
WANITAINDONESIA.CO – Kabar duka dari Aceh dan Sumatera Utara yang dilanda banjir bandang serta longsor menggerakkan hati banyak pihak. Menanggapi situasi darurat tersebut, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menunjukkan aksi nyata dengan mendonasikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp300 juta.
Bantuan ini diserahkan secara resmi di Kantor Wali Kota Jakarta Utara melalui PMI Kota Jakarta Utara. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan para korban yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat bencana alam tersebut.
Direktur Utama JICT, Ade Hartono dalam keterangan tertulis, Minggu, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk bahasa kasih dan solidaritas perusahaan terhadap sesama.
“Bencana ini membawa dampak besar bagi saudara-saudara kita. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban materi, tapi juga memberikan semangat bagi warga untuk segera bangkit,” ujar Ade dengan penuh empati.
Sebagai bagian dari ekosistem logistik nasional, JICT berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga hadir di garis depan saat agenda kemanusiaan memanggil.
Langkah mulia ini mendapat apresiasi tinggi. Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, memuji konsistensi JICT dalam mendukung misi sosial. Atas dedikasinya, JICT dianugerahi dua penghargaan sekaligus dari PMI Kota Jakarta Utara dan Wali Kota Jakarta Utara.
Nantinya, dana tersebut akan dialokasikan oleh PMI untuk kebutuhan mendesak para pengungsi, seperti: Penyediaan logistik dan bahan pangan, layanan kesehatan bagi balita dan lansia, dan program pemulihan awal pascabencana.
Lebih dari Sekadar Bisnis
Tak hanya kali ini saja, JICT ternyata memiliki rekam jejak yang panjang dalam pemberdayaan masyarakat. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan hidup. Donasi untuk Aceh dan Sumut ini menjadi benang merah dari komitmen keberlanjutan perusahaan untuk menciptakan dampak sosial yang positif bagi Indonesia.
Melalui kolaborasi hangat antara sektor swasta dan pemerintah, harapannya luka yang ditinggalkan banjir bandang di Sumatera bisa segera pulih, dan anak-anak di sana bisa kembali beraktivitas dengan ceria. (Gdi)




