UMN Gandeng 18 Universitas Dunia di Forum Global Connections Sustainable Futures 2026

Akademisi dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Times Higher Education (Pendidikan Tinggi Times) berfoto bersama di ajang Forum Global Connections Sustainable Futures 2026. HO-UMN

WANITAINDONESIA.CO – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) membuktikan diri tidak sekedar berkutat di dunia akademik, melainkan juga ikut terlibat di dalam roda perubahan global yang dibuktikan dengan keberhasilannya menjalin kemitraan strategis dengan 18 universitas terkemuka dunia di Forum Global Connections Sustainable Futures (Koneksi Global Masa Depan Berkelanjutan) 2026.

Langkah besar berkelas internasional tersebut dikukuhkan secara resmi saat kampus yang berlokasi di Tangerang ini ditunjuk sebagai tuan rumah forum bergengsi tersebut. Acara lintas negara ini dihadiri langsung oleh jajaran elit Times Higher Education (Pendidikan Tinggi Times) 2026 serta utusan dari 47 perguruan tinggi terkemuka dari seluruh penjuru dunia.

Apresiasi mendalam datang langsung dari pimpinan lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi dunia. Julie McMahon selaku Vice President for Asia-Pacific (Wakil Presiden Kawasan Asia-Pasifik) of the Times Higher Education, menyatakan kegembiraannya menyaksikan institusi pendidikan di Indonesia mampu memimpin kolaborasi yang nyata dan bergerak secara progresif (berkemajuan).

“Saya merasa senang dan bangga melihat berbagai perguruan tinggi internasional bersatu, dan tidak sekadar berkumpul saja melainkan sama-sama menjalin kolaborasi yang progresif. Target pembangunan berkelanjutan tentu tidak mungkin selesai di tahun 2035, namun melihat semangat dari masing-masing perguruan tinggi ini menjadi bukti bahwa keterlibatan pendidikan memberikan dampak yang sangat signifikan,” ungkap Julie McMahon dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis.

Baca Juga :  Eksplorasi Kekuatan dan Ekosistem Film Masa Depan Dituangkan Lewat UCIFEST 17

Menurut pengamatan Julie McMahon, UMN berhasil mengintegrasikan pilar keberlanjutan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut membuktikan bahwa dampak riset akademik tidak berhenti di laboratorium, melainkan langsung menyentuh dan meningkatkan taraf hidup berbagai lapisan masyarakat luas.

Menanggapi pengakuan internasional tersebut, Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh delegasi global yang hadir.

Dr. Andrey Andoko menegaskan bahwa tugas universitas pada era modern telah bergeser dari sekadar tempat mengajar menjadi episentrum lahirnya inovasi cerdas demi menyokong Sustainability Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

Nilai-nilai kelestarian lingkungan dan kepedulian sosial kini telah ditanamkan UMN secara kuat ke dalam benak para mahasiswa melalui penyesuaian kurikulum dan pendanaan riset ilmiah. Dr. Andrey Andoko berharap pembekalan ini mampu menempa kemampuan problem solving (pemecahan masalah) mahasiswa agar siap menghadapi tantangan zaman dengan cara berpikir yang global.

Baca Juga :  UMN Luncurkan Program RPL, Kuliah Kini Bisa Lebih Cepat Lewat Jalur Pengalaman Kerja

Kemitraan internasional yang diresmikan dalam forum ini menjangkau wilayah geografis yang sangat luas. Di antaranya melibatkan Durban University of Technology dari Afrika Selatan, Namangan State Technical University dari Uzbekistan, Galgotias University dari India, serta Uttara University dari Bangladesh.

Tidak ketinggalan, solidaritas akademik juga terjalin dengan tiga kampus di Ukraina, yakni Khmelnytskyi Humanitarian-Pedagogical Academy, Leonid Yuzkov Khmelnytskyi University of Management and Law, dan Poltava State Agrarian University. Selain itu, gelombang kerja sama terbesar disepakati bersama sebelas universitas dari Filipina, termasuk di antaranya Sorsogon State University, Mindanao State University, hingga Davao Del Sur State College.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menjabarkan secara rinci bahwa aliansi strategis ini akan membuka banyak pintu kesempatan baru. Program-program produktif yang segera dijalankan meliputi student mobility (mobilisasi mahasiswa), pertukaran pelajar, visiting professor (profesor tamu), faculty exchange (pertukaran dosen), hingga joint-research (riset bersama) dan international acceleration program (program akselerasi internasional). Semua peluang emas ini akan disalurkan secara merata ke empat fakultas yang ada di bawah naungan UMN guna mendongkrak mutu pengajaran.

Baca Juga :  Wisudawan UMN Diharapkan Jadi Generasi Yang Adaptif AI Dan Peduli Lingkungan

Selaras dengan visi tersebut, Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., S.Sos., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan UMN, menekankan pentingnya komersialisasi dan aplikasi riset di dunia nyata. UMN bahkan telah memiliki departemen khusus yang mengawal isu-isu keberlanjutan lingkungan.

“Kami tidak ingin ilmu maupun riset berhenti pada tahap publikasi saja. Lebih dari itu, kami ingin terus melahirkan pengetahuan hingga riset yang berdampak langsung dan mampu menjawab berbagai masalah nyata yang sedang dihadapi oleh masyarakat,” tegas Prof. Florentina Kurniasari.

Rencana aksi nyata yang ditawarkan UMN kepada para mitra globalnya mencakup program community outreach (penjangkauan masyarakat), community empowerment (pemberdayaan masyarakat), pelaksanaan riset inovatif yang aplikatif, hingga kolaborasi penyusunan kurikulum masa depan.

Mari kita kawal bersama langkah berani dunia pendidikan tinggi tanah air dalam menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya melahirkan generasi cerdas intelektual, melainkan juga generasi yang peka dan peduli pada kelestarian bumi demi anak cucu kita di masa depan. (Gdi)