
WANITAINDONESIA.CO – Gemuruh dukungan di Basket Hall, Senayan, Jakarta, menjadi saksi ketangguhan petinju muda Indonesia, Dira Atika, pada Kamis malam. Menghadapi lawan tangguh asal Korea Selatan, Yubeen Seo, Dira tampil dominan sejak ronde pertama dimulai. Lewat kombinasi pukulan yang presisi dan pertahanan yang solid dalam laga kategori usia di bawah 23 tahun (U23) tersebut, ia sukses mengunci satu tempat di babak semifinal Asian Boxing U19 dan U23 2026.
Pertarungan sengit di kelas bulu (featherweight) 57 kilogram putri ini berjalan dengan tensi tinggi di bawah kepemimpinan wasit Radoslav Simon asal Slovakia. Kendati mendapatkan perlawanan ketat dari Yubeen Seo, Dira mampu mendikte jalannya laga dan memikat hati para juri. Dominasi mutlak Dira tercermin dari papan skor akhir, di mana empat juri memberikan keunggulan mutlak 30-27, sementara satu juri lainnya memberikan nilai 29-28 untuk kemenangan sang tuan rumah.
Kemenangan gemilang ini sekaligus memperpanjang napas kontingen Merah Putih di ajang bergengsi tingkat Asia tersebut. Kesuksesan Dira mengikuti jejak rekan senegaranya, Anggie Antania Chalik, yang lebih dulu mengamankan tiket semifinal di kelas terbang ringan (light flyweight) 45-48 kilogram setelah menumbangkan wakil Filipina, Shairylle Pores.
Langkah manis kedua petinju tersebut melengkapi jajaran atlet Indonesia yang lolos ke babak empat besar, menyusul Maria Meisita Manguntu dan Linda Sari Langi Maililin yang sudah mengamankan posisi terlebih dahulu. Kehadiran empat petinju di babak semifinal ini tentu memperbesar peluang Indonesia untuk mendulang medali emas di rumah sendiri.
Sayangnya, catatan bersih tim Indonesia sedikit ternoda setelah Fani Afnan Janati yang turun di kelas terbang (flyweight) 51 kilogram harus mengakui keunggulan teknik dari petinju asal Jepang, Riko Matsushita. Kendati demikian, perjuangan seluruh atlet dalam turnamen yang diikuti oleh sekitar 400 petinju terbaik dari 26 negara Asia ini patut diacungi jempol. Indonesia sendiri menurunkan 19 atlet terbaiknya, yang terbagi dalam sepuluh atlet untuk kategori di bawah 19 tahun (U19) dan sembilan atlet untuk kategori U23.
Ajang internasional ini menjadi panggung debut (penampilan perdana) yang sangat krusial bagi sebagian besar pahlawan muda olahraga adu jotos tanah air. Turnamen berskala besar seperti ini menjadi ruang terbaik bagi mereka untuk memperkaya jam terbang sekaligus menakar sejauh mana kemampuan taktik dan mental saat berhadapan dengan raksasa-raksasa tinju Asia.
Perjalanan melelahkan di atas ring tinju Senayan ini barulah sebuah awal dari pembuktian panjang. Dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia kini menjadi bahan bakar utama bagi Dira Atika dan kawan-kawan untuk terus melayangkan pukulan terbaik demi mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi Asia. (Gdi)




