell (Foto: Wanitaindonesia.co)

Komitmen Nutrijell Dukung & Kolaborasi UMKM Lokal

Lewat Nutrijell Takjell Festival 2026 membuktikan peran berkelanjutan Nutrijell sebagai bagian dari tradisi berbuka puasa masyarakat Indonesia.

Perayaan akan kuliner, dan kreativitas yang membumikan inovasi sebagai akar dari keberadaan para pelaku usaha kuliner berbasis UMKM lokal. Juga sekaligus memperkuat kolaborasi dengan para pelaku F&B.

Lewat Nutrijell Takjell Festival, Nutrijell dihadirkan sebagai bahan pangan yang fleksibel, inovatif tak hanya lekat sebagai hidangan penutup bercita rasa manis, tapi mampu membaca zaman dengan kreasi takjil modernnya masyarakat urban. Tentunya tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan Ramadan.

Brand Manager Nutrijell, Helen Lie menerangkan, “Nutrijell Takjell Festival tak hanya menghadirkan ragam atraksi takjil berbahan Nutrijell, namun juga merupakan bentuk dari komitmen kami dalam mendukung, dan memberdayakan UMKM lokal.”

“Lewat momentum Ramadan, Nutrijell menciptakan dampak yang lebih luas dengan membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk memperluas eksposur, serta menjangkau konsumen yang lebih luas, dan untuk tumbuh bersama, “imbuh Helen.

“Hal ini selaras dengan peran Nutrijell sebagai brand yang tidak hanya menghadirkan produk, tapi juga nilai-nilai positif bagi ekosistem usaha, serta masyarakat, “pungkasnya. (*)