Tekko, “Napas Segar” Cita Rasa Asli Indonesia

Ambience resto Tekko lekat dengan suasana hommy nan asri. (Foto: Istimewa)

Refleksi Akhir Tahun Wanitaimdonesia.co

WANITAINDONESIA.CO – Sepanjang 2025 Tekko Nusantara sukses mengembangkan kuliner Indonesia otentik menyelaraskan zaman.

Lekat dengan kuliner Indonesia dengan signature dish Iga yang kemudian berkembang menjadi oase kuliner Indonesia. Menjadi resto Indonesia yang terdepan, dan progresif dikarenakan sepanjang tahun 2025, hadir 10 Cabang baru dengan beragam konsep seperti Tekko Reguler, Premium, dan Bandara.

Mereka sukses memanjakan selera masyarakat urban, wisatawan, pekerja maupun wisatawany asing di Jakarta dengan beragam kuliner Indonesia otentik, yang dipresentasikan dengan standar Tekko.

Keberadaan Tekko dalam mendukung perkembangan kuliner anak negeri yang dicintai warga lokal, serta dikenal masyarakat mancanegara, tentunya wajib diapresiasi. Manajemen melakukan ekspansi di sejumlah lokasi prestisius sebutlah di Pusat Lifestyle Sarinah Thamrin, di Bandara, PIK 2, dan Panglima Polim.

Sebagian ekspansi berlokasi di sejumlah tempat prestisius. Yang patut diingat ekspansi tersebut sebagian besar atas permintaan para pengelola gedung. Para Collaborator tertarik, dikarenakan Tekko mampu mempertahankan identitasnya sebagai Kuliner dengan Cita Rasa Asli Indonesia, serta banyak diapresiasi masyarakat.

Sidik Kadarsyah salah satu penjaga kelezatan Tekko menyampaikan, “Inovasi menjadi DNA Tekko yang dihadirkan lewat beragam terobosan baru, guna mengakomodir semua kelompok pelanggan. Tekko kekinian tak lagi identik dengan pengunjung keluarga. Namun menyasar ke generasi muda, eksekutif, wisatawan. Mereka menjadikan Tekko sebagai salah satu pilihan utama, untuk menikmati kuliner Indonesia.”

Inovasi di 2025, hadir gerai kopi di sejumlah cabang. Salah satunya di Tekko Signature Panglima Polim. Ihwal cita rasa kopi, keahlian Barista dalam memilah, kemudian memilih biji kopi untuk selanjutnya diracik menjadi beragam minuman panas, maupun dingin tak perlu diragukan.

Signature dish Iga Penyet khas dari daging iga yang lembut kenyal dengan Sambal Cobek yang bikin ketagihan. (Foto: Istimewa)

Coffee Culture, Tumis Genjer

Tak berselang lama, lini kopi menjadi favorit masyarakat, tak terkecuali dengan para Coffee Lovers. Mereka memasukkan Tekko sebagai destinasi ngopi cantik kekinian.

Baca Juga :  Chef Swiss-Kitchen Restaurant, Swiss-Belresort Dago Heritage Berikan Pengalaman Terbaik di Menu Pilihannya

Beragam lini resto yang dihadirkan Tekko, menjadi penanda akan keseriusan pemilik, untuk mengakomodir kebutuhan semua kelompok masyarakat. Tekko itu hebat, mampu memerdekakan selera foodie dengan beragam strata sosial, agar dapat menikmati kuliner lokal dengan harga wajar.

Tekko hadir perdana di daerah Pantai Indah Kapuk, Jakarta-Utara. Terinspirasi oleh keberadaan warung makan. Konsep yang diklaim memanusiawikan pembeli, karena orang tak perlu lagi duduk berdesak-desakkan dengan bangku seadanya. Juga tak lagi gerah. Mereka berhak untuk bersantap dengan suasana nyaman, dengan aspek kebersihan terjaga, serta layanan paripurna.

Konsep perdana tersebut menjadi cara baru, serta anti mainstream dalam menyajikan sajian Indonesia otentik yang menyenangkan. Sukses mengibarkan brand yang lekat dengan Signatured Dish Iga penyet, tak membuat Foundernya berpuas diri.

Inovasi lewat sejumlah terobosan menjadi DNA Tekko. Selain Iga, beragam menu Nusantara berbasis street food, menjadi pengayaan kuliner buat pengunjung setia.

Inovasi selaras zaman sejumlah gerai Tekko menghadirkan Coffee Culture masyarakat Indonesia (Foto: Istimewa)

Menu dikelompokkan menjadi beragam olahan populer seperti sumber protein dari iga, daging, ayam, bebek hingga ke aneka ikan yang kesemua varian dihadirkan menjadi beragam sajian populer Indonesia. Tawaran aneka sup, varian nasi, sayur, serta gorengan, dan menu dimsum disajikan dengan standar tinggi.
Juga tersedia beragam minuman dingin, selain minuman tradisi.

Aneka sajian sayur utamanya mengangkat kearifan lokal. Wanitaindonesia.co terpikat dengan tumis genjer. Tanaman gulma (pengganggu) yang kerap tumbuh di sawah maupun perairan dangkal, oleh masyarakat dimasak dengan cara ditumis atau dijadikan lalapan.
Nah olahan ngampung tersebut sukses dipresentasikan ulang Tekko. Aroma, serta rasanya terbilang khas, sedap. Spesial dinikmati bersama nasi hangat, lauk yang digoreng, dan sambal.

Konsep Tekko kemudian dikembangkan dari Tekko Reguler, kemudian menyusul Premium, Tekko Signature, dan Tekko Bandara.
Tekko Reguler pengunjung dapat bersantap layaknya di rumah makan, namun dengan suasana yang sangat nyaman.

Baca Juga :  Soto Medan

Tekko Premium, dan Signature berlokasi di tempat prestisius seperti di Panglima Polim. Pada dua konsep ini, pengunjung tak hanya datang untuk makan, mereka bisa membicarakan bisnis, melakukan meeting, dlsbnya di ruang khusus dengan ambience yang menyenangkan. Perbedaan lainnya ada beberapa menu reguler, serta promo yang hanya bisa dijumpai di Tekko Premium, dan Signature.

Selain Ala Carte, semua outlet Tekko menyediakan menu paket yang bisa dipilih menyelaraskan dengan selera, dan budget.

Soto Betawi satu varian olahan daging sapi, takarannya ‘royal’ dengan harga terjangkau. (Foto: Istimewa)

Outside Catering & Wedding

Pun halnya layanan Wedding dengan jumlah tamu terbatas, Anda dapat melaksanakannya di sejumlah outlet Tekko seperti di Cibubur, Grand Kota Bintang, Bekasi, Rawamangun, Daan Mogot, Sunter, Tekko Signature Panglima Polim, dlsbnya. Untuk menu wedding Anda bisa memilih kisaran harga mulai dari Rp.125.000 per-orang, hingga Rp. 250.000 per-orang, dengan minimal pesanan 50 porsi.

“Kami pernah melayani 1.000 orang tamu undangan, untuk perayaan pernikahan yang diselenggarakan di Tekko Daan Mogot, serta Sunter, “terang Sidik.

Sidik menambahkan, “Tekko juga memiliki layanan unggulan Outside Catering. Menjangkau kediaman pelanggan, kantor maupun gedung pernikahan.”

Tak hanya lekat dengan sajian bercita rasa otentik, dan lezat. Ambience Tekko memiliki poin selling tersendiri seperti yang terlihat di Tekko Grand Kota Bintang, Bekasi, dan Tekko Cibubur.

Jika diamati, interior Tekko lekat dengan ciri hommy, semi taman yang menawarkan kehangatan nan hakiki.
Dominasi elemen interior seperti kayu, dan terakota, yang diperkuat dengan aksesoris handicraft pada lampu menjadi ciri khas.

Tekko Grand Kota Bintang, Bekasi menghadirkan eksplorasi kreativitas membumi Founder. Sebagian elemen seperti tangga, meja, dan kursi memanfaatkan limbah dari kapal rusak. Kian memikat dinding resto berhias sisa kayu yang dibentuk, serta disusun mewakili selera artistik pemiliknya. Pun halnya bagian langit-langit. “Wow. Kesan asri dihadirkan lewat tanaman segar, dan artifisial

Baca Juga :  Mi Goreng Saus Tiram
Datanglah kala senja, berdiam sembari bersantap hingga petang menjelang, nikmati keindahan hakiki dari suasana santap istimewa. (Foto: Istimewa)

Resto Indonesia Terbaik

Kiranya upaya sepenuh hati Founder yang didukung oleh team work yang handal, sukses, serta diapresiasi pengunjung. Terbukti pada saat pembukaan cabang baru. Salah satunya di TIS Square, Tebet.

Menempati lokasi kurang strategis, di belakang, serta paling pojok. Tak ada penanda keberadaan dari neon box di area depan komplek. Ketatnya persaingan dengan resto lainnya, ternyata tak mampu membuat pamor Tekko redup.

Resto yang baru beroperasi tersebut senantiasa dipenuhi oleh pengunjung. Bahkan di momen Ramadan lalu, banyak yang rela antri menunggu, untuk bisa melewatkan waktu berbuka, dengan menikmati menu khas ala Tekko.

Pencarian Sate Maranggi, salah satu signature dish Tekko menghadirkan cerita tersendiri. Setiap bertandang untuk mereview outlet baru, Wanitaindonesia.co senantiasa memesan salah satu menu favorit khas Purwakarta tersebut.

Namun saat melakukan reportase ke Cabang Tekko di Pontianak, Sate Maranggi di sana lebih unggul dari beberapa cabang Tekko yang ada di Jakarta. Tekstur daging yang terjaga, lembut, dan kenyal, serta bumbu khas berupa ketumbar, dan jintan terasa di lidah. Mampu membuat suasana bersantap menjadi lebih nikmat.

Ini menjadi masukan buat manajemen Tekko. Walaupun bahan, bumbu, teknik masak, serta durasi sudah distandarisasi di dapur pusat, tentunya aspek ketelitian para staff yang bertanggung jawab di dapur, tetap menjadi prioritas. Pun halnya dengan mereka yang melakukan pengawasan terhadap kualitas hidangan. Harus lebih peka, dikarenakan mereka yang bertugas di resto merupakan garda terdepan dalam menjaga nyala Tekko, agar selaras dengan tagline “Cita Rasa Asli Indonesia”.

Penutup tahun yang manis jelang tahun baru 2026, Tekko akan selalu berekspansi, memperluas keberadaan dengan membawa visi, semangat untuk membumikan kuliner Indonesia otentik di sejumlah daerah seperti di Riau, Medan, serta sejumlah kota di Pulau Jawa. (*)