
WANITAINDONESIA.CO – Barisan armada truk trailer yang merayap saban hari di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok kini punya napas baru. Lewat strategi operasional bernama pergerakan ganda (dual move), PT Jakarta International Container Terminal (JICT) meretas jalan keluar untuk mendongkrak produktivitas pengangkutan barang sekaligus mengurangi kemacetan kronis di jalur logistik vital nasional tersebut.
Melalui skema pergerakan ganda (dual move), satu unit kendaraan angkut kini dapat menyelesaikan dua tugas sekaligus dalam sekali masuk terminal: mengantarkan peti kemas (container) ekspor dan langsung mengangkut peti kemas impor untuk dibawa keluar. Langkah pintar ini mengikis praktik lama yang tidak efisien, di mana truk kerap datang atau pulang dalam keadaan kosong.
Direktur Operasi dan Teknik JICT, Doni Budiono, menegaskan bahwa efisiensi terminal baru benar-benar bermakna jika dapat langsung dirasakan dampaknya oleh para pengguna jasa dalam rantai pasok yang lebih luas.
“Efisiensi terminal akan memberikan nilai lebih besar ketika dapat diterjemahkan menjadi produktivitas bagi pengguna jasa. Melalui pergerakan ganda (dual move), kami membuka peluang agar satu kunjungan kendaraan dapat menghasilkan dua pergerakan produktif,” ungkap Doni saat sosialisasi program yang dihadiri regulator dan asosiasi logistik di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu.
Doni menekankan, keberhasilan inovasi ini tidak sekadar diukur dari angka transaksi belaka, melainkan dari keandalan (reliability) proses, tingkat adopsi pelaku usaha, waktu putar balik truk (truck turn time), hingga efektivitas riil di lapangan. Data nyata akan menjadi tolok ukur utama evaluasi berkala bersama mitra ekspedisi dan pengangkutan.
Kehadiran inovasi ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menyatakan bahwa modernisasi tata kelola pelabuhan merupakan kunci utama dalam memperlancar arus barang serta mendongkrak daya saing logistik Indonesia di tingkat global.
“Inisiatif pergerakan ganda (dual move) yang disosialisasikan JICT hari ini menawarkan pendekatan integrasi kegiatan ekspor dan impor dalam satu rangkaian kunjungan kendaraan. Keberhasilan implementasinya tentu sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak,” tutur Capt. Heru, mengingatkan pentingnya ritme kerja yang solid dan disiplin di seluruh ekosistem pelabuhan.
Dukungan serupa mengalir dari Senior Manager Komersial Regional 2 Tanjung Priok, Chandra Irawan. Menurutnya, pemanfaatan skema ini secara maksimal akan membawa dampak domino yang sangat positif bagi lalu lintas Jakarta Utara.
“Kalau program ini dapat dioptimalkan dan utilisasinya semakin tinggi, kami melihat dalam jangka panjang berpotensi memberikan kontribusi pengurangan kepadatan lalu lintas, baik di dalam kawasan pelabuhan maupun di sekitar Tanjung Priok,” ujar Chandra penuh optimistis.
Transformasi layanan logistik modern ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi operasional yang presisi mampu mengurai kerumitan pergerakan barang nasional. Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya bergerak lebih cepat dan efisien, tetapi juga membawa angin segar bagi kenyamanan mobilitas jalan raya yang lebih lancar dan ramah bagi masyarakat luas. (Gdi)




