
WANITAINDONESIA.CO – Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau MayDay, semangat para pekerja wanita untuk turun ke jalan menyampaikan aspirasi tentu sangat tinggi, namun tantangan cuaca terik ibu kota kerap menjadi keraguan karena takut kehilangan kesegaran dan sentuhan kefemininan saat harus berpanas-panasan.
Sebenarnya, berada di tengah massa aksi tidak lantas membuat para wanita harus mengabaikan penampilan, karena dengan persiapan dan padu padan yang tepat, Anda tetap bisa tampil menarik, nyaman, sekaligus garang dalam menyuarakan hak-hak pekerja.
Kenyamanan merupakan kunci utama saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, terutama saat unjuk rasa.
Penata gaya (stylist) kenamaan, Renny Amelia, menekankan pentingnya memilih material pakaian yang ‘bernapas’.
Dia menyarankan para pekerja wanita untuk menghindari bahan sintetis yang tebal dan beralih ke katun ringan atau linen untuk atasan, agar sirkulasi udara terjaga dan keringat cepat terserap.
Untuk menjaga nuansa feminin, pilihan warna atasan bisa jatuh pada warna-warna lembut seperti pastel, atau justru warna berani yang serasi dengan identitas serikat pekerja, namun tetap dalam potongan yang sopan dan memudahkan gerak. Atasan berupa kaus katun (cotton combed) yang longgar atau kemeja flanel tipis yang dijadikan luaran bisa menjadi opsi yang chic.
Sebagai pelengkap sekaligus atribut unjuk rasa yang ikonik, ikat kepala atau slayer bisa dimanfaatkan bukan hanya sebagai identitas kelompok, tetapi juga sebagai aksesori penunjang penampilan. Renny memberikan tips agar slayer tidak hanya diikat biasa di leher.
“Wanita bisa mengkreasikan slayer serikat pekerja menjadi bando bergaya retro atau mengikatnya di pergelangan tangan seperti gelang statement. Ini memberikan sentuhan manis sekaligus rebellious yang pas dengan suasana MayDay. Untuk menahan rambut dari angin dan keringat, gaya kuncir kuda yang rapi (sleek ponytail) atau kepang dua jauh lebih fungsional dan tetap terlihat modis,” ujar Renny Amelia.
Melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) adalah kewajiban yang tidak boleh ditawar jika ingin wajah tetap segar tanpa terlihat kusam setelah aksi. Penggunaan tabir surya (sunscreen) dengan SPF minimal 30 adalah langkah paling krusial sebelum mengaplikasikan riasan.
Untuk makeup, terapkan prinsip minimalis. Cukup gunakan pelembap berwarna (tinted moisturizer) atau cushion tipis yang tahan air, maskara kedap air, dan liptint berwarna natural yang juga berfungsi sebagai perona pipi. Hindari riasan tebal (bold) karena akan mudah luntur terkena keringat dan justru membuat wajah terlihat kotor.
Terakhir, Renny mengingatkan bahwa penampilan yang menarik harus didukung dengan alas kaki yang fungsional. Pilihan terbaik jatuh pada sepatu kets (sneakers) yang nyaman dan memiliki bantalan empuk untuk menopang kaki selama berjalan jauh, atau boots tipis untuk kesan lebih tangguh namun tetap bergaya.
Hindari sandal atau sepatu berhak datar (flat shoes) yang tidak protektif. Dengan padu padan ini, para pekerja wanita siap menyuarakan aspirasi dengan penuh percaya diri dan tetap memancarkan aura kefemininan yang kuat di momen MayDay. (Gdi)




