Selayang Pandang Selendang - Wanita Indonesia <
GAYA HIDUP

Selayang Pandang Selendang

wanitaindonesia.co – Dalam kamus Bahasa Indonesia selendang didefinisikan sebagai kain panjang penutup leher atau untuk menari. Memang itulah asal muasal selendang. Selendang juga menjadi pelengkap berbagai jenis busana tradisional Indonesia yang dipakai wanita, seperti kebaya dan baju kurung. Dalam perkembangan terbaru selendang dikreasikan dalam bermacam bentuk dan fungsi.

Berikut 7 perancang dan label mode tanah air yang mengangkat selendang dalam karyanya.

1. Selendang menerawang Sapto Djojokartiko

Selendang menerawang cantik karya Sapto Djojokartiko
Foto: Dok. Sapto Djojokartiko
Beberapa tahun terakhir, Sapto Djojokartiko berhasil memikat publik dengan formula permainan kain organza dan tulle dengan hiasan bordir dan sulaman. Aksen selendang menerawang yang ringan dan cantik melengkapi padu padan busana rancangannya yang bergaya etnik kontemporer.

2. Ikatan Batik Era Soekamto

Sematan selendang batik koleksi Era Soekamto
Foto: Dok. Era Soekamto
Karya Era selalu sarat filosofi. Olahan kreativitasnya beragam, dari kebaya modern, baju kurung, kaftan, busana batik tulis hingga ke aksesori pelengkapnya.
Pada koleksi barunya, Era mengemas helaian kain batik mega mendung yang ditata dengan teknik ikat simpul menjadi gaun drapery dan dilengkapi dengan selendang batik yang cantik. Gaun yang menonjolkan kemegahan batik mega mendung ini disempurnakan dengan sematan tusukan emas berkepala naga hasil kolaborasinya bersama produsen emas Hartadinata Abadi.

3. Napas kontemporer Studio 133 Biyan

Studio 133 Biyan hadirkan selendang cantik
Foto: Dok. Studio 133 Biyan
Pada lini Studio 133 miliknya yang lebih terjangkau dan muda, Biyan menawarkan padu padan gaun berhiaskan print batik modern di atas bahan silk dan selendang menerawang dengan permainan bordir berwarna putih. Muda, dan tampak bersahaja.

4. Rama Dauhan Hadirkan selendang daur ulang

Selendang Ramah Lingkungan karya Rama Dauhan
Foto: Dok. Rama Dauhan
Tak sedikit kain yang terbuang dari sisa produksi setiap koleksinya. Hal ini menjadi perhatian perancang muda Rama Dauhan. Dengan pengalaman dan kreativitasnya, Rama yang menerapkan pendekatan ramah lingkungan dengan mengolah potongan-potongan kain perca menjadi produk selendang panjang. Selendang panjang ini tampak cantik dengan hiasan ruffles dan bunga yang terbuat dari campuran katun, organza, tulle, dan lain-lainnya. Unik!

5. Danny Satriadi bermain rancangan klasik

selendang menemani kebaya klasik karya Danny Satriadi
Foto: Dok. Danny Satriadi
Menunjukkan minat pada wastra dengan lini Arkamaya miliknya yang berfokus pada olah batik serta lurik, kali ini Danny melansir baju kurung lengkap dengan selendang merah menjuntai pada lini utamanya. Selendang ramping berwarna merah hati yang senada dilengkapi dengan payet dan bordir cantik. Hiasan fringe para ujung selendangmenjadi aksen apik.

6. Cantuman Felicia Budi

Selendang bertekstur ala Felicia Budi di Fbudi
Foto: Dok. FBudi
Nama Felicia Budi tak asing di para penggemar mode kontemporer tanah air. Pendekatan minimalis sarat detail pengolahan tekstil dikemas cantik pada setiap karya. Pada beberapa koleksi terakhir melalui lini fbudi, Felicia menyematkan ragam cantuman, jaitan kecil pada titik-titik tertentu pada kain, yang menciptakan pola geometris pada selendang berwarna gading. Selendang ini dipadukan dengan gaun berwarna gading yang juga dihiasi cantuman.

7. Eksplorasi Selendang Sejauh Mata Memandang

selendang menjadi tas unik di tangan Chitra Subyakto melalui lini Sejauh Mata Memandang
Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang
Sejak awal kemunculannya, Sejauh Mata Memandang telah melansir ragam selendang dan kain batik bernapas modern. Penggunaan batik cap dan tulis di atas material sutra dan katun dipilihnya sebagai media berkarya.

Dalam perkembangannya Chitra mendesain selendang yang memiliki kompartemen di dalamnya. Dengan adanya ruang di dalam selendang, Anda dapat menggunakannya sebagai tas selempang yang bila dilihat sekilas nampak seperti selendang biasa.

Ingin belajar lebih banyak dengan pengembangan etnik kontemporer ataupun penerapan praktik mode berkelanjutan? Simak bincang Femina bersama Chitra Subyakto yang tersedia di IGTV Femina Magazine(wi)

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button