
WANITAINDONESIA.CO — Raudhah ash-Sharifah atau Rawdah merupakan salah satu tempat paling mulia di Masjid Nabawi, berada di area antara Makam Nabi Muhammad ﷺ dan mimbar Nabi, yang oleh Rasulullah ﷺ disebut sebagai “taman dari taman-taman surga”. Karena keutamaan spiritualnya, setiap jamaah yang ingin masuk ke Rawdah harus mengikuti prosedur khusus yang diatur otoritas Masjid Nabawi.
1. Menggunakan Aplikasi Nusuk (Permit Digital)
Mulai 2025, pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap pengunjung yang ingin beribadah di Rawdah untuk mengantongi izin melalui aplikasi resmi Nusuk—aplikasi layanan digital terintegrasi yang dikelola Kementerian Haji dan Umrah. Jamaah harus:
Mengunduh dan mendaftarkan Nusuk dengan nomor paspor/visa.
Memilih layanan “Praying in the Noble Rawdah” serta tanggal dan waktu kunjungan.
Menerima QR code permit yang akan discan saat masuk.
Permit ini bertindak sebagai jadwal akses yang sah dan membantu pengelola meminimalisir kepadatan saat periode puncak seperti Ramadhan atau musim Haji.
2. Masuk Tanpa Daftar Nusuk: Tasreh (Jemaah Haji)
Bagi jamaah Haji Indonesia, ada alternatif memasuki Rawdah tanpa mendaftar pribadi melalui aplikasi Nusuk. Pemerintah Arab Saudi dan delegasi Haji Indonesia menyediakan Tasreh (surat izin resmi) yang diberikan secara kolektif kepada jamaah kloter. Dokumen tasreh ini juga sah untuk kunjungan Rawdah dan ziarah ke makam Nabi Muhammad ﷺ tanpa aplikasi Nusuk individu.
Dengan Tasreh, setiap jamaah kloter ditentukan jadwal masuk yang harus dipatuhi bersama bimbingan pembimbing ibadah.
3. Datang pada Pagi Dini Hari (Sekitar 02.00 WIB Menjelang Subuh)
Selain slot melalui aplikasi atau Tasreh, jamaah sering kali berada di area antrean sejak dini hari, terutama ketika kapasitas grup permit sudah terpenuhi atau pada waktu kunjungan yang padat. Menurut pengalaman jamaah dan petugas, jamaah dianjurkan berkumpul sekitar pukul 01.00-02.00 waktu Madinah untuk mengantri di area depan pintu 37-38 dekat Jannatul Baqi sebelum jadwal masuk Rawdah yang biasanya dimulai pada sekitar 02.00 hingga menjelang Salat Subuh.
Pendekatan secara fisik seperti ini kerap dilakukan oleh jamaah yang punya permit atau Tasreh serta jamaah yang menunggu giliran berdasarkan aturan setempat.
4. Tata Tertib dan Prosedur Saat Masuk
Setelah mendekati Rawdah, jamaah akan melalui pemeriksaan permit atau Tasreh. Petugas mengatur alur masuk agar tertib. Di dalam Rawdah sendiri, jamaah dianjurkan membaca doa, melakukan salawat, dan berdoa dengan khusyuk tanpa menimbulkan kericuhan.
Luas dan Kapasitas Masjid Nabawi
Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid terbesar di dunia dan tempat suci kedua umat Islam setelah Masjidil Haram di Makkah. Menurut data resmi dan pengukuran area:
Luas total area masjid termasuk pelataran dan perluasannya diperkirakan mencapai sekitar 400.000 meter persegi atau lebih dari 40 hektar.
Masjid ini mampu menampung hingga lebih dari satu juta jamaah saat waktu puncak ibadah, terutama di musim Haji dan bulan Ramadhan.
Perluasan signifikan telah dilakukan oleh pemerintah Saudi sejak era modern untuk mengakomodasi jutaan jamaah yang mengunjungi Madinah setiap tahunnya.
Makam Nabi Muhammad ﷺ dan Sahabat
Di bagian dalam Masjid Nabawi, di bawah Kubah Hijau, terdapat Makam Nabi Muhammad ﷺ, yang juga sekamar dengan makam dua sahabatnya yaitu Abu Bakr ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Kedekatan makam ini terhadap Rawdah membuat area tersebut sangat dihormati. Pengunjung sering mengunjungi area tersebut setelah atau sebelum masuk Rawdah, mengikuti adab ziarah yang dianjurkan. (den)




