WANITAINDONESIA.CO – Menghidangkan masakan laut yang menggugah selera di meja makan keluarga bermula dari ketelitian kita saat berada di pasar atau swalayan.
Udang sering kali menjadi primadona karena rasanya yang manis dan gurih, namun protein tinggi ini memerlukan penanganan yang sangat higienis agar nutrisinya tetap terjaga dan aman dikonsumsi.
Memilih udang bukan sekadar melihat ukurannya, melainkan memastikan bahwa bahan laut tersebut masih berada dalam kondisi prima sebelum masuk ke dalam penggorengan.
Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah indra penglihatan dan penciuman kita saat memilih. Pastikan tubuh udang masih kokoh, transparan, dan tidak berwarna kusam atau kemerahan.
Kepala udang yang masih melekat kuat pada tubuhnya menjadi indikator utama kesegaran, sementara aroma laut yang segar—bukan amis yang menyengat—menandakan udang tersebut belum mengalami proses pembusukan.
Hindari udang yang sudah terasa lembek atau memiliki bercak hitam yang berlebihan karena hal itu menunjukkan penurunan kualitas protein di dalamnya.
Setelah mendapatkan udang terbaik, proses pembersihan menjadi tahapan yang sangat krusial dalam menjaga kebersihan (higienitas).
Sebaiknya udang dicuci di bawah air mengalir untuk menghilangkan sotoran yang menempel pada kulitnya.
Proses membuang urat hitam di bagian punggung, yang sebenarnya merupakan saluran pencernaan udang, sangat disarankan agar rasa masakan tidak pahit dan tetap bersih.
Mengupas kulit udang atau membiarkannya utuh tentu bergantung pada jenis masakan, namun memastikan area kepala bersih dari kotoran adalah keharusan demi keamanan pangan.
Pakar Keamanan Pangan dari Balai Riset Perikanan, Dr. Sri Wahyuni, M.Si., menekankan bahwa suhu adalah faktor penentu dalam menjaga kesegaran udang di dapur.
Ia menyarankan agar udang yang sudah dibersihkan segera dimasak atau disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kompartemen pembeku (freezer) jika tidak langsung diolah.
Menurutnya, bakteri pada hasil laut berkembang sangat cepat di suhu ruang, sehingga rantai dingin tidak boleh terputus sejak dari pasar hingga ke meja makan.
“Kesalahan kecil dalam menyimpan udang bisa mengubah hidangan bergizi menjadi risiko bagi pencernaan keluarga. Udang yang aman adalah yang diperlakukan dengan suhu dingin dan alat masak yang bersih sejak awal,” ujar Dr. Sri Wahyuni.
Sebagai sentuhan akhir sebelum diolah menjadi berbagai menu favorit seperti udang asam manis atau udang goreng tepung, pastikan udang dikeringkan terlebih dahulu menggunakan tisu dapur. Hal ini bertujuan agar tekstur udang tetap kenyal saat terkena panas dan bumbu dapat meresap dengan sempurna.
Dengan pemilihan yang tepat dan penanganan yang saksama, hidangan udang tidak hanya akan memanjakan lidah, tetapi juga memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh anggota keluarga tercinta. (Gdi)





