Tanam Sayur, Tumbuhkan Ekonomi: Sharp Hydro Heroes Berdayakan Ibu Muda di Bekasi

Peserta Sharp Hydro Heroes sedang memetik hasil panen . Foto Dok. Sharp

WANITAINDONESIA.CO – PT Sharp Electronics Indonesia kembali menghadirkan Sharp Hydro Heroes, sebuah program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian modern yang kali ini menyasar ibu-ibu muda di wilayah Bekasi Utara, Jawa Barat.

Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Karawang pada 2024 lalu dengan melibatkan generasi muda di sekitar lingkungan perusahaan, Sharp Hydro Heroes kini dikembangkan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan keluarga. Program ini tidak hanya mengajarkan teknik bercocok tanam menggunakan hidroponik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan mengelola hasil panen, kewirausahaan, pemasaran digital, serta edukasi mengenai pentingnya konsumsi sayur dan pola makan beragam bagi keluarga.

Melalui pendekatan tersebut, Sharp ingin mendorong dua manfaat sekaligus, yaitu membuka peluang tambahan penghasilan bagi ibu dan keluarganya, serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menyediakan pangan yang lebih beragam dan bergizi bagi anak.

Baca Juga :  Lewat Strategi The Game Changer, SMB 2 Optimis dengan Daya Beli Masyarakat Bekasi

“Melalui Sharp Hydro Heroes, kami ingin hadir lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di sekitar kami. Kami percaya pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan ekonomi, tetapi juga mengenai bagaimana seorang ibu dapat menjadi penggerak perubahan di dalam keluarganya, termasuk dalam membangun kebiasaan makan yang lebih sehat bagi anak-anak. Karena itu, program ini tidak berhenti pada bagaimana menanam sayuran.

Kami ingin peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola hasilnya menjadi peluang ekonomi, sekaligus memahami nilai penting sayuran dan pola makan yang beragam bagi pertumbuhan keluarga,” ujar Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Sharp Hydro Heroes di Bekasi dirancang agar peserta tidak hanya menjadi produsen sayuran, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tingkat keluarga.

Para peserta akan mendapatkan edukasi mengenai manfaat sayuran, pengenalan pola makan yang lebih beragam, pengelolaan hasil panen, hingga bagaimana memperkenalkan sayuran kepada anak dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Seorang Pria Keliling Cari Seragam Bekas untuk Sang Anak, Sultan Banten Beri Bantuan

“Kami mengapresiasi Sharp Hydro Heroes sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam memberdayakan kaum perempuan, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pangan bergizi bagi anak, sejalan dengan kebijakan pemerintah kota Bekasi dalam mencegah stunting melalui keanekaragaman konsumsi sayur mayur.

Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bekasi.” Ungkap Ismail Marzuki, Lurah Teluk Pucung, Bekasi Utara
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan siklus manfaat yang lebih luas, ibu mendapatkan keterampilan dan peluang ekonomi, keluarga memiliki akses lebih dekat terhadap sayuran segar, sementara anak mendapatkan lingkungan keluarga yang semakin sadar terhadap pentingnya asupan bergizi.

Baca Juga :  Riak Inflasi Mei Mulai Sentuh Kantong Belanja Masyarakat

Sharp Hydro Heroes memanfaatkan lahan seluas 15 x 5 meter di area SAGA Life School, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara. Melalui metode hidroponik, lahan yang relatif terbatas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan sekaligus menjadi ruang belajar bagi para peserta.

Sebanyak 20 peserta yang terpilih akan diberikan program pelatihan terstruktur yang mencakup:

• Dasar-dasar pertanian dan hidroponik
• Teknik penanaman dan perawatan tanaman
• Pengelolaan serta pemanenan hasil pertanian
• Pengolahan dan pemanfaatan hasil panen
• Dasar-dasar kewirausahaan
• Perhitungan sederhana biaya dan potensi usaha
• Pemasaran dan branding produk
• Pemanfaatan media sosial untuk pemasaran
• Edukasi mengenai pola makan beragam dan pentingnya sayuran bagi keluarga

Dengan demikian, hidroponik tidak diposisikan sekadar sebagai aktivitas bercocok tanam, tetapi sebagai keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan. (srv)