WANITAINDONESIA.CO – Semangat membara demi mengibarkan bendera Merah Putih kembali diperlihatkan oleh pemanah andalan Indonesia Diananda Choirunisa. Kurang dari sebulan setelah melahirkan anak keduanya, atlet yang akrab disapa Anis ini sudah kembali menginjakkan kaki di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Kehadirannya di pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak awal Agustus 2026 menjadi sinyal kuat bahwa tekadnya tak pernah surut demi membela negara di kancah internasional.
Keputusan Anis untuk langsung tancap gas berlatih bukan tanpa alasan. Target besar sudah menanti di depan mata, yakni Aichi-Nagoya Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Fokus utamanya saat ini adalah mengembalikan kebugaran fisik dan mematangkan kembali bidikan panahnya agar berada dalam kondisi terbaik.
“Sekarang saya fokus dan berusaha sebaik mungkin agar dapat memberikan yang terbaik di Asian Games dan meraih tiket Olimpiade 2028,” ujar atlet panahan nomor recurve Diananda Choirunisa dalam keterangan resmi di akun Instagram Persatuan Panahan Indonesia.
Kembalinya Diananda menjadi suntikan amunisi yang sangat berharga bagi tim nasional panahan Indonesia. Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) memasukkan nama Diananda dalam daftar 10 pemanah terbaik yang disiapkan untuk berlaga pada pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Pada nomor recurve, kekuatan Indonesia makin solid karena Diananda dipadukan dengan deretan pemanah tangguh lainnya seperti Riau Ega Agata Salsabilah, Alviyanto Bagas Prastyad, Ahmad Khoirul Baasith, Rezza Octavia, dan Fathiyya Erista Maharani. Sementara itu pada nomor compound, Indonesia mengandalkan empat atlet terbaik yakni Sostar Andaru Rinaldi, Ratih Zil’izati, Yurike Nina Bonita Pereira, dan Nurisa Dian Ashrifah.
Langkah Diananda dan kawan-kawan diiringi optimisme tinggi setelah tim panahan Indonesia sukses memboyong predikat juara umum pada pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2025 dengan torehan 6 medali emas dan 2 medali perunggu. Modal manis tersebut melipatgandakan kepercayaan diri tim untuk memenuhi target PB Perpani, yakni membawa pulang minimal 1 medali perak dari Aichi-Nagoya, melampaui pencapaian pada Asian Games Hangzhou sebelumnya.
Bagi Diananda pribadi, ajang ini memiliki arti yang sangat mendalam. Selain menjadi ajang pembuktian untuk bangkit usai masa rehat persalinan, kompetisi ini menjadi batu pijakan penting menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Pengalaman manisnya saat meraih medali perunggu nomor recurve beregu campuran bersama Riau Ega Agata Salsabilla di Hangzhou menjadi bukti bahwa ketajaman bidikannya selalu bisa diandalkan pada momen kritis.
Perjuangan Diananda Choirunisa membuktikan bahwa keterbatasan waktu dan perubahan peran hidup tidak pernah menjadi penghalang untuk terus mengejar mimpi tertinggi. Mari kita berikan dukungan dan doa terbaik bagi seluruh srikandi dan kesatria panahan Indonesia agar mampu mengibarkan Sang Saka Merah Putih di podium tertinggi Asia. (Gdi)





