Segera Digelar IRN 2026 Program Riset Pangan Bergengsi Mahasiswa

Momen Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) menegaskan komitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia, dua dekade nan epik di "Temu Kangen Alumni IRN", (Ki-ka) : Stefanus Indrayana, Indofood, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, Guru Besar IPB & Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany, alumni IRN & Guru Besar ITB, Mariska Priscilla, alumni IRN berbagi cerita di “Temu Kangen Alumni IRN”. (Foto: Dokumentasi Indofood)

WANITAINDONESIA. CO – Indonesia terus menghadapi tantangan besar terkait kedaulatan pangan. Ketergantungan pada komoditas impor, alih fungsi lahan serta perubahan iklim yang terjadi butuh solusi berupa inovasi, dan teknologi unggul dari para peneliti muda.

Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat penting, bahwa kemajuan bangsa ikut ditentukan oleh semangat, dan kualitas generasi muda.

Sebagai bagian dari komitmen terus tumbuh hadirkan kebaikan, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) turut  berperan aktif menghadirkan berbagai program pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Semangat ini salah satunya terwujud dalam Program Indofood Riset Nugraha (IRN), sebuah program bantuan riset bagi mahasiswa S1 untuk menggali potensi pengembangan produk pangan fungsional, dengan berbasis kearifan lokal masyarakat  yang kaya, dan beragam.

Tahun ini, IRN tepat memasuki dua dasawarsa, wujud komitmen yang konsisten dalam mendukung tumbuhnya  generasi peneliti muda Indonesia yang inovatif, adaptif, berkualitas, untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Diluncurkan pertama kali di tahun 2006, Program Indofood Riset Nugraha hadir sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha, di tahun 1998 oleh Bogasari Flour Mills, salah satu kelompok usaha strategis Indofood. Program bertujuan untuk membantu proyek penelitian guna mendukung pengembangan produk-produk pangan berbasis gandum, dan tepung terigu.

Stefanus Indrayana, Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, mengatakan tahun ini,  pelaksanaan Program Indofood Riset Nugraha memasuki usia ke-20 tahun, sebuah wujud nyata komitmen Indofood untuk  mendukung semangat generasi peneliti muda Indonesia.

“Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap, IRN dapat terus membangkitkan semangat peneliti muda Indonesia menjadi scientific-preneur inovatif. Siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam mengembangkan potensi pangan lokal kita menjadi solusi, dan peluang usaha yang berdampak, “paparnya.

Baca Juga :  Tips Untuk Mahasiswa Agar Tidak Selalu Rebahan

 

Dua Dekade Asa Peneliti Muda

Selama dua dekade pelaksanaannya, Program Indofood Riset Nugraha telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian, dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih 200 universitas, dan perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN, menjelaskan, generasi muda, termasuk para peneliti muda, adalah motor penggerak utama dalam menjawab kompleksitas tantangan masa depan Indonesia.”

“Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, diperlukan generasi peneliti yang tidak hanya cerdas secara  akademi, tapi berani untuk bereksplorasi, dan berinovasi, terutama dalam mengoptimalkan potensi serta kearifan lokal  guna melahirkan solusi masa depan, “tambahnya.

Prof. Purwiyatno melanjutkan, “IRN hadir, bukan hanya mendukung riset akademik, tetapi juga turut  membangun pola pikir yang kritis, kreatif, berani dan inovatif, serta mendorong mahasiswa untuk berjejaring dan selalu  mengembangkan kapasitasnya, agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.”

Selain bantuan dana penelitian, konsistensi pelaksanaan IRN selama 20 tahun juga ditopang oleh dukungan tim pakar  lintas disiplin ilmu, dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Para pakar dari bidang teknologi pangan,  sosial ekonomi, pertanian, peternakan, gizi dan kesehatan, perikanan dan kelautan, genetika dan bioteknologi molekuler  hingga praktisi industri terlibat aktif memberikan pendampingan, mulai dari proses seleksi proposal penelitian, bimbingan, hingga penilaian hasil riset mahasiswa.

Selain itu, para peserta IRN juga dibekali dengan pelatihan-pelatihan soft skill yang diperlukan, khususnya untuk membangun karakter peneliti muda yang unggul, dan tangguh.

Dedikasi IRN dalam mendukung pendidikan dan pengembangan riset juga mendapat pengakuan luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa penghargaan yang pernah diraih di antaranya: Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2010 dari Enterprise Asia, Penghargaan Peduli Pendidikan Kemendikbud RI 2011, hingga penghargaan Tempo untuk The Best CEO Outstanding Support for Student Academic Research bagi CEO  Indofood, pada tahun 2024.

Baca Juga :  Mahasiswa UBSI Slipi Tebar Kepedulian Melalui Pengabdian Masyarakat di Panti Yauma
“Wow dua dekade pelaksanaan Program Indofood Riset Nugraha, Ayo peneliti muda segera bergabung ikut ambil bagian jadi circle IRN. (Foto: Dokumentasi Indofood)

Kolaborasi Strategis

Program Indofood Riset Nugraha hadir membawa semangat kolaboratif yang mempertemukan pelaku industri dan dunia akademik.

“Sebagai salah satu perusahaan makanan, dan minuman terkemuka di Indonesia, Indofood
memandang kolaborasi dengan dunia akademik sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem riset yang  kredibel, dan berkelanjutan,” tambah Stefanus Indrayana.

Dalam dua dekade pelaksanaannya, IRN konsisten mengangkat tema-tema penelitian yang relevan dengan masa  depan pangan Indonesia.

Salah satunya adalah “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi, Dan Kearifan
Lokal”, sejalan dengan besarnya potensi sumber daya pangan Indonesia yang masih dapat terus dikembangkan melalui inovasi berbasis riset.

“Indonesia dianugerahi kekayaan pangan lokal, dan pangan fungsional yang sangat besar. Tantangannya bagaimana riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu mentransformasi potensi tersebut menjadi solusi  pangan masa depan, yang yang memberikan dampak ganda. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus  menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” jelas Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc.

Dua dekade IRN beroleh banyak penghargaan dalam, dan luar negeri, bukti peneliti muda menjadi penggerak utama ihwal pangan dalam kompleksitas masa depan. (Foto: Dokumentasi Indofood)

Jejaring Alumni Kekuatan Penggerak

Selama 20 tahun perjalanannya, Program Indofood Riset Nugraha juga berhasil membangun jejaring alumni lintas
generasi, dan lintas daerah yang kini berkiprah di berbagai sektor. Mulai dari peneliti, profesional, akademisi, entrepreneur, hingga penggerak inovasi pangan. Kiprah para alumni tersebut menjadi representasi nyata dampak IRN
dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany, alumni IRN angkatan 2004 yang kini berkiprah sebagai Guru Besar ITB dan seorang peneliti, menyebut IRN menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir kritis.

“Pengalaman saya  bersama IRN turut membekali saya untuk bertumbuh menjadi peneliti yang kristis, sistematis dan selalu mengedepankan  semangat kolaboratif untuk inovasi yang berdampak,” tuturnya.

Baca Juga :  Wamen Nezar Patria Tantang Mahasiswa Kuasai Teknologi Digital dan Jadi Pionir Inovasi

Senada dengan itu, Mariska Priscilla, alumni IRN angkatan 2017 yang kini bergabung dalam tim R&D Indofood, menilai pendampingan bersama tim pakar selama IRN membentuk pola  pikir yang lebih solutif. Riset tidak hanya dipandang sebagai teori, tetapi juga solusi yang relevan bagi kebutuhan  industri dan masyarakat.

Kiprah para alumi IRN juga meluas. Salah satunya Ratu Salsabila Astrakusuma, alumni IRN angkatan 2023 yang saat  Ini tengah meneruskan kiprahnya sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis.

“IRN memberikan fondasi  keberanian bagi saya untuk mengembangkan berbagai potensi pangan menjadi peluang inovasi yang berdaya saing,” ujar Ratu.

Melalui momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Indofood berharap IRN dapat terus menginspirasi  kebangkitan semangat generasi muda Indonesia.

“Kami berharap, melalui IRN, Indofood dapat terus menjadi bagian dari perjalanan lahirnya para inovator, dan change makers Indonesia, yang mampu memberikan dampak positif bagi  masyarakat dan bangsa,” tutup Stefanus Indrayana.

Program Indofood Riset Nugraha akan kembali hadir untuk memberikan dukungan penelitian bagi mahasiswa S1 di seluruh Indonesia.

Rangkaian Program IRN 2026–2027 akan diawali dengan kegiatan sosialisasi ke berbagai universitas, dan perguruan tinggi pada bulan Juni 2026, dilanjutkan dengan pembukaan pendaftaran hingga  akhir Agustus 2026 serta proses seleksi oleh tim pakar IRN.

Pengumuman penerima dana riset dijadwalkan di pertengahan September 2026. Acara puncak akan  ditutup dengan signing ceremony IRN 2026- 2027, dan pelaksanaan Simposium Pangan Nasional IRN pada Oktober  2026, sebagai wadah apresiasi sekaligus ruang diskusi untuk mendorong lahirnya inovasi pangan yang relevan bagi
masa depan Indonesia. Info: www.indofoodrisetnugraha.com dan IG @rumahindofood. (rp)