
WANITAINDOESIA.CO – Perjalanan hidup Putri Juniawan tidak dimulai dari kemudahan. Ia lahir di Jakarta pada Januari 1990 sebagai anak yatim, setelah ayahnya meninggal dunia beberapa bulan sebelum ia dilahirkan.
Sejak kecil, Putri dibesarkan oleh ibunya seorang diri. Sang ibu menjalankan dua peran sekaligus sebagai orang tua tunggal, membesarkan anaknya dengan disiplin dan keteguhan.
Pengalaman tersebut membentuk karakter Putri sejak dini.
“Melihat ibu saya bertahan dan membesarkan saya sendirian membuat saya belajar bahwa hidup harus dijalani dengan keberanian dan tanggung jawab,” ujarnya.
Nilai tersebut kemudian menjadi fondasi perjalanan hidup dan kariernya sebagai komunikator publik sekaligus pengusaha di industri komunikasi.
Memulai Karier Sejak Remaja
Putri memulai perjalanan profesionalnya sejak usia 13 tahun dengan terjun ke dunia hiburan melalui sejumlah sinetron televisi nasional. Ia terlibat dalam berbagai produksi seperti Bukan Cinderella, Siti Bling Bling, Catatan Hati Seorang Istri, dan Kita Nikah Yuk, serta film karya sutradara Hanung Bramantyo pada tahun 2015.
Pengalaman tersebut membuat Putri terbiasa tampil di depan publik dan membangun kemampuan komunikasi panggung sejak dini.
Pada usia 15 tahun, ia meraih prestasi sebagai Wakil II Remaja Ceria Jakarta Pusat yang kemudian membuka jalan bagi kariernya sebagai Master of Ceremony profesional.
Sejak saat itu, Putri aktif memandu berbagai acara nasional, kementerian, hingga forum institusional pemerintahan. Karier tersebut terus berkembang hingga lebih dari dua dekade kemudian.

Presenter Televisi Nasional
Sejak tahun 2011, Putri juga dikenal sebagai presenter televisi nasional. Ia membawakan berbagai program di sejumlah jaringan televisi yang mencakup dialog kebijakan publik, program budaya, perjalanan, hingga liputan sosial masyarakat.
Pengalaman di layar televisi memperkuat reputasinya sebagai komunikator publik yang mampu menyampaikan informasi secara jelas dan terpercaya kepada audiens luas.
Membangun Caramel Agency
Di tengah perjalanan kariernya, Putri mendirikan Caramel Agency pada tahun 2010 saat berusia 20 tahun.
Awalnya agensi ini berfokus pada penyediaan talent profesional untuk industri acara. Seiring waktu, Caramel Agency berkembang menjadi ekosistem komunikasi yang menghubungkan institusi, perusahaan, dan talenta komunikasi profesional.
Hingga kini, Caramel Agency telah menyalurkan lebih dari 750 talent profesional dan terlibat dalam lebih dari 7.500 event nasional maupun internasional.
Melalui agensi ini, Putri membangun sistem manajemen talent yang melibatkan pembawa acara, moderator, presenter, serta komunikator profesional untuk berbagai forum institusional dan korporasi.
Pendidikan Public Speaking dan Event Organizer
Seiring berkembangnya Caramel Agency, Putri memperluas ekosistem komunikasinya melalui dua inisiatif lain.
Pada tahun 2016 ia mendirikan Public Speaking Academy by Caramel Agency, program pelatihan yang berfokus pada pengembangan public speaking profesional, leadership communication, dan komunikasi institusional.
Program ini telah memberikan pelatihan kepada berbagai kementerian, perusahaan BUMN, serta organisasi profesional di Indonesia.
Selain itu, Putri juga mengembangkan lini penyelenggaraan acara melalui Alpha Connection, yang menangani perencanaan dan manajemen berbagai forum institusional serta kegiatan korporasi.
Ketiga lini tersebut membentuk ekosistem komunikasi yang menghubungkan institusi, perusahaan, dan talenta komunikasi dalam berbagai forum nasional maupun internasional.
Forum Nasional dan Internasional
Sebagai pembawa acara dan moderator profesional, Putri dipercaya memandu berbagai forum nasional dan internasional tingkat tinggi.
Ia pernah memandu acara yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia, serta forum global yang melibatkan diplomat, organisasi internasional, dan pemimpin dunia.
Salah satu momen penting adalah keterlibatannya dalam rangkaian acara kunjungan Pope Francis di Masjid Istiqlal yang ditayangkan di TV Nasional secara langsung dan diliput lebih dari 1.000 media internasional.
Dalam berbagai kesempatan tersebut, Putri berperan sebagai bilingual host dan moderator yang memfasilitasi komunikasi antara pemimpin negara, pejabat pemerintah, dan eksekutif global.

Kontribusi dalam Program Literasi Digital
Selain aktif di industri acara, Putri juga berkontribusi dalam program edukasi publik nasional.
Melalui Caramel Agency, ia dipercaya sebagai Sub Koordinator Talent Moderator dan Key Opinion Leader dalam program Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Program ini merupakan salah satu program literasi digital terbesar di Indonesia dengan hampir 4.000 webinar literasi digital yang diselenggarakan secara nasional.
Pendidikan dan Sertifikasi Profesional
Putri menyelesaikan pendidikan Sarjana Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jakarta melalui jalur beasiswa dengan predikat cum laude.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Communication di London School of Public Relations dan kembali lulus dengan predikat cum laude pada tahun 2022.
Selain pendidikan formal, ia juga memiliki sertifikasi Certified Public Speaker dan Certified Corporate Communication Specialist yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Ekspansi Bisnis Internasional
Perjalanan bisnis Putri terus berkembang. Pada tahun 2024, Putri mendirikan Alpha Connection yang menangani berbagai proyek penyelenggaraan acara di berbagai kota di Indonesia dengan klien institusi nasional, BUMN, hingga korporasi besar.
Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Putri dan timnya berhasil memperoleh kepercayaan dari klien internasional yang ditandai dengan kerja sama lintas negara serta transaksi profesional dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD).
Pada awal 2025, Putri juga mulai menjajal bisnis kuliner dengan menghadirkan makanan khas Indonesia yang dipasarkan secara eksklusif di Belanda sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kuliner Indonesia ke pasar internasional.
Di tahun yang sama, ia sempat dipercaya memegang posisi Direktur dalam struktur awal sebuah perusahaan kolaborasi internasional bernilai ratusan miliar rupiah, meski kerja sama tersebut akhirnya tidak berlanjut karena ketidaksepakatan profesional.
Terinspirasi dari Kekuatan Seorang Ibu
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan komunikator publik, Putri juga menjalani peran sebagai ibu dari dua anak.
Bagi Putri, perjalanan hidupnya tidak dapat dipisahkan dari kekuatan sang ibu yang membesarkannya setelah kehilangan suami di usia muda.
“Kekuatan seorang ibu bisa mengubah arah hidup seorang anak. Jika hari ini saya bisa berdiri di titik ini, semuanya berawal dari kekuatan ibu saya yang tidak pernah menyerah,” kata Putri. (wib)




